
Nagita merapihkan buku sekolah nya untuk besok kembali sekolah, dan membuka satu buku untuk dibaca Nagita. disaat lagi fokus belajar tiba tiba merasa mual dan langsung jalan ke kamar mandi, memuntahkan isi perutnya.
" Astaga muntah lagi, semoga besok aman saat berangkat ke sekolah, bisa bahaya jika ada yang curiga melihat kondisi aku seperti ini." Ucap Nagita dengan lirih, langsung membersihkan wajahnya.
Nagita keluar dari kamar mandi, dan berusaha melanjut kan belajarnya karena besok sudah mulai masuk sekolah.
Dilain sisi, Bagas melihat Natasya nasihat di rumah nya langsung tarik tangannya Natasya untuk keluar dari rumahnya Bagas.
" Mau kamu apa sebenrnya hah? kamu yang selama ini mencampakkan saya, dan kamu tidak ingin meninggal kan pekerjaan kamu dan sekarang datang lagi? mau kamu apa sebenarnya?" Tanya Bagas semakin kesal melihat Natasya yang tidak jelas
" Mempertahankan pernikahan kita dan ngajak kamu untuk pindah ke US, kita bisa sukses bersama di sana. dan aku bisa menjadi istri yang seutuhnya untuk kamu" Tegas Natasya yang ingin mempertahankan pernikahan dan mempertahankan pekerjaannya
__ADS_1
" Mana ada suami yang mengalah untuk istrinya hah? jangan bercanda kamu Natasya, yang ada istri yang nurutin keinginan suami, karena suami kepala keluarga yang memberikan nafkah, memberikan kebahagian dan perhatian untuk istrinya.bukan sebaliknya, kamu fikir pekerjaan saya dibawah kamu yang bisa kamu atur? merendah kan sekali kamu jadi perempuan, enak saja ngatur suami sesuka hati." Tanya Bagas kesal, karena bisa bisanya Natasya minta Bagas untuk pindah ke US.
" Tinggal masalah lah sayang, demi mempertahankan rumah tangga kita, soal anak kecil itu tinggal kan saja dia karena dia tidak pantas untuk kamu, kita bisa hidup berdua bahagia di US." Lanjut Natasya yang masih mempertahankan keinginan nya.
Plak satu tamparan mendarat sempurna di pipinya Natasya, Bagas semakin kesel mendengar ucapannya Natasya yang semakin tidak masuk akal
" Riki kamu usir perempuan gila dari sini, pastikan dia naik pesawat dan pastikan perempuan gila ini tidak muncul lagi di kehidupan saya dan Nagita, dan pastikan perempuan gila ini tidak ganggu calon istri saya, awasi apapun yang dia lakukan selama di US." Tegas Bagas semakin kesel melihat Natasya semakin terobsesi, mau mempertahankan pernikahan tapi sesuka hati dia, Natasya fikir Bagas laki laki apaan.
" Baik tuan" Ucap Riki langsung pegang tangannya Natasya dengan kuat, membuat Natasya merasa sakit ditangannya
Riki tidak mendengar ucapannya Natasya dan langsung tarik paksa tangan Natasya untuk meninggal kan rumahnya Bagas, sedangkan Bagas sendiri tidak peduli peduli sama sekali. bagi Bagas sekarang kebahagian, keselamatan dan kesehatan Nagita jauh lebih penting bagi kehidupan Bagas, bukan lagi Natasya yang sudah dianggap masa lalu untuk hidupnya Bagas
__ADS_1
Bagas langsung masuk kedalam rumah dan melihat Nagita sekarang, karena dari tadi Nagita di tinggal sendirian didalam kamar.
Dilain sisi, Mia diajak jalan jalan ke Mall bersama kedua orang tuanya, Mia bener bener menikmati perubahan sikap kedua orang tuanya sekarang lebih perhatian ke Mia dan bisa meluangkan waktunya untuk Mia
" Mia mau beli apa sayang?" Tanya mami nya Mia melihat anaknya
" Mia mau beli boneka mi, selama ini Mia ingin sekali dibelikan boneka oleh mami." Ucap Mia dengan lirih, karena selama ini orang tuanya tidak pernah membelikan mainan secara langsung, selalu memberikan uangnya saja karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya
" Boleh sayang, Mia mau boneka apa?" Tanya Mami nya Mia sedih, mendengar ucapan Mia yang ternyata selama ini Mia ingin sekali dibelikan boneka dan mainan secara langsung oleh mami nya, bukan memerintah kan orang lain untuk membelikannya untuk Mia
" Boneka Doraemon, boneka hello Kitty, dan boneka berby Mami." Lanjut Mia lirih, Mia nahan untuk tidak nangis di tempat umum karena bahagianya akhirnya bisa merasakan dibelikan boneka secara langsung oleh mami nya.
__ADS_1
" Boleh sayang, pilih lah boneka yang kamu ingin kan sayang." Lanjut Mami nya Mia menetes kan air mata penyesalan karena selama ini mengabaikan anaknya, demi fokus bekerja tanpa memikirkan perasaannya Mia sama sekali
Mia langsung ambil boneka yang diinginkan nya selama ini, selama ini Bik Sumini selalu berusaha memberikan boneka untuk Mia tapi selalu di tolak karena ingin dibelikan secara langsung oleh mami nya