
Nagita menyempatkan waktu sendirian dengan membaca buku, Nagita sengaja bawa buku supaya tidak jenuh menunggu Bagas kerja diluar, Kebetulan besok ulangan membuat Nagita tetep belajar.
"Alhamdulilah ada bagus nya bawa buku seperti ini, tetep bisa belajar untuk mengisi waktu luang seperti ini." Ucap Nagita langsung masukin lagi buku pelajarannya kedalam tas dan mengeluarkan hanphone untuk hubungi Bagas.
Dilain sisi, Bagas senyum bahagia karena hasil meetingnya sesuai harapan Bagas, langsung siap siap ke tempat proyek yang lagi dikerjakan.
"Apa sebaiknya ajak Nagita yah, sekalian jalan jalan, kasihan juga jika terlalu lama sendirian di hotel." Ucap Bagas, yang akhirnya mau jemput Nagita sebelum berangkat ke tempat proyek yang lagi dikerjakan perusahaan nya.
Dilain sisi, Ibu tirinya Feni melamun didalam kamar anaknya, memikirkan ucapan demi ucapan yang disampaikan temen temen ibu kandungnya Feni.
" Apa lebih baik bercerai saja yah, lagian pernikahan ini juga tidak resmi, kasihan juga istri pertamanya tidak akan nyaman terus menerus ada aku di rumah ini, belum lagi hinaan dari keluarga ayah ke aku dan anak aku" Ucap ibu tirinya Feni, memikirkan masa depan rumah tangganya, tidak akan tenang dengan hinaan yang akan diterimanya jika masih terus bertahan.
papi nya Feni yang mencari cari istri keduanya, ternyata ada didalam kamar anaknya, langsung peluk istrinya.
" Sayang, kok tidak bilang sih ada disini sayang?" Tanya papi nya Feni kesel, karena istrinya tidak bilang ada dikamar anaknya
" Maaf sayang, aku lagi lihat bayi mungil kita yang lagi tidur nyenyak ini, kenapa ayah cari aku?" Tanya ibu tirinya Feni pura pura tidak tahu kalo dicariin
" Kita kan lagi olahraga sayang, sekarang kan gilirannya bunda tapi kenapa bunda ada disini? Apa dia membuat bunda sedih dan ada disini?" Tanya papi nya Feni curiga, karena tidak biasanya istri keduanya seperti ini.
__ADS_1
"Bukan sayang, bunda memang ingin kesini sayang, yah sudah kita olahraga disini saja, mumpung bebysister juga ada diluar bagaimana?" Tanya ibu tirinya Feni, yang tidak ingin terjadi salah faham karena dirinya tidak ada di dalam kamar.
" Boleh sayang, untungnya aku masih menginginkan olahraga senja kita." Lanjut Papi nya Feni langsung siap siap olahraga bersama, untungnya didalam kamar anaknya tidak ada siapa siapa jadi olahraga senjanya tidak ada pengganggu sama sekali.
Dilain sisi, Nagita senyum bahagia melihat Bagas sudah pulang dari rapatnya, Nagita memberikan kopi dalam kemasan untuk Bagas, membuat Bagas langsung meminumnya sampai habis.
" Bagaimana rapatnya sayang? Apa deal?" Tanya Nagita yang sedikit tahu soal rapat orang dewasa
" Alhamdulillah sayang, ini proyek besar sayang, aku bahagia sekali karena proyek ini perusahaan aku yang mengerjakannya sayang." Ucap Bagas, Bahagia karena tidak sia sia menyiap kan proposal untuk client dari bulan kemarin
" Alhamdulillah sayang, aku ikut senang jika perusahaan om selalu berhasil mendapatkan proyek sayang." Lanjut Nagita langsung peluk Bagas saking bahagia dan bangga, karena Bagas selalu sukses dengan pekerjaannya.
" Jalan jalan ke candi Borobudur sayang, aku mau lihat secara langsung, aku lebih sering lihat di buku pelajaran dan televisi saja sayang." Lanjut Nagita manja, Nagita melihat Bagas, yang lagi ngelus lembut rambutnya.
