
Bagas bantuin Nagita melihat barang bawaannya Nagita dan bik Sumini bawain makanan untuk Nagita, terutama tidak membuat Nagita mual selama di sekolah.
" Pakai masker sayang, supaya menghindar kamu tidak mual sayang, dan kata bik Sumini makanan ini aman untuk kamu makan tidak membuat mual. kamu makan didalam kelas saja yah, ada air mineral juga dan jamunya jangan lupa di minum setelah makan." Ucap Bagas yang sudah lega karena yang dibawa oleh Nagita sudah lengkap semua didalam tasnya
" Baik sayang, terimakasih yah om sayang sudah semaksimal mungkin jagain aku yah." Ucap Nagita lega dan bahagia karena Bagas tidak cuek saat Nagita mau berangkat sekolah mau periksa lagi barang bawaannya.
" Sama sama sayang" Lanjut Bagas, Bagas bantuin Nagita untuk berdiri, dan gandeng tangan nya Nagita untuk jalan menuju mobil yang sudah disiapkan oleh supirnya Bagas.
Bagas sengaja tidak bawa mobil sendirian, karena Bagas mau duduk di kursi belakang pastikan Nagita baik baik saja didalam mobil.
Bik Sumini melihat Bagas begitu memperhatikan dan melindungi Nagita saat tahu lagi ngisi, ikut bahagia karena Bagas tidak seenaknya dan tidak cuek sama sekali.
__ADS_1
" Alhamdulillah tuan memperhatikan nyonya dengan baik, andaikan seperti ini ke nyonya Natasya pasti lebih beda lagi perhatiannya disayangkan nyonya mengabaikan keinginan tuan, padahal mengandung tuh enaknya seperti itu yang dialami nyonya Muda sekarang" Ucap bik Sumini menyangkan sikap cueknya Natasya yang tidak mau punya anak sama sekali.
Bik Sumini langsung melanjutkan merapihkan rumah setelah melihat majikannya berangkat kerja dan berangkat sekolah.
Dilain sisi, Mia menceritakan perubahan yang dialami oleh orang tuanya, mau menjual semua aset perusahaan dan bisnisnya demi mau tinggal di Indonesia selamanya.
" Selain itu, mereka juga mau buka butik di Indonesia saja, orang tua gue terutama nyokap gue mau selalu anter dan jemput gue ke sekolah, dan mau ajak gue jalan jalan katanya. Gue bahagia sekali akhirnya tragedi gue tenggelam membuat kedua orang tuanya jadi berubah lebih baik seperti ini, bodohnya gue tidak melakukan dari dulu, mungkin gue tidak akan merasa kesepian sampai nekat cari perhatian mereka dengan cara tenggelam dulu." Ucap Mia yang dulu tidak mendapatkan ide untuk membuat kedua orang tuanya sadar, jika Mia membutuh kan perhatian bukan sekedar uang saja.
" Sabar yah Feni, lo bisa bahagia dengan cara lo sendiri walaupun tanpa ada perhatian dari kedua orang tua lo. Lanjut Mia merasa prihatin karena kedua orang tuanya Feni sama sekali tidak bisa berubah sama sekali.
Feni ngangguk sedih dan tidak tahu lagi harus bagaimana mendapat kan perhatian dari kedua orang tuanya, Feni buka buku dari pada ngobrol bersama Mia akan membuat Feni semakin sedih nantinya.
__ADS_1
Dilain sisi, Bagas melihat mobil bodyguard nya sudah sampai di sekolahnya Nagita, membuat Bagas dan Nagita langsung turun dari mobil dan jalan menuju bodyguard nya.
" Jangan lengah sama sekali yah, awas terjadi apapun dengan Nagita dan jadi masalah." Ucap Bagas melihat bodyguard yang diperintah kan untuk menjaga Nagita selama di sekolah.
" Siap tuan, kita akan siaga, oh yah nona jangan dilepas yah cctv nya supaya kita bisa mendengaar dengan jelas apapun yang disampaikan oleh nona." Ucap bodyguard melihat Nagita pakai masker
" Iyah tenang saja, yah sudah om sayang, aku masuk kedalam sekolah dulu yah, om sayang semangat bekerja hari ini." Ucap Nagita Salim ke Bagas
" Kamu juga belajar yang rajin, hati hati yah sayang." Ucap Bagas mencium keningnya Nagita.
Nagita langsung jalan menuju gerbang sekolahnya, untungnya tempat Nagita turun dari mobil sepi membuat Nagita aman ngobrol dengan Bagas dan boduguard.
__ADS_1