Budak Cinta CEO

Budak Cinta CEO
Lebih baik nunggu didalam mobil


__ADS_3

Bagas periksa kembali berkas yang akan dibutuhkan saat rapat nanti, berusaha tidak adan yang ketinggalan karena sekalian pulang ke Jakarta


" Sayang, kamu apa sudah beres semua?" Tanya Bagas yang merasa yakin berkas berkasnya lengkap


" Sudah dari tadi sayang, aku nungguin om sayang periksa kembali berkas berkasnya" Ucap Nagita dengan manjanya


Bagas yang gemas melihat Nagita rasanya ingin sekali ajak Nagita kerja sebelum pulang ke Jakarta, kalo tidak ingat besok Nagita sekolah.  Bagas pegang koper yang dibawa oleh Nagita untuk keluar dari kamar hotel


Dilain sisi, Hari pertama papi nya Feni bangun tidur tanpa istri pertamanya, sejujurnya rindu dengan istri pertamanya yang cerewet  tapi rajin menyiapkan kebutuhan suami sebelum berangkat kerja, dan mau masak untuk sarapannya.


" Ayah kenapa melamun? ayah rindu yah kebersamaan ayah pagi pagi bersama istri ayah?" Tanya Ibu tirinya Feni


" Rindu? tidak sama sekali, dia perempuan cerewet dan matre memang harus dibuang, supaya tidak jadi parasit selamanya, sudah cukup lah dia jadi parasit selama enam belas tahun, gaya hidupnya keterlaluan aku sama sekali tidak suka melihatnya, menyesal sudah jatuh cinta dengan perempuan parasit seperti itu" Ucap Papi nya Feni pura pura, rasa rindu itu wajar dirasakan walaupun rasa cinta perlahan pudar.


" Oh tidak rindu, yah sudah sekarang papi siap siap berangkat kerja" Lanjut ibu tirinya Feni yang tidak ingin suaminya kesel masih pagi


Papi nya Feni ngajak ibu tirinya untuk mandi bersama, hari ini papi nya Feni ada kunjungan kerja membuatnya masih pagi harus bangun untuk memantau proyek yang lagi dibangun.


Dilain sisi, Nagita semakin yakin menunggu Bagas didalam mobil, karena tempat proyeknya Bagas sangat ramai karyawannya Bagas, membuat Bagas pasrah karena Nagita malas turun dari mobil.


" Lebih baik nunggu didalam mobil, dari pada turun dan ditanya siapanya om Bagas, kan jadi malu harus jawabnya apa kan" Ucap Nagita melihat Bagas lagi ngobrol santai bersama karyawannya.


Nagita langsung buka tasnya dan keluarkan buku pelajarannya, lebih baik belajar demi tidak bosan sendirian didalam mobil. Nagita langsung baca ulang buku yang dibawa oleh Nagita

__ADS_1


Dilain sisi, Eki perintahkan perempuan bayarannya untuk pergi dari rumahnya, karena Eki mau melihat kondisi kedua orang tuanya Nagita secara langsung.


" Huh, pura pura punya kebun sendiri, akhirnya jadi sibuk juga, dasar Bagas memang menyebalkan sekali" Protes Eki yang menyesal memberikan ide untuk kedua orang tuanya Nagita  bekerja di perkebunannya Bagas yang akhirnya membuat Eki yang sibuk seperti ini


Dilain sisi, Bagas jalan menuju mobilnya, Bagas melihat Nagita pegang buku, membuat Bagas langsung masuk kedalam mobilnya dan duduk disebelahnya Nagita


" Maaf yah sayang, lama yah menunggu aku kerja" Ucap Bagas ngelus lembut rambutnya Nagita


"Santai santai saja sayang, aku juga sambil belajar kok, jadi tidak masalah sayang, om sayang sekarang mau makan?" Tanya Nagita sambil merapihkan buku sekolahnya


" Iyah sayang, yah sudah kita makan, beli oleh oleh, baru pulang ke Jakarta yah." Lanjut Bahas mencium kening nya Nagita


Bagas mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, meninggal kan tempat proyeknya menuju restoran yang diinginkan Nagita.


