
Feni kasih buku pelajarannya untuk Nagita kerjakan soal soal yang sudah Bu guru berikan, Nagita yang sudah memiliki uang jajan lebih banyak dari Bagas tentunya sudah tidak membutuhkan pemberian dari Feni dan Mia lagi.
" Mulai hari ini, kalian tidak bisa lagi perintah saya untuk kerjain tugas kalian lagi, kalian harus usaha sendiri supaya bisa paham apa yang Bu guru berikan soal." Tegas Nagita, yang sudah tidak mau lagi di manfaat kan oleh Feni dan Mia lagi, karena mau beli makanan enak saja.
" Sombong sekali kamu Nagita, baru saja jadi pelayan cafe sudah berani menolak perintah kita? Memangnya gaji kamu berapa sih?" Tanya Feni meremehkan Nagita
" Itu bukan urusan kalian, yang jelas saya sudah menolak dimanfaatkan oleh kalian lagi, selama ini saya cukup bersabar menghadapi kalian, dan sekarang saya sudah tidak butu lagi pemberian dari kalian." Tegas Nagita berusaha tegas, Feni dan Mia semakin memanfaatkan kekurangan dan kebaikan Nagita selama ini.
" Awas kamu kalo minta beliin jajan saat di kantin nanti." Tegas Mia kesal karena Nagita sudah berani menolak perintah nya.
Nagita merapihkan mejanya dan jalan duluan ke kantin sekolah, untuk pertama kalinya Nagita bisa beli makanan enak tanpa harus melakukan perintahnya Mia dan Feni lagi.
" Walaupun pekerjaan ini tidak bener, tapi dengan adanya pekerjaan ini saya tidak lagi dibawah perintah Mia dan Feni lagi demi bisa makan enak seperti ini." Batin Nagita merasa bersyukur sekali, karena akhirnya bisa punya uang jajan banyak, bisa bebas beli apapun yang diinginkan Nagita.
Saat Nagita antri beli shushi dan makanan khas Jepang lainnya, Mia dan Feni datang membuat kedua temennya kaget dan heran melihat Nagita ada di stand makanan mahal.
" Lo bisa beli itu? Hebat sekali lo, cuman pelayan cafe bisa beli makanan mewah seperti ini?" Tanya Feni dengan sombongnya dan meremehkan Nagita.
" Hey, sombong sekali, walaupun pelayan cafe juga gajinya lumayan besar kali, jangan norak seperti itu dengan urusan orang, selama saya tidak minta ke kalian kenapa tidak beli makanan enak." Ucap Nagita berusaha tenang, dan harus bisa melawan kesombongannya Feni supaya tidak direndahkan lagi apa lagi di tempat umum.
" Baru dapat gaji UMK saja belagu, kita bisa mendapat kan uang segitu dalam sehari, tinggal minta ke orang tua langsung di transfer." Ucap Mia tidak mau kalah pamer didepan Nagita.
__ADS_1
" Tentu beda lah minta dengan usaha sendiri, kalo masih bisa minta ke orang tua jangan belagu, belagu itu jika diri sendiri mampu memiliki uang banyak dari usaha sendiri baru membanggakan didepan orang lain." Lanjut Nagita yang tidak mau kalah adu mulut.
Byur, Feni siram air dingin didepan Nagita saking keselnya, karena Nagita sudah berani menjawab ucapan Feni dan Mia didepan umum seperti ini.
" Berani sekali lo bicara seperti itu ke gue" Bentak Feni tidak terima, jika Nagita semakin melawanya
" Ada ribut ribu apa ini?" Tanya kepala sekolah tiba tiba datang, kepala sekolah mendapat kan laporan kalo Nagita ribut dengan Feni dan Mia.
" Lebih baik kita ke kantor bapak saja, kalo disini kasihan temen temen, seharusnya pada makan ini justru tontonin keributan yang norak seperti ini." Ucap Nagita melihat Feni dan Mia dengan sinis.
" Baik lah, kalian bertiga ke ruangan saya sekarang.' Lanjut Kepala sekolah, heran ketiga muridnya berantem bukannya pada makan
" Baik pak" Lanjut Mia dan Feni pasrah, Feni merasa dipermalukan ditempat umum, akan membalas Nagita jika waktunya tiba.
" Demi Nagita bu, supaya anak kita tidak usah kerja lagi, masih SMU sudah memikirkan uang jajan. Seperti ini kan. Supaya kehidupan kita jauh lebih baik Bu, apa sebaiknya Nagita kita ajak saja ke sana Bu, sekalian pindah sekolah kan? Mumpung Nagita masih kelas satu kan Bu." Ucap bapak nya Nagita berusaha membujuk istrinya
" Yah sudah kita ajak Nagita juga, pindah rumah dan pindah sekolah juga, jika Nagita sendirian disini ibu tidak tega pak, masa anak sekecil Nagita harus hidup mandiri. Sampai Nagita lulus SMU baru susul kita kan." Ucap ibu nya Nagita, yang tidak ingin membiarkan anaknya kesepian tinggal sendirian di rumah.
