Budak Cinta CEO

Budak Cinta CEO
Sayang, bagaimana apa kamu mau menerima lamaran aku?


__ADS_3

Mia masuk kedalam rumahnya dan panggil ART nya dan tanya dimana kedua orangnya, membuat Mia langsung ke halaman belakang rumahnya, ternyata benar kedua orang tuanya lagi berenang.


" Kebetulan mereka lagi berenang, oke waktunya cari perhatian ke mereka, tidak bilang jika ada di rumah." Batin Mia langsung siap siap berenang dan gabung bersama kedua orang tuanya mengisi waktu luang, sebelum nanti malam pergi lagi.


Dilain sisi, Nagita senyum bahagia karena barang barangnya sudah dirapihkan didalam kamarnya Bagas, tidak membuat Nagita repot lagi, Nagita melihat Bagas yang berdiri disampingnya


" Terimakasih om sayang, sudah rapih kan barang barang aku, jadinya tinggal ganti baju saja tanpa harus bongkar isi tas lagi." Ucap Nagita bahagia, langsung peluk Bagas karena sudah disusun barang barangnya


" Sama sama sayang, sudah ganti baju dulu sebelum kita menikmati waktu kebersamaan kita lagi." Ucap Bagas yang ingin melihat Nagita bekerja sebelum melanjutkan jalan jalan berdua


Nagita membiarkan Bagas melakukan aktifitas yang membuat Bagas bahagia, setelah selesai Nagita langsung masuk kedalam kamar mandi, Bagas yang melihat Nagita mandi langsung nyusul Nagita ke kamar mandi.


Dilain sisi, kedua orang tuanya Mia panik saat melihat anak satu satunya kepeleset dan tenggelam kedalam kolam renang, langsung masuk kedalam kolam dan menolong Mia.


" Mia bangun sayang, Mia jangan seperti ini sayang, nanti malam kita ada acara bersama client papi." Ucap papi Mia yang memikirkan acara bersama client nya dari pada mengkuatirkan kondisi Mia.


" Papi ini apa apaan sih, anak lagi seperti ini masih memikirkan acara bersama client, sekarang kita bawa ke rumah sakit Mia nya." Protes mami nya Mia kwartir melihat Mia tidak sadar kan diri

__ADS_1


Papi nya Mia akhirnya gendong Mia dan bawa ke rumah sakit di temani kedua orang tuanya, berharap Mia sadar kan diri.


Dilain sisi, Feni berusaha cuek saat melihat papi nya siap siap ke luar negeri untuk perjalanan dinasnya, Feni masuk kedalam kamarnya, papi nya Feni melihat anaknya jalan begitu saja langsung kesel.


" Anak yang tidak punya sopan santun, tapi bagus deh dari pada harus mendengar protesnya karena jatah uang jajan nya tidak seperti biasanya" Ledek papi nya Feni melihat anaknya yang terlihat kesel


" Harusnya papi bujuk anak sendiri supaya tidak ngambek bukannya bicara seperti itu." Protes mami nya Feni kesel, karena suaminya bener bener tidak peduli dengan anaknya sendiri.


" Malas sekali, sudah saya mau berangkat kerja dulu, jangan hambur hambur kan uang saya secara berlebihan." Tegas papi Feni menatap sinis istrinya yang duduk di tepi kasur


" Ya sudah, hati hati dijalan yah" Lanjut mami nya Feni senyum semanis mungkin, sebelum suami nya pergi untuk perjalanan dinas ke luar negeri.


Dilain sisi, Mami nya Mia kwartir melihat anaknya masih memejamkan matanya, padahal sudah diperiksa oleh dokter, membuat mami nya Mia takut kehilangan Mia


" Tuhan, sembuhkan anak ku, jika Mia sadar kan diri, aku janji tidak akan sibuk dengan pekerjaan lagi dan tidak akan mengabaikan putri kecil ku ini. Waktu aku sepenuhnya untuk Mia dan selalu membuat nya bahagia." Ucap mami nya Mia penuh harap, Mia bisa sadar kan diri dan rela meninggalkan pekerjaannya demi menjalan kan aktifitas bersama Mia.


" Mami yakin tidak ingin menjalan kan bisnis kita disana, bertahan lah mami beberapa tahun lagi, baru kita pindah ke Indonesia. Minimalnya Mia sudah lulus SMU atau kuliah karena biaya pendidikan mahal." Ucap papi nya Mia masih mau mempertahankan karirnya yang sukses diluar negeri

__ADS_1


" Papi, jangan egois terus terhadap anak kita, mami rasa sudah cukup lima belas tahun kita mengabaikan anak kita satu satunya, demi sukses di luar negeri, tapi anak kita pasti kekurangan kasih sayang kita sebagai orang tua. Mami tidak ingin kehilangan Mia dan akan melakukan apapun demi Mia bahagia terutama mengorbankan karir yang susah payah kita jalan kan." Lanjut Mami nya Mia rela mengorbankan karir demi kebahagian Mia.


" Baik lah jika itu pilihan mami, kita akan buka butik di Indonesia saja kalo begitu, supaya kita menghabiskan waktu kita bersama Mia dan tabungan kita untuk biaya pendidikan Mia kalo begitu. Papi juga tidak ingin kehilangan anak kita mami." Lanjut Papi nya Mia berharap anaknya sadar dan kedua orang tuanya rela meninggalkan karirnya demi bisa selalu bersama Mia.


Dilain sisi, Nagita bahagia sekali karena mulai malam ini tidak akan tidur sendirian lagi, dan tidak pernah bermimpi jatuh cinta dengan laki laki yang lebih tua dari Nagita, Bagas membuat nuansa makan malam romantis karena ingin mengajak Nagita menikah.


" Sayang, bagaimana apa kamu mau menerima lamaran aku?" Tanya Bagas berharap Nagita mau menjadi istrinya dan berharap Nagita mau memberikan keturunan untuk Bagas.


" Mau sayang, tapi kita nikah diam diam saja dulu yah, saat aku kuliah semester empat baru mengumumkan pernikahan kita, jika aku belum hamil sayang bagaimana? Jika sudah ngisi yah diumumkan lebih cepat bagaimana?" Tanya Nagita yang ingin temen temennya tahu jika Nagita sudah menikah


" Aku setuju sayang, tapi jangan pakai penghalang apapun yah, biarkan pernikahan kita berjalan dengan sewajarnya, dan kehadiran anak yah jangan kita tolak yah sayang, karena usia aku juga sudah kepala empat sayang. Mau kan?" Tanya Bagas berharap Nagita tidak menunda memiliki anak


" Aku mau sayang, tidak akan menunda memiliki anak, tapi kasih aku kebebasan untuk main bersama temen temen aku yah, selama aku masih sekolah." Lanjut Nagita yang ingin kebebasan walaupun sudah menikah


" Aku setuju sayang, selama kamu bisa imbangi sekolah, tanggung jawab sebagai istri, dan kamu boleh menikmati masa remaja kamu. Terimakasih sayang sudah menerima aku untuk menjadi calon suami kamu." Lanjut Bagas bahagia akhirnya hubungannya bersama Nagita bisa menuju halal.


Bagas pegang tangannya Nagita saking bahagianya karena lamarannya di terima oleh Nagita dan Bagas janji kedua orang tuanya Nagita akan kembali ke Jakarta sebelum Bagas ajak Nagita nikah.

__ADS_1


__ADS_2