Budak Cinta CEO

Budak Cinta CEO
Alhamdulillah selamanya mami dan papi tinggal di rumah


__ADS_3

Mia mendengar papi nya jika rumah dan perusahaan papi nya yang ada di US sudah laku terjual, tinggal menunggu penyesarah semua aset orang tuanya saja.


" Alhamdulillah selamanya mami dan papi tinggal di rumah." Batin Mia bahagia, walaupun membuat kedua orang tuanya harus memulai dari awal lagi membangun perusahannya tapi tapi tidak jadi masalah karena bagi Mia waktu kebersamaan orang tua jauh lebih penting


" Mia sejak kapan ada disana sayang?' Tanya mami nya Mia kaget, karena tadi anaknya ada didalam kamarnya


" Dari tadi mami, pas mau ke dapur mendengar papi dan mami bicara soal semua aset mami dan papi yang ada di US sudah laku terjual, terimakasih karena akhirnya kalian sadar jika Mia membutuhkan kalian lebih dari harta yang kalian berikan." Ucap Mia terharu, Mia jalanin kursi rodanya jalan menuju kedua orang tuanya


" Sama sama sayang, Mia anak yang kita punya satu satunya. apapun akan kita korban kan demi bisa disampingnya Mia dan kita bisa jadi keluarga yang utuh kembali." Ucap Papi nya Mia tidak keberetan jika harus jual semuanya, karena menghabis kan waktu bersama anak itu jauh lebih penting.


" Mia mau minum atau makan cemilan?" Tanya mami nya Mia jalan menghampiri anaknya dan dorong kursi rodanya

__ADS_1


" Makan cemilan" Lanjut Mia manja


" Yah sudah tunggu sebentar yah sayang, mami ambil kan." Lanjut mami nya Mia langsung siap kan cemilan yang Mia ingin kan, dan Mia dengan sabar menunggu mami nya menyiapkan cemilan untuk Mia.


Dilain sisi, Bagas senyum bahagia karena hari ini hari pertamanya Nagita untuk bimbel, dan Bagas sendiri yang anterin Nagita ke tempat bimbelnya.


" Belajar yang giat yah sayang, aku yakin kamu pasti bisa menjawab soal soal yang diberikan guru selama bimbel nanti." Ucap Bagas melihat Nagita yang terlihat semakin cantik


" Pasti sayang, aku tidak mengecewakan om sayang dan selalu berusaha untuk membanggakan om sayang dengan prestasi aku." Ucap Nagita yang akan berusaha belajar yang rajin supaya selalu mendapat kan nilainya bagus bagus dan tidak mengecewakan Bagas


" Tinggal sedikit sayang" Lanjut Nagita dengan manja

__ADS_1


" Baik sayang" Lanjut Bagas langsung memberikan beberapa uang lembar merah ke Nagita.


" Terimakasih om sayang" Lanjut Nagita mencium tangannya Bagas dan mencium keningnya Bagas setelah selesai langsung keluar dari mobilnya Bagas dan jalan menuju tempat bimbelnya, membuat Bagas senyum melihat Nagita semangat belajarnya


Dilain sisi, Hari pertama Feni menjalan kan hidupnya tanpa papi nya, yang sama sekali tidak peduli dengan Demikian i lagi, dan tidak minta kembali ke rumah papi nya lagi.


" Ternyata hidup seperti ini jauh lebih tenang, dari pada tinggal di rumah besar bersama papi yang semakin tidak jelas. Tidak ada air mata dan emosi lagi. Berharap mami mendapatkan pendamping hidup yang jauh lebih baik dari papi." Ucap Feni berharap mami nya bisa mendapat kan kebahagian, yang tidak pernah didapat dari papi nya sama sekali


" Feni, mami berangkat ke kantor dulu yah, tidak masalah kan Feni disini sendirian? Atau mau ikut mami kerja?" Tanya mami nya Feni, yang mau ambil alih perusahaan orang tuanya, untuk mempertahankan hidupnya berdua bersama Feni


" Nanti Feni nyusul ke kantor kakek, tapi sekarang Feni lagi ingin disini saja mami." Lanjut Feni senyum bahagia, melihat mami nya tidak sedih sama sekali, membuat Feni ikut bahagia melihatnya

__ADS_1


" Yah sudah mami berangkat kerja dulu" Lanjut mami nya Feni langsung masuk kedalam mobilnya dan meninggal kan rumah orang tuanya


Feni yang melihat mami nya sudah pergi langsung masuk kedalam rumah dan jalan menuju kamarnya untuk main handphone


__ADS_2