Budak Cinta CEO

Budak Cinta CEO
Ada apa ini? kenapa semua barang barang Feni ada didepan rumah


__ADS_3

Feni turun dari mobilnya kaget  mrlihat barang barangnya ada didepan rumah, membuat Feni langsung lari kedepan rumahnya, betapa kagetnya melihat mami nya juga menenteng kopernya


" Ada apa ini? kenapa semua barang barang Feni ada didepan rumah begitu juga dengan mami?" Tanya Feni kaget dan kesel, baru pulang main sudah ada drama dari orang tuanya.


" Papi usir kita, menceraikan mami cuman karena melihat janda beranak satu itu nangis tidak jelas, mengira mami  yang membuat janda gatel itu nangis didalam kamar anaknya" Ucap Ibu kandungnya Feni,terus terang karena suaminya terlalu lebay


" Gila yah tante, nangis tidak jelas membuat mami diusir seperti ini, dan diceraikan oleh papi dari rumah ini, jahat sekali tante apa mau menguasai harta papi sendirian?" Tanya Feni dengan kesal, karena tidak menyangka ibu tirinya yang terlihat baik ternyata sejahat ini.


" Kamu tidak sopan bicara kasar dengan ibu kamu juga, sudah sana kalian pergi dari sini, karena saya sudah tidak sudi melihat  kalian di rumah saya, sudah cukup kalian jadi parasit dirumah saya" Tegas papi nya Feni, yang tidak peduli melihat Feni nangis.


" Papi jahat, Feni yakin papi tidak akan bahagia dengan perempuan itu, karena tega menyakiti perasaan anak kandung sendiri, sudah yuk mami kita pergi dari sini percuma ada di rumah ini juga, kalo kita tidak merasakan bahagia untuk apa" Tegas Feni kesal, karena papi nya sama sekali tidak punya hati karena usir dari rumah begitu saja


" Jangan harap, kalian mendapatkan restu dari saya dan dari orang tua kamu." Tegas Ibu kandungnya Feni, penuh amaraha karena tidak menyangka suaminya semakin tega seperti ini


" Ayah, aku mohon jangan seperti ini ayah,biarkan mereka tetep disini, maafkan aku sudah bikin salah faham diantara kalian, aku nangis bukan karena istri pertama ayah, aku mohon jangan ada perceraian, apa ayah tidak berfikir bagaimana perasaan Feni saat temen temennya tahu orang tuanya bercerai ada orang ketiga. aku mohon" Ucap Ibu tirinya Feni memelas, berusaha supaya suaminya tidak usir istri pertamanya, karena tidak tega jika Feni dibully karena orang tuanya bercerai


" Sudah lah, jangan bersandiwara, Feni hayo kita pergi dari sini karena percuma disini, ada perempuan ini. mami masih mampu mencarikan ayah tiri yang jauh lebih baik dari papi kamu, yang pasti setia tidak selingkuh"Lanjut Ibu nya Feni berusaha tegar.

__ADS_1


Ibu nya Feni, langsung ajak Feni masuk kedalam mobi, sedangkan papi nya Feni bener bener diam dan tidak peduli melihat istri dan anaknya pergi dengan perasaan sedih dan sakit hati.


Feni bener bener benci dengan ibu tirinya yang tega, drama nangis tidak jelas demi rencananya usir Feni dari rumahnya,  dan Feni tidak menyangka jika papi nya setega ini ke Feni dan ibu kandungnya.


Dilain sisi, Nagita langsung mandi dan siap siap tidur, sebelum tidur Nagita menyiapkan baju tidur untuk Bagas, Nagita senyum manis melihat Bagas keluar dari kamar mandi


" Ini sayang bajunya, besok rapatnya jam berapa? besok beli makanan khas disini yah sayang, buat disimpan didalam kulkas yang ada didalam kamar?" Tanya Nagita sambil membersihkan wajahnya


" Jam sembilan pagi sayang, sampai jam dua belas, aku rapat dan melihat proyek yang lagi berjalan, setelah selesai kita makan siang dan langsung beli makanan sambil jalan pulang sayang" Ucap Bagas, langsung peluk Nagita yang lagi bersihkan wajahnya


" Oke sayang, aku ikut atau nunggu di hotel?" Tanya Nagita yang tidak ingin Bagas terlalu cape bulak balik untuk jemput Nagita dulu


"  Yah sudah, aku rapihkan barang barang kita sebentar, supaya besok tidak terlalu ribet yah sayang" Lanjut Nagita yang membiarkan Bagas lama peluknya dari belakang, selalu tidak tega jika mengganggu keinginan Bagas.