" Boleh sayang, aku akan kabulkan kemana pun kamu mau, supaya kamu juga bisa melihat, merasakan, dan menikmati tempat tempat yang belum pernah kamu datangin sayang." Lanjut Bagas yang ingin membuat Nagita bahagia, karena bisa datang ke tempat yang belum pernah dikunjunginya
" Terimakasih om sayang, aku bahagia sekali." Lanjut Nagita bahagia, langsung peluk Bagas dan mencium keningnya Bagas saking bahagianya.
Nagita langsung siap siap untuk pergi ke candi Borobudur, Bagas dengan sabarnya melihat Nagita ganti baju dan makeup sebelum pergi, sesekali Bagas membalas chat masuk dari client nya.
__ADS_1
Dilain sisi, Saras istrinya Bagas masuk keruang kerjanya, jam prakteknya telah selesai, membuat Saras akhirnya bisa istirahat juga, karena Berjam jam mengurus banyak pasien yang silih berganti datang ke ruangannya.
" Lelah juga, tapi lega karena akhirnya pekerjaan selesai juga, bisa istirahat sebentar tanpa ada pekerjaan sama sekali. Sudah lama sekali mas Bagas tidak mengirim chat ke aku, apa mas Bagas lagi sibuk yah sampai tidak bisa kabarin aku akhir akhir ini." Ucap Saras, yang merasa rindu karena Bagas tidak biasanya tidak memberikan kabar selama ini, biasanya Bagas akan memberikan kabar sehari dua kali.
Saras langsung peluk foto pernikahannya bersama Bagas, Saras tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di US, karena begitu banyak orang yang membutuhkan tenaganya untuk disembuhkan penyakitnya. Membuat Saras terpaksa jauh dari Bagas selama ini.
Dilain sisi, Nagita memilih diam dan memperhatikan Bagas bicara bersama karyawannya tentang proyek yang lagi dikerjakan, Nagita kagum melihat Bagas saat memberikan arahan dan masukan untuk karyawannya. Setelah selesai Bagas langsung jalan menuju Nagita yang setia duduk di bangku
" Waktunya jalan jalan kita" Ucap Bagas senyum ramah melihat Nagita, yang bener bener nurut keinginan Bagas untuk tetep diam, dan tidak banyak bertanya selama Bagas bekerja
" Iyah om" Ucap Nagita sedikit malu, karena sekarang Nagita adalah simpanan om om tajir, takkut dibully karena selalu jalan bersama Bagas, walaupun sudah berumur tapi Bagas tidak terlihat tua
Bagas gandeng tangannya Nagita, jalan menuju mobil meninggalkan tempat proyek yang sudah selesai dikunjunginya, pertama kalinya Bagas kunjungan kerja ditemani anak kecil seperti Nagita yang nurut dan pendiam, sama sekali tidak mengganggu Bagas selama kerja.
Dilain sisi, Eki melihat chat yang dikirim oleh Bagas, Eki tepok jidat saat membaca chat yang dikirim oleh Bagas, karena Bagas ingin Eki mencarikan tempat bimbel untuk Nagita, tempat bimbel yang elite dan lebih fokus ke bahasa asing dan hitung hitungan.
" Ada saja permintaannya nih orang, bangga sih lihat Nagita rajin belajar, dan prestasinya bagus, tapi tidak harus bimbel khusus juga kali, huh nih orang seperti orang tuanya saja, bukannya pacarnya Nagita. Ingin memberikan yang terbaik untuk Nagita. Aneh sekali Bagas, Bagas yang tidak takut keluarkan uang untuk Nagita." Protes Eki heran dan kesel, karena Bagas bener bener royal untuk Nagita, karena mau mengeluarkan uang yang banyak untuk pendidikan Nagita dan kebutuhan Nagita.
Eki langsung mencari tempat bimbel yang Bagas ingin kan, harus dapat sebelum Bagas dan Nagita pulang dari luar kota. waktu istirahat Eki diganggu dengan urusan pribadinya Bagas yang tidak penting bagi Eki sama sekali seperti ini.
__ADS_1