Budak Cinta CEO

Budak Cinta CEO
Natasya ngapain kamu ke Indonesia


__ADS_3

Natasya sengaja tidak rumah, ingin sekali memberikan surprise untuk Bagas karena sudah lama tidak ketemu dan sudah lama tidak ke kantornya Bagas.


Di lobi kantor Bowo kaget melihat Natasya yang jalan menuju lift, dengan cepat Bowo nyusul Natasya sebelum masuk ke lift duluan.


" Natasya ngapain kamu ke Indonesia?" Tanya Bowo kaget karena Tidak ada informasi apapun dengan kedatangan Natasya sekarang


" Ngapain? saya rindu dengan suami saya, oleh karena itu saya ke Indonesia tanpa kasih tahu Bagas dan mau kasih surprize ke Bagas, sekarang Bagas apa ada di ruangannya?" Tanya Natasya yang tidak sabar ingin secepatnya ketemu dengan Bagas


" Astaga, bahaya ini ada Natasya, bagaimana nasibnya Nagita sekarang. bahayanya ini." Batin Eki panik, karena Natasya mendadak pulang, tentunya barang barangnya Nagita masih ada di rumahnya Bagas.


" Bagas lagi ada kerjaan, kamu tunggu di ruangannya saja. jika sudah selesai kerja pasti kesini." Lanjut Eki yang tidak tahu harus memberikan jawaban untuk Natasya


" Baik lah, saya akan menunggu Bagas di ruangannya." Lanjut Natasya langsung masuk kedalam lift yang sudah terbuka


Eki yang sudah melihat Natasya masuk kedalam lift, langsung telefon bodyguard untuk merapihkan barang barangnya Nagita untuk dipindah kan ke apatermennya selama Natasya ada di rumahnya Bagas.


" Sekarang lebih baik ketemu Bagas dan Nagita, untuk Nagita sementara tinggal di apatermen saya, jadi tidak tega dengan nasipnya Nagita selama Natasya ada di Indonesia seperti ini." Batin nya Eki, yang langsung pergi, Eki yang ada pekerjaan harus ditunda karena harus mengurus masalah pribadinya Bagas.


Dilain sisi, Bagas menerima telefon dari Eki, untuk ngajak ketemuan apa lagi ngajak Nagita tidak seperti biasanya Eki ngajak ketemu seperti ini

__ADS_1


" Ada masalah apa om sayang? sampai om Eki mau ketemu aku juga?" Tanya Nagita yang manja manjaan bersama Bagas


" Entah lah sayang, aku juga tidak tahu apa yang mau dibahas oleh Eki ke kita." Ucap Bagas yang penasaran, dan panik karena Eki bilang ada masalah besar.


Dilain sisi,Beberapa bodyguard nya Eki dengan gerakan cepat, merapihkan barang barangnya Nagita, dimasukan kedalam koper dan kardus.


" Kasihan sekali yah nona Nagita, saat nyonya tiba tiba pulang seperti ini." Ucap Bodyguard yang tidak tega, jika Nagita harus tiba tiba pindah seperti ini.


" Ya sih, tapi mau bagaimana lagi, Nona Nagita selingkuhannya pak Bagas otomatis harus menerima kondisi seperti ini, sepahit apapun yah harus bisa menerima dengan sabar dan ikhlas." Ucap Bik Sum, merapihkan baju bajunya Nagita.


" Semoga saja tidak ada yang disakiti yah, karena pak Bagas seperti ini juga karena Bu Natasya lebih mementingkan pekerjaan dan mengabaikan suami sendiri" Lanjut Bodyguard yang tidak sepenuhnya menyalah kan Bagas.


Bodyguard langsung angkat beberapa kardus dan koper, barang barangnya Nagita dan dibawa ke apatermennya Eki karena jauh lebih aman untuk Nagita saat ini


" Aku tidak akan biarkan hubungan kita berakhir sayang, aku mulai nyaman bersama kamu, aku akan menceraikan Natasya yang selama ini mengabaikan aku.sudah jangan nangis lagi yah sayang" Ucap Bagas yang tidak melepaskan pelukannya, sampai Nagita berhenti nangis


" Aku takut sayang, aku takut disebut perebut suami orang sayang." Ucap Nagita lirih, Nagita tidak menyangka terjebak dalam situasi seperti ini.


