Budak Cinta CEO

Budak Cinta CEO
Bapak kamu bisa beliin handphone sebagus itu


__ADS_3

Bagas melihat Nagita merapihkan rambut dan make-upnya senyum bahagia melihatnya, Bagas tidak merasa sia sia minta Nagita untuk bekerja untuknya saat ini.


" Sayang, aku sudah mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk ibu dan bapak kamu, dengan begitu setiap malam kamu bisa belajar dan kerja di rumah aku, tanpa rasa takut sama sekali." Ucap Bagas lega, karena Eki mendapatkan ide untuk orang tuanya Nagita.


" Serius sayang? Memangnya pekerjaan apa sayang?" Tanya Nagita penasaran, Nagita merapihkan perlengkapan make-upnya dan dimasukin kedalam tasnya


" Jadi tukang kebun sayang, ada di kota Malang dan lumayan jauh dari sini, kamu cukup yakin kan kedua orang tua kamu, jika kamu baik baik saja di tinggal sendirian di rumah, dan kamu setiap liburan sekolah di usahakan main ke tempat kerja orang tua kamu bagaimana?" Tanya Bagas berharap Nagita setuju dengan rencana nya Bagas.


" Aku setuju sayang, aku akan lakukan apa yang kamu minta, aku tidak sabar sayang belajar dan kerja di malam hari di rumah kamu." Lanjut Nagita, yang tidak sabar ingin ke rumahnya Bagas, dan penasaran dengan fasilitas yang Bagas miliki


" Oke sayang, sekarang masuk sana ke sekolah, belajar yang rajin yah, nanti siang aku jemput yah sayang." Lanjut Bagas langsung mencium keningnya Nagita.


Nagita senyum bahagia melihat Bagas, dan langsung keluar dari mobilnya Bagas dan jalan dengan santai jalan ke sekolah, Bagas yang sudah tidak melihat Nagita langsung mengendarai mobilnya untuk meninggal kan sekolahnya Nagita sebelum ada yang curiga.


Dilain sisi, Eki pura pura telefon seseorang, Eki melihat kedua orang tuanya Nagita keluar dari rumah, dan pura pura menawarkan pekerjaan untuk jadi tukang kebun di perkebunan milik Bagas.


" Tapi kami punya anak perempuan satu satunya pak, masa kamu tinggalin anak kami sendirian disini?" Protes ibu nya Nagita, menolak tawaran kerja diluar kota.

__ADS_1


" Padahal gajinya lumayan loh bapak dan ibu, diatas UMR di sini loh. Kalian bisa punya banyak uang untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah." Ucap Eki sengaja memberikan gaji besar, sesuai perintah Bagas supaya kedua orang tuanya Nagita tergiur dengan tawarannya Eki


" Saya setuju pak, demi bisa memenuhi kebutuhan anak kami, saya rela kerja jauh supaya anak saya tidak usah kerja lagi." Ucap bapak nya Nagita, yang ingin merubah kehidupan anak dan istrinya lebih baik.


" Bapak yakin mau tinggalin Nagita sendirian disini pak? Ibu tidak tega pak?" Tanya ibu nya Nagita ragu meninggal kan Naagita tinggal sendirian di rumah.


" Kalian bahas saja dulu bersama anak kalian, bagaimama baiknya untuk terima tawaran saya, ingat bapak dan ibu mendapatkan gaji besar itu tidak mudah di dapat. Ini kartu nama saya jika kalian setuju bisa langsung hubungi saya saja." Lanjut Eki memberikan kartu nama, yang dibuat oleh Eki mendadak, Eki tidak akan memberikan kartu nama yang sebenarnya


" Baik pak, saya akan bahas bersama anak saya, jika anak saya ikut pindah pun tidak masalah pak" Lanjut Bapak nya Nagita mau terima tawaran pekerjaan yang diberikan Eki


" Yah sudah kalo begitu, saya pamit dulu dan saya harap ada kabar baik dari ibu dan bapak. Permisi." Lanjut Eki langsung masuk kedalam mobilnya, Eki yakin bapak nya Nagita mau terima tawarannya karena gaji lebih besar ditawarkan oleh Bagas.


