
Bagas temani Nagita beli baju selama di candi borobudur,Banyak pasang mata melihat Nagita karena penampilan Nagita begitu modis dengan usianya yang masih muda, Nagita yang merasa dilihatin banyak orang akhirnya masuk kedalam toko baju yang tidak terlalu ramai.
" Ini anaknya pak? cantik sekali, penampilannya modis lagi?" Tanya penjual baju
" Astaga anak, jika anak beneran tidak mungkin bisa bermesraan seperti ini dong bu" Batin Bagas kesal, Bagas melihat Nagita nunduk langsung pegang tangannya Nagita
" Bukan bu, sudah jangan kepo dengan urusan orang lain, tolong layanin apapun yang dia ingin beli ditoko ini" Ucap Bagas yang tidak suka ditanya dengan urusan pribadinya.
" Maafkan saya, silahkan kalian beli prodak yang kami jual" Lanjut penjaga toko dengan takut, karena Bagas terlihat marah
Bagas langsung ajak Nagita untuk pilih baju yang diinginkannya, Bagas masih setia gandeng tangannya Nagita, membuat penjaga toko senyum sinis melihat Nagita yang dipegang tangannya oleh Bagas.
" Begini rasanya malu menjadi simpanan om om, jika ditanya begitu sulit dijawabnya, ya tuhan baru pertama kalinya merasa malu seperti ini." Batin Nagita merasa sedih sekaligus bingung jika tidak menjadi simpanannya Bagas tentunya kehidupannya Nagita tidak akan seperti sekarang,begitu juga dengan kedua orang tuanya tidak akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik
" Sayang, aku beli baju ini saja." Ucap Nagita pelan, Nagita bener bener malu jika pelayan toko tahu sebutan Nagita untuk Bagas.
" Cuman beli satu saja? padahal disini model bajunya banyak loh, sudah pilih yang lain juga, jangan fikirkan harganya sayang, aku tidak keberatan untuk membelikannya untuk kamu" Ucap Bagas, yang kesel jauh jauh Nagita cuman beli satu baju saja.
" Iyah sudah, aku beli yang lain, temani aku untuk pilih baju yah, sesuai selera om oke" Lanjut Nagita sengaja, tidak mau jauh jauh dari Bagas, takut ditanya oleh pelayan toko
__ADS_1
" Boleh sayang, pilih lah baju yang kamu mau, nanti aku kasih tahu mana yang lebih cocok untuk kamu" Lanjut Bagas yang faham, jika sekarang Nagita lagi nahan malu karena tatapan heran orang orang dan pertanyaan pelayan toko.
Nagita langsung pilih baju yang diingin kan, Nagita memang dilarang Bagas membawa baju lamanya, selama tinggal dirumahnya Bagas apa lagi setiap ikut kunjungan kerja.pasti dilarang bawa baju.
Dilain sisi, Papi nya Feni menatap sinis istri pertamanya, mengira keinginan istri keduanya untuk berpisah karena ucapan seenaknya selama beberapa hari tinggal bersama.
"Terserah papi saja lah, jika papi mengira dia minta pisah karena mami, dan usir mami dari sini karena membuat dia sedih, papi jangan harap bisa ketemu dengan Feni selamanya. karena mami tidak sudi anak kandung mami dibesarkan oleh perempuan lain" Tegas Mami nya Feni sudah kesal, karena selalu disalahkan setiap kali istri keduanya sedih tidak jelas
" Mami ngancem aku? aku tidak masalah untuk tidak mengakui anak kandung aku sendiri, aku masih ada anak dari dia, jangan harap aku akan membiayai hidup mami dan kehidupan Feni sama sekali," Tegas papi nya Feni penuh amarah
" Hahahhaa, Gila kamu mau urus anak yang bukan anak kandung kamu, suatu saat anak itu butuh ayah kandung, kamu tidak akan diakui sama sekali,kamu selalu marah dan berfikir negatif setip melihat perempuan itu nangis tidak jelas" Tegas mami nya Feni menatap sinis ibu tirinya Feni
" Tidak, saya lebih baik kehilangan perempuan matre ini dan anaknya dari pada kehilang kamu perempuan sederhana dan baik baik, aku tidak peduli dengan tanggapan orang lain, saya menyesal menikahi dia secara resmi kalo dia cuman bisa menghabiskan harta saya secara berlebihan." Tegas papi nya Feni, lebih memilih kehilangan cinta pertama dari pada kehilangan cinta yang baru tumbuh.