Bagas melepaskan pelukannya saat melihat Nagita selesai membersihkan wajahnya, dan membantu Nagita untuk merapihkan barang bawaannya kedalam koper yang dibawa Bagas


Dilain sisi, Eki menikmati waktu bersantainya bersama wanita bayarannya, di mall karena Eki sudah lama sekali tidak nonton bioskop bersama perempuan bayarannya.

__ADS_1


" Filmnya romatis, memang cewek sekali, kita duduk paling belakang yah, supaya kita bisa bermesraan disana." Ucap Eki peluk pinggang perempuan bayarannya.


" Dengan senang hati ganteng, apasih yang tidak untuk cowok tajir seperti Eki" Ucap perempuan bayarannya Eki dengan manja


" Yah sudah yuk, kita nonton dulu baru melanjutkan jalan jalan kita" Lanjut Eki yang sudah tidak sabar mau romatisan berdua didalam gedung bioskop


Eki lagsung masuk kedalam mall, dan jalan menuju bioskop untuk nonton sambil bermesraan  selama nonton tayangan didalam bioskop.


Dilain sisi, Ibu nya Feni sengaja pergi ke rumah nenek nya Feni karena orang tua ibu nya jauh dari kota Jakarta. langsung ceritakan kelakuan anaknya selama ini, membuat orang tua papinya Feni langsung marah, karena anaknya dengan tega selingkuh, marah marah karena matre, dan lebih parahnya diusir dari rumah langsung minta cerai, lebih memilih selingkuhannya.


" Suami kamu tidak tahu diri, sebelum persidangan perceraian kalian, kamu catat harta kamu yang ada di rumah dan perusahaan suami kamu, jangan biarkan istri keduanya menikmati harta kamu, sedangkan kamu bercerai begitu saja" Ucap neneknya Feni marah, bisa bisanya anaknya selingkuh karena anak dan istrinya terlalu boros.


" Iyah mami pasti, saya tidak sudi istri keduanya menikmati harta saya, apa lagi yang bukan anak kandung suami saya, haru mendapatkan fasilitas yang bukan haknya." Ucap Ibu nya Feni yang tidak ingin suaminya menikmati hartanya dibagi bersama istri mudanya.


" Besok kamu buat listnya, saya ikut untuk ke rumah anak nakal itu, dengan seenaknya selingkuh dengan alasan norak, dia lupa sebagian besar perusahaan milik kamu, eh dia seperti itu, ayah nya sengaja memberikan perusahaan yang hampir bangkrut supaya kalian berdua bisa kerjasama bangkit dari cobaan yang diberikan, sekarang dengan mudahnya mengajukan perceraian dan usir kamu begitu saja" Lanjut nenek nya Feni kesaldan tidak terima jika menantu dan cucunya diusir karena istri keduanya nangis tidak jelas.


" Setelah Feni pulang sekolah kita kesana yah, Feni mau melihat wajah perempuan itu nek, supaya tahu akhirnya dia lah yang diusir, apa lagi pernikahannya dibawah tangan dan anak yang dibawanya bukan anak kandung papi, dengan mudah dibuang nek"Ucap Feni terus terang, tidak sia sia waktu itu ngobrol dan sekarang bisa dipakai untuk melawan ibu tirinya.

__ADS_1


Neneknya Feni setuju, dan membiarkan cucunya tahu masalah orang tuanya, karena Feni merasa kesal karena harus diusir dan kehilangan kamarnya untuk selamanya, Feni diminta untuk tidur didalam kamarnya, sudah dibersihkan oleh ART neneknya


__ADS_2