" Sudah jangan berfikir macem macem Nagita, sekarang kamu ke apatermen saya, karena Natasya sudah terlalu lama menunggu kedatangan Bagas." Ucap Eki yang tidak mau terlalu lama ngobrol, membuat Natasya jadi curiga.

__ADS_1


" Aku antar kamu ke apatermen yah sayang, aku janji nanti ke apatermen yah, temani kamu disana dan aku akan cari alasan untuk tidak bersama Natasya malam ini." Lanjut Bagas yang tidak tega meninggalkan Nagita sendirian di apatermen.


" Jangan sayang, mau bagaimana pun Tante Natasya istri om, yang punya hak bersama om, aku berusaha menerima kenyataan ini sayang, aku akan sabar menunggu kedatangan om ke apatermen dan jemput aku kembali ke rumah om. jika kondisi aku aman seperti biasanya sayang." Lanjut Nagita tidak mau egois, apa lagi Natasya dan Bagas sudah lama tidak ketemu


" Baik lah sayang, aku akan ke kantor sekarang, kamu diantar oleh Eki yah, Eki akan membantu kamu merapihkan barang barang kamu dan ini ATM untuk kamu, karena selama Natasya disini, aku akan sulit memberikan uang untuk kamu, dan besok kamu ke rumah sakit yah cek kesehatan ditemani oleh Eki." Lanjut Bagas pegang wajahnya Nagita, merasa tidak tega melihat Nagita nangis ketakutan dan rasa bersalah.


' Iyah sayang, aku akan menunggu kehadiran om kembali yah." Lanjut Nagita berusaha bijaksana menghadapi situasi seperti ini.


Bagas langsung elap wajahnya Nagita yang basah karena air mata, dan Bagas minta Eki untuk antar dan bantuin Nagita di apartemen


Dilain sisi, Papi nya Feni semakin murka karena istri keduanya diusir oleh orang tuanya, membuat Papi nya Feni nekat mencari istrinya yang diusir oleh istri pertama dan ibunya.


" Cinta kamu ke janda itu salah, kamu tidak bisa memberikan mami cucu kandung dari perempuan itu, sudah lah lupakan perempuan itu, hargai istri sah kamu karena dia perempuan pilihan kamu, apa lagi dia sudah memberikan mami cucu kandung yang cantik." Ucap nenek nya Feni terus terang


" Tapi saya sudah tidak mencintainya lagi mi, saya mencintai istri kedua saya dan tidak masalah punya istri dari kalangan orang sederhana seperti dia mi. jadi tolong hargai hubungi kita." Ucap papi nya Feni memohon, supaya ibu nya kasih tahu dimana keberadaan istrinya


" Jangan gila kamu, mau bikin aib untuk keluarga kita? sampai kapan pun mami tidak akan memberikan restu, karena restu mami untuk istri pertama kamu selamanya." Tegas neneknya Feni yang tidak ingin malu karena keegoisan anaknya.


" Papi sama sekali tidak sayang Feni? Feni ini anak kandung papi, selama ini papi cuek ke Feni tidak pernah dipedulikan oleh papi sama sekali, hanya uang yang papi berikan ke Feni. jadi wajar jika Feni menghambur kan uang papi berlebihan, karena yang cuman bisa papi berikan cuman uang yang banyak bukan perhatian seorang ayah ke anaknya. jadi apa salah Feni dianggap anak yang matre? jika papi sendiri yang memberikan uang yang banyak tanpa ada kasih sayang dan kepedulian orang tua ke anak?" Tanya Feni terus terang, selama ini Feni berusaha untuk tidak ikut campur urusan kedua orang tuanya.

__ADS_1


" Maaf kan papi nak" Lanjut papi nya Feni yang tidak sanggup berkata apa apa, setelah mendengarkan isi hatinya Feni yang rindu akan kasih sayang ayahnya.


Feni nangis dalam pelukan papi nya, yang selama ini tidak peduli dengan Feni sama sekali. ibu kandungnya Feni merasa tidak tega mendengar ucapan anaknya, yang selama ini merindukan kasih sayang dan kepedulian dari papi nya


__ADS_2