" Alhamdulillah yah pak, sudah panen tadi banyak yang persen buah dari perkebunan ini " Ucap ayah nya Nagita merasa bersyukur karena hasil kerja kerasnya memberikan hasil


" Alhamdulillah sekali, saya ikut senang mendengarnya, yah sudah saya pulang dulu, kalo ada apa apa bilang saja ya" Ucap Eki merasa puas dengan hasil kerja ayah nya Nagita.


" Iyah pak, hati hati dijalan." Lanjut Ayah nya Nagita, melihat Eki langsung jalan meninggal kan perkebunan nya.


Dilain sisi, Nagita beli banyak makanan dan minuman untuk disimpan didalam kulkas yang ada didalam kamarnya Bagas, sedangkan Bagas membeli satu cemilan yang di doyan saja.


" Sayang, aku sudah beli jamu racikan supaya makan banyak tidak bikin aku gemuk." Ucap Nagita, merasa bahagia karena bisa beli banyak makanan

__ADS_1


" Boleh sayang, jangan gemuk yah seperti ini, ideal aku suka lihatnya sayang." Ucap Bagas, melihat Nagita terlihat langsing


" Terimakasih om sayang" Lanjut Nagita, merasa lega karena Bagas tidak banyak menuntut untuk Nagita makan apapun, Nagita periksa lagi makanan yang sudah dipilihnya


" Apa masih kurang?" Tanya Bagas melihat Nagita yang lagi sibuk lihat belanjaannya.


" Cukup sayang, yuk pulang, aku tidak sabar ingin banyak bekerja di rumah om sayang nih" Lanjut Nagita yang tidak sabar mau lanjut kerja karena Banyak yang mau dikerjakan oleh Nagita


Bagas bawain keranjang belanjaannya Nagita dan jalan menuju kasir untuk membayar belanjaannya Nagita.


Dilain sisi, Neneknya Feni menatap sinis istri kedua anaknya, yang lagi gendong anak kecil. Sejujurnya Feni tidak tega melihat ibu tirinya diperlakukan seperti ini.


" Kamu, lebih baik sekarang pergi dari sini, jangan pernah kembali, saya akan kasih kamu uang untuk kamu jangan ganggu anak saya, karena kalian nikah dibawah tangan jadi bisa dengan mudah pisah, apa lagi itu bukan cucu kandung saya, sekarang pergi lah sebelum anak saya pulang kerja, kamu tenang saja anak buah saya yang akan menyiap kan rumah yang layak untuk kamu dan anak kamu, jauh jauh dari sini, dan saya jamin hidup kamu, saya berbuat baik ke kamu, karena kasihan anak kamu jadi korban keegoisan kamu." Tegas Nenek nya Feni, tidak ingin anaknya menikahi janda yang tidak bisa memberikan cucu kandung untuknya.


" Baik saya akan pergi dari sini, tidak akan ganggu hidup kalian, maaf kan saya sebelumnya." Ucap ibu tirinya Feni merasa menyesal karena sudah merebut suami orang dan akhirnya tidak bahagia juga.


" Bagus deh, janda ini pergi jauh jauh dari hidupnya papi, supaya tidak menggoda papi lagi, sana goda suami yang lain saja, jangan papi nya Feni lagi" Ucap Feni menatap sinis ibu tirinya


Dengan berat hati setuju untuk pergi meninggal kan suami yang dicintainya, demi kebahagiaan istri pertama dan anaknya, sudah cukup beberapa hari membuat mereka sedih dan kesel karena kehadiran dirumahnya Feni.


Dilain sisi, Istrinya Bagas yang rindu dengan suaminya akhirnya memutuskan untuk pulang ke Indonesia, tanpa memberitahu Bagas karena ingin memberikan surprise untuk Bagas.


" Ada apa sebenarnya, Bagas tidak pernah memberikan kabar seperti ini, apa sebaiknya kasih tahu Eki yah jika mau ke Indonesia, mumpung lagi libur juga." Ucap Natasya yang bingung pulang kasih kabar atau tidak ke Bagas atau pun Eki.

__ADS_1


__ADS_2