" Bapak Lo bisa beliin handphone sebagus itu? Hebat sekali yah tiba tiba sekali loh?" Tanya Feni dengan sombongnya, Feni menatap sinis kearah Nagita


" Saya beli handphone dari gaji saya sendiri, dari kemampuan sendiri. Memangnya kalian masih minta dari orang tua kalian." Ucap Nagita dengan sombongnya, Akhirnya Nagita bisa membalas kesombongan kedua temennya.


" Hebat sekali, kerja apa Lo sampai bisa beli handphone sendiri?" Tanya Mia heran, karena selama ini Nagita tidak pernah cerita jika sudah kerja.

__ADS_1


" Kerja di cafe lah, saya selama ini nabung demi beli handphone kenapa? Iri yah tidak bisa mandiri seperti saya?' Tanya Nagita semakin sombong, Nagita belum keluarin kalung seperti Feni dan Mia miliki, jika sudah keluarin kalung berlian, Nagita yakin kedua temennya akan pingsan melihatnya


" Karyawan cafe saja sombong, awas Lo pasti akan kita kerjain. Baru beli handphone saja sudah belagu lo" Lanjut Feni tidak suka melihat Nagita sombong, Feni langsung ajak Mia kembali ke tempat duduknya.


" Mereka memang aneh, disaat mereka sombong dan pamer boleh, tapi disaat saya sombong dan pamer mereka marah bahkan sampai ngancem segala." Batin Nagita kesel, melihat Feni dan Mia marah karena Nagita bisa balas kesombongannya.


Nagita masukin handphone nya kedalam kantongnya, Nagita memberikan password di handphone nya karena takut ketahuan pekerjaan Nagita yang sebenarnya.


Dilain sisi, Bagas senyum puas mendengar laporan dari Eki, bahwa bapak nya Nagita setuju dengan tawaran Eki berikan tapi berbeda dengan ibu nya masih ragu meninggal kan Nagita sendiri di rumah.


" Saya yakin besok kedua orang tuanya Nagita telefon kamu, karena saya sudah kasih tahu ke Nagita untuk terima tawaran yang kamu berikan ke orang tuanya, karena saya tidak mau menunggu lama Nagita bisa kerja di rumah saya malam malam." Ucap Bagas, Bagas tidak masalah memberikan banyak uang untuk keluarganya Nagita, selama Bagas bangga dan tidak merasa kesepian tidak jadi masalah.


" Anda sudah mempersiapkan jawaban ternyata, baik lah kita tunggu besok Nagita membujuk orang tuanya. Siang ini mau ketemu Nagita di mana?" Tanya Eki melihat Bagas, yang lebih ceria semenjak kehadirannya Nagita, walaupun karena pekerjaan, tapi mampu membuat Bagas selalu ceria dan tidak terlihat murung lagi.


" Di cafe saja, tapi Nagita bilang jika ketahuan dia naik mobil, kamu pura pura jadi supir taxi online atau supir saya harus pura pura, supaya tidak ada yang curiga." Lanjut Bagas yang setuju dengan keinginan Nagita demi keamanan bersama


" Baik lah, kalo tidak ada pekerjaan, saya mau jemput Nagita pak, tapi kalo ada pekerjaan biar supir anda saja yah yang jemput Nagita." Lanjut Eki yang tidak mau pekerjaannya di ganggu karena urusan pribadinya Bagas, karena Eki berusaha profesional menjalan kan pekerjaannya, jadi Eki tidak ingin mengabaikan pekerjaan demi urusan pribadinya Bagas.

__ADS_1


" Iyah sih, saya mengerti kok, saya cuman kasih tahu saja apa yang harus dilakukan, Nagita nanti kamu bawa ke rumah saya yah, karena kalo di apartemen takut ada yang kenal dengan Nagita. Kasihan dia kalo sampai temen temennya tahu pekerjaan Nagita yang sebenarnya." Lanjut Bagas yang ingin semuanya aman aman saja


" Oke bos, saya akan bawa ke rumah anda deh." Lanjut Eki merasa lega, karena jarak sekolahannya Nagita dan rumahnya Bagas tidak terlalu jauh, jadi tidak memakan banyak waktu di jalan.


__ADS_2