" Yah sudah, kita tinggal nunggu Nagita pulang sekolah kalo begitu Bu." Lanjut bapak nya Nagita bahagia, karena istri nya juga mau tinggal di luar kota
Orang tua mana yang tega meninggalkan anak perempuan masih kecil sendirian, tinggal jauh dan mengurus semuanya sendirian. Itu lah yang difikirkan ibu nya Nagita. ibu nya Nagita siap siap berangkat kerja karena sudah siang, dan harus mengantar kan cucian tetangga.
__ADS_1
Dilain sisi, Nagita menceritakan awal mulanya ribut di kantin tadi, membuat kepala sekolah menatap Feni dan Mia dengan tatapan tajamnya, bagaimana tidak mereka yang sombong dan mereka sendiri yang marah karena ada yang berani menjawab kesombongannya.
" Kalian kalo malas mengerjakan tugas sekolah, yah jangan paksa temen kalian dong, kalian disini sama sama masih belajar jangan saling memanfaatkan, apa lagi suruh temen kerjain tugas sekolah demi mendapatkan makanan enak, jadi seenaknya seperti itu. Dan saat temen mampu mandiri untuk beli makanan mahal, jangan direndahkan ditempat umum, dan di hina sesuka hati kalian. Bagus kan Nagita bekerja demi bisa beli makanan enak, supaya tidak lagi mengerjakan tugas kalian lagi. Bapak justru bangga dengan Nagita yang mau bangkit dari kekurangannya, bukannya di rendahkan dan dihina seperti tadi." Tegas kepala sekolah, yang paling kesel dengan adanya pembullyan, karena temen tidak mampu bukan berarti harus di bully didepan umum.
" Bapak tidak mau ada keributan seperti tadi lagi, biarlah Nagita tidak mengerjakan tugas kalian, karena Nagita sudah mampu beli makanan yang dia ingin kan. Feni dan Mia rajin lah belajar supaya kalian bisa menguasai mata pelajaran yang diberikan guru guru disini, kerjakan semampu kalian, bapak yakin semakin kalian rajin belajar pasti kalian akan seperti Nagita yang mampu memahami pelajaran.kok." Sambung kepala sekolah, yang berusaha bersikap bijaksana dan tidak dengan emosi menghadapi murid muridnya.
" Baik pak" Ucap Feni dan Mia, cuman itu yang bisa dijawab oleh Feni dan Mia, karena mereka tidak mau salah jawab justru akan jadi masalah ke diri mereka sendiri.
" Yah sudah kalian boleh kembali ke kantin, waktu istrirahat tinggal setengah jam lagi." Lanjut kepala sekolah yang sebenarnya kasihan jika Feni, Mia, dan Nagita. Tidak makan karena ribut tadi.
" Baik pak, kalo begitu saya permisi dulu." Ucap Nagita sopan, Nagita jalan duluan keluar dari ruang kepala sekolah.
Feni dan Mia langsung nyusul Nagita keluar dari ruang kepala sekolah, Mia langsung pegang tangannya Nagita dengan kuat, membuat Nagita berusaha melepas kan tangannya Mia.
" Lepas kan, kalian masih pelajar bukan pereman yang bisa kadar seperti ini, terima saja kenyataan jika saya sudah tidak ingin di manfaatkan oleh kalian lagi, dan di hina oleh kalian lagi. Selama saya tidak merugikan kalian yah sudah lah bersikap bodo amat." Tegas Nagita, berusaha tegas karena tidak mau terlihat takut karena Feni dan Mia akan kembali seenaknya ke Nagita.
" Jangan harap hidup Lo, bisa seperti ini terus. Kita pastikan Lo akan dikeluarkan dari cafe tempat Lo kerja. Dan saat Lo tidak memiliki uang lagi, kita akan semakin parah menghina Lo mengerti." Tegas Mia yang tidak terima dipermalukan karena jawabannya Nagita yang seenaknya.
" Uang bisa beli segalanya, dengan uang kita bisa menghancurkan Lo dan ke sombongan Lo, baru mendapat kan gaji UMK saja belagu." Ucap Feni tidak terima jika ada yang berani melawannya.
" Enak saja kalian bicara, kalian dengan bebas belagu dan memanfaatkan saya, disaat saya mampu dan bisa melawan kalian tidak terima, jangan seperti itu jadi orang. Kalian hidup saling membutuhkan bantuan orang lain, jangan seenaknya ke orang lain terus menerus." Lanjut Nagita, berusaha santai, Nagita langsung pergi begitu saja dari pada masih ladenin Feni dan Mia. Yang sia sia.
__ADS_1
Mia dan Feni mengatur strategis untuk mempermalukan Nagita dan membalas ucapan Nagita tadi, Feni dan Mia tidak akan membiarkan Nagita pergi begitu saja, karena Feni masih membutuhkan Nagita untuk mengerjakan tugas sekolah.