Budak Cinta CEO

Budak Cinta CEO
Terimakasih sudah menjadi istri yang pengertian, memberikan aku keturunan, aku akan membahagiakan ka


__ADS_3

Bik Sumini membantu merapihkan rambutnya Nagita karena hari ini Nagita resmi menikah dengan Bagas, membuat Bik Sumini bahagia melihatnya, karena majikannya tidak lagi menjalan kan hubungan tanpa status bersama Nagita.


“ Akhirnya tuan mau meresmikan hubungan kalian yah, bibik ikut bahagia melihatnya” Ucap Bik Sum terus terang, karena Nagita bener bener membuat Bagas merasa bahagia dan lebih sering pulang ke rumah, tidak lagi


merasa sendirian di rumah ini.


“ Iyah bik Alhamdulillah sekali, tinggal bagaimana caranya supaya kandungan saya ini tidak membuat saya dibully oleh temen temen saya di sekolah bik, saya tidak siap mendengar bullyan dari orang lain bik” Ucap Nagita terus


terang, Nagita menerima ajakan Bagas karena ingin mendapatkan kehidupan lebih baik, bukan menerima hinaan dari orang lain.


“ Jangan difikirkan Nagita, ingat ibu hamil itu tidak boleh banyak mikir, dan selalu santai saja menghadapi apapun masalah yang dihadapinya, demi tumbuh kembang anak nona Nagita, ingat nona anak pertama nona


sangat lah dinantikan oleh tuan Bagas.” Lanjut Bik Sumini yang tidak ingin Nagita terlalu banyak berfikir dan anaknya yang kenapa kenapa nantinya.


“ Iyah bik, saya juga tidak ingin anak saya kenapa kenapa karena ibu nya terlalu banyak berfikir” Lanjut Nagita ngelus lembut perutnya yang masih rata


Bik Sumini senyum lega melihat Nagita tidak cemberut lagi, Bik Sumini melanjutkan menghiasa rambutnya Nagita, sebelum ketemu dengan Bagas

__ADS_1


Dilain sisi, Bagas merasa lega karena persiapan pernikahannya sudah selesai, membuat Bagas tidak sabar mengucapkan ijab Kabul dan segera halal bersama Nagita.


“ Bagaimana dengan orang tuanya Nagita? Kapan mereka kembali ke sini?” Tanya Eki melihat Bagas merepihkan jasnya


“ Sebentar lagi rumahnya selesai di siapkan, baru setelah itu kedua orang tuanya pindah ke rumah baru, Karena jika masih ada di rumah lama, kasihan mereka akan jadi bahan bullyan para tetangga, Karena saya dan


Nagita nikah diam diam dulu, baru meresmikan pernikahan kita, apa lagi sekarang Nagita masih kelas dua SMU kan, supaya tidak menambah beban fikiran orang tuanya Nagita.” Ucap Bagas yang tidak ingin menimbulkan masalah apapun, dan berusaha menjaga nama baik orang tuanya Nagita.


“ Baik lah, jika sudah waktunya bilang saja yah, saya akan perintah kan bodyguard  untuk jemput


mereka, dan langsung dibawa ke rumah baru mereka” Lanjut Eki faham dengan keinginan Bagas, dan merasa bangga karena Bagas tidak egois sama sekali.


Dilain sisi, Aya merasa heran mendengar ucapan tetanggangnya Nagita, bilang kalo Nagita dan kedua orang tuanya sudah lama tidak ada di rumahnya, padahal Aya yakin jika Nagita pulang ke rumahnya.


“ Kalo mereka tidak tinggal disini, terus Nagita selama dua bulan ini tinggal dimana? Selama ini tidak pernah deket dengan Nagita pas main kesini jadi seperti ini, tidak tahu dimana Nagita tinggal?” Tanya Aya merasa aneh dan bingung, Aya langsung masuk kedalam mobilnya, Aya tadinya mau jenguk Nagita karena tadi Nagita terlihat sangat pucat dan lemah sekali selama di sekolah.


Dilain sisi, Acara ijab Kabul pernikahan Nagita dan Bagas berjalan dengan lancar, Bagas memberikan cincin berlian di jari manisnya Nagita, membiarkan Nagita mencium tangannya dan Bagas mencium keningnya Nagita,

__ADS_1


setelah mendengar kata sah dari penghulu.


“ Terimakasih sudah menjadi istri yang pengertian, memberikan aku keturunan, aku akan membahagiakan kamu dan anak kita sampai maut memisah kan kita” Ucap Bagas bahagia sekali, karena akhirnya bisa mendapatkan


istri yang bisa memberikan keturunan, selalu betah dirumah, tidak banyak mau,selalu nurut apapun yang Bagas bilang, dan tidak pernah membantah apapun yang Bagas bilang, membuat Bagas merasa bahagia bisa memiliki Nagita istri kecil yang penurut.


“ Sama sama sayang, terimakasih juga karena om sayang sudah merubah kehidupan aku lebih baik tidak merasa kekurangan sama sekali, mempedulikan orang tua aku, dan mau mempertahan kan hubungan kita, sampai


akhirnya resmi menikah seperti ini, insya allah aku akan selalu menjadi istri yang baik untuk om sayang, dan selalu bisa berbagi kebahagiaan dengan om sayang” Ucap Nagita bahagia sekali, akhirnya bisa punya suami juga, hubungannya akhirnya resmi juga, selalu merasa bahagia didekat Bagas, dan tidak menyangka jika Nagita punya suami jauh lebih tua dari usia Nagita, perhatian, baik, dan mampu memenuhi kebutuhan Nagita dengan maksimal, dan tidak merasa  kekurangan sama sekali, membuat Nagita bener bener bahagia karena masa depannya jauh lebih baik.


Bagas senyum bahagia mendengar ucapan Nagita, Bagas juga merasa bahagia memiliki istri seperti Nagita, dan akan selalu membahagiakan Nagita dan anak anaknya nanti, Bagas merasa bersyukur diusianya yang tidak muda


lagi akhirnya bisa memiliki anak dan istri yang jauh lebih baik dari Natasya, Nagita istri kecil yang sempurna bagi kehidupan Bagas.


Bagas mencium wajahnya Nagita didepan penghulu, Eki, dan Bik Sumini. Tidak peduli dengan tatapan heran mereka, melihat aksi Bagas yang tega teganya mencium Nagita didepan mereka selesai  resmi menikah.


………………………………………………TAMAT…………………………………………….TAMAT………………

__ADS_1


Catatan: Maaf yah ceritanya saya buat tamat, karena cerita Nagita masih anak sekolah, saya tidak ingin lanjut dengan adanya pembullyan dijalan ceritanya, tapi mau happy ending aja, terimakasih yang sudah membaca


novel ini sampai selesai, dan terimakasih yang sudah memberikan kritik dan suka dengan jalan ceritanya.


__ADS_2