
Bagas bawa Nagita ke rumah sakit supaya mendapatkan pemerikasaan, karena dari kemarin muntah terus. dokter yang memeriksa Nagita langsung senyum.
" Selamat anda sedang mengandung, saran saya, sekarang ajak istri anda ke dokter kandungan supaya dokter kandungan yang langsung periksa." Ucap Dokter di ruangan UGD
" Ha... Hamill dokter?" Tanya Nagita kaget dan langsung pegang perutnya.
" Alhamdulillah yah Allah, akhirnya bisa mendapatkan anak juga. terimakasih yah sayang, sudah memberikan buah hati kita." Ucap Bagas bahagia, karena akhirnya sekian lama menantikan buah hati, akhirnya dapat juga.
" Iyah sayang, akhirnya aku bisa memberikan anak untuk om." Lanjut Nagita berusaha bahagia, menerima kenyataan sebentar lagi Nagita akan menjadi seorang ibu muda
__ADS_1
Bagas membantu Nagita untuk bangun dan berdiri, meninggal kan ruangan UGD dan jalan menuju ruangan dokter kandungan, dokter langsung periksa kondisinya Nagita yang bener saja sudah mengandung buah hati bersama Bagas.
" Usia kandungannya sudah masuk empat Minggu Bu, itu artinya sudah dua bulan. selamat yah Bu dan dijaga baik baik kandungannya" Ucap dokter kandungan yang selesai periksa kondisinya Nagita
" Tentu dokter, saya akan jaga baik baik istri saya dokter." Ucap Bagas bahagia, dan terharu akhirnya bisa merasakan temani istri ke dokter kandungan
" Tolong jangan membuat istri anda stres yah pak, karena kandungan masih usia empat Minggu masih rentan ke guguran, dan jangan paksa istri anda terlalu cape bekerja pak, jangan melakukan kewajiban terlalu sering yah, karena akan bahaya untuk anak kalian nantinya, saya akan memberikan vitamin dan jadwal kontrol istri anda." Lanjut Dokter kandungan, langsung memberikan jadwal kontrolnya Nagita.
" Astaga, bagaimana ini sudah ngisi padahal belum lulus sekolah." Batin Nagita jadi pusing, karena pendidikannya belum selesai, tapi kenyataan yang bikin Nagita sebentar lagi jadi seorang istri dan ibu dari anak kandungnya sendiri
__ADS_1
Bagas langsung gandeng Nagita untuk jalan pelan pelan untuk masuk kedalam mobil, Bagas melihat Nagita sedih jadi penasaran langsung melihat Nagita kenapa sedih setelah tahu lagi ngisi
" Kamu kenapa sayang? kamu tidak senang mengandung anak aku?" Tanya Bagas melihat Nagita yang nangis, setelah masuk kedalam mobil
" Aku belum lulus sekolah om? dan bagaimana ini? aku takut bunda dan ayah marah besar om, aku kira akan ngisi saat aku kuliah nanti om?" Tanya Nagita tidak menyangka secepat ini mengandungnya
" Kamu tenang saja, aku akan atur semuanya, aku janji kamu akan lulus SMU sayang, tidak usah nangis yah sayang, ingat kata dokter tadi jangan stres yah, semua akan baik baik saja." Ucap Bagas, langsung peluk Nagita, dan berusaha menenangkan Nagita supaya tidak sedih lagi, Bagas menyesal sudah tidak memakai pengaman selama memikirkan masalah pribadinya ke Natasya, dan sekarang Nagita harus jadi calon ibu belum waktunya. Bagas baru merasa bersalah ke Nagita
" Iyah om sayang, aku percaya kan semuanya ke om" Lanjut Nagita pasrah, menjalan kan nasip hidupnya, ini lah resiko yang harus Nagita terima karena mau menerima pekerjaan yang diberikan oleh Bagas.
__ADS_1
Bagas perlahan menjalan kan mobilnya, dan jalan menuju ke rumahnya, Bagas memikirkan sekolah yang pantas untuk Nagita, karena setahun lagi Nagita lulus sekolah, Bagas tidak akan membiarkan Nagita menerima Bullyan dari siapapun karena keinginannya Bagas, minta Nagita untuk kerja di rumahnya.