" Oke, kita bercerai papi, kita lihat siapa yang akhirnya bahagia dan siapa yang akhirnya menyesal, papi fikir saya perempuan matre yang bodoh, setelah pisah dari suami tidak bisa mempertahan kan gaya hidup sekarang, saya punya perusahaan dan beberapa bisnis, yang membuat saya bisa bertahan hidup membesar kan anak sendiri, tanpa bantuan suami yang tidak punya hati seperti papi" Lanjut Mami nya Feni, akhirnya lebih memilih pisah, dari pada disalahkan dan di marahin terus karena terlalu foya foya
' Saya mohon mba, jangan pergi dari rumah ini, yah sudah saya tidak jadi pisah tapi tolong jangan pergi dari sini, kasihan Feni harus kehilangan orang tuanya, saya tidak ingin nasipnya Feni sama seperti anak saya yang ditinggal pergi oleh ayah kandungnya" Bujuk ibu tirinya Feni
" Bertahan kalo dianya masih egois lebih mementingkan kamu, yah untuk apa juga tidak akan bahagia di saya nya, sudah lah jangan ada drama, kita lihat siapa yang akan bahagia akhirnya" Tegas mami nya Feni, yang sudah muak dengan sikap seenak suaminya.
__ADS_1
" Yah sudah pergi sana, saya bisa bahagia bersama istri saya, yang baik, apa adanya, dan sederhana seperti dia. dua minggu lagi surat cerai sampai di rumah orang tua kamu" Lanjut Papi nya Feni semakin yakin berpisah dari ibu kandungnya Feni
Ibu kandungnya Feni langsung masuk kedalam kamarnya, langsung mengambil semua barang barangnya, termasuk surat surat berharga yang diberikan oleh orang tuanya sebelum menikah.
Ibu tirinya Feni berusaha membujuk papi nya Feni untuk membatalkan perceraian supaya tidak terjadi, karena kasihan Feni harus hidup pisah dari papi nya.
" Sudah biarkan dia pergi, aku tidak butuh anak kandung, anak kamu adalah anak aku juga, aku sangat mencintai kalian dari pada perempuan matre itu" Ucap Papi nya Feni langsung peluk istri keduanya, walaupun sedih akhirnya Feni ikut ibu nya, tapi berusaha ikhlas karena papi nya Feni sudah tidak ada rasa cinta sama sekali ke ibu kandungnya Feni semenjak memutuskan untuk menikah lagi.
Dilain sisi, Bagas ngajak Nagita untuk bekerja di pantai, yang sengaja disewa oleh Bagas sepanjang malam ini, Bagas ingin sekali menikmati sensasi melihat Nagita bekerja malam malam di pantai.
" Sensasi luar biasa dan seru sekali sayang, bisa bekerja di pantai seperti ini sayang, bener bener seru apa lagi ada suara ombak yang bikin suasana semakin luar biasa" Ucap Nagita bahagia, tidak menyangka bisa menikmati suasana kerja di pantai malam seperti ini
" Iyah dong sayang, aku mendapatkan inspirasi, pas bodyguard aku kasih tahu aku bekerja seru di pantai seperti ini, dari novel sayang, dan langsung aku praktekan deh" Ucap Bagas bahagia, karena bisa mendadak sewa pantai dan villa seperti ini,
' Memangnya judul novelnya apa sayang, apa aku boleh baca sayang? sepertiny seru saja baca novel dan langsung dipraktekan seperti ini kan." Lanjut Nagita merapihkan bajunya, setelah selesai bekerja.
" Tentu boleh dong sayang, judulnya TTM CEO TAMPAN ( jangan lupa pada baca yah guys, yang penasaran dengan novel itu :D ), jangan lupa dibaca yah jika ada waktu luang sayang, sekarang kita kembali ke hotel yah" Lanjut Bagas bahagia, karena Nagita selalu nurut setiap diajak kerja oleh Bagas dan tidak pernah melawan sama sekali.
" Hayo sayang, supaya besok om bisa lebih fresh jika sudah banyak istirahat yah, iyah sayang nanti aku mampir untuk baca novelnya" Lanjut Nagita merapihkan barang bawaannya sebelum kembali kehotel.
__ADS_1