
Natasya diam diam kembali ke Indonesia, dan langsung ke rumahnya Bagas, langsung masuk kedalam kamarnya, awalnya Bik Sum melarang Natasya untuk masuk seenaknya, tapi karena Natasya memaksa akhirnya membiarkan Natasya untuk masuk kedalam kamar Bagas.
" Penasaran apa sih yang membuat Bagas mau bercerai, padahal selama ini damai damai saja." Ucap Natasya tidak terima karena di ceraikan begitu saja dengan Bagas.
Natasya melihat tumpukan buku dan alat tulis sekolah di atas meja nya Bagas, dan Natasya langsung senyum sinis melihat barang barang anak sekolah ada didalam kamar nya Bagas.
" Oh karena anak kecil kamu mau bercerai, anak SMU mauan sekali menjadi simpanan om om, kesepian seperti Bagas, tidak bisa sabar menunggu beberapa tahun lagi." Ucap Natasya yang tetep pada pendiriannya, lebih mementingkan pekerjaan, tapi tidak ingin melepaskan Bagas begitu saja.
Natasya tidak ingin acak acak kamarnya Bagas, dan Natasya lebih memilih istirahat di kamar tamu, Natasya sengaja datang ke rumahnya Bagas pakai taxi online, daan mau lihat langsung simpanannya Bagas, yang berhasil membuat Bagas mau menceraikannya.
Dilain sisi Bagas senyum lega melihat Nagita keluar dari tempat bimbelnya, dan jalan menuju mobilnya Bagas. Membuat Nagita mencium tangannya Bagas.
__ADS_1
" Mau langsung pulang atau jalan jalan?" Tanya Bagas melihat Nagita terlihat sangat kelelahan.
" Langsung pulang saja sayang, badan aku terasa lemas sekali, dan tadi aku muntah sayang pas didalam kelas." Ucap Nagita merasa badannya tiba tiba drop
" Astaga muntah dan lemas? Sekarang kita ke rumah sakit sayang, semoga perkiraan aku bener." Lanjut Bagas langsung bahagia dan berharap jika Nagita bener bener ngisi.
Nagita langsung masuk kedalam mobilnya Bagas, Nagita merasa perutnya diaduk membuat Nagita muntah lagi , Membuat Bagas berusaha pijat tengkuknya Nagita. Berharap membuat Nagita merasa lega.
" Dengan senang hati sayang, kita sekarang ke rumah sakit." Ucap Bagas mencium keningnya Nagita, dan langsung menjalankan mobilnya, sesekali Bagas melihat kondisinya Nagita yang sudah mulai mau muntah lagi, membuat Bagas semakin harap harap cemas, dan penantian panjang bisa tercapai, memiliki anak dan bisa memiliki keluarga yang lengkap.
Bagas tidak protes melihat Nagita muntah terus, justru merasa tidak tega melihat Nagita lemah seperti sekarang, karena muntah muntah yang tidak berhenti dari tadi
__ADS_1
Dilain sisi, Feni main ke rumahnya Mia yang mendapat kan kabar, jika Mia berhasil membuat kedua orang tuanya mau melepaskan bisnisnya yang ada diluar negeri, Feni ikut senang karena rencana nya Mia berhasil, dan sedih Feni justru gagal dengan rencananya bahkan Feni dan ibu nya sudah keluar dari rumah papi nya untuk selamanya
" Rasa takut kehilangan Lo, membuat kedua orang tua Lo mau melepas kan kesuksesannya, kalo tidak peduli sama sekali, mereka tidak kan mau meninggal kan karir yang susah payahnya didapat. Selamat yah Mia akhirnya Lo merasakan bahagia ditengah tengah orang tua lengkap dan peduli dengan Lo." Ucap Feni merasa sedih karena papi nya sama sekali tidak bisa dibujuk, untuk menyayangi Feni
" Sama sama Feni, sudah jangan sedih, sekarang kan Lo sudah pergi dari rumah itu, jadi tidak usah memikirkan papi Lo lagi yang tidak memiliki hati sama sekali." Protes Mia, yang tidak mau melihat Feni sedih terus, setiap ingat dan memikirkan papi nya selalu membuat Feni sedih.
" Iyah Mia, saya tidak akan sedih apa lagi memikirkan ayah saya, buang buang waktu dan tenaga saja memikirkan orang yang tidak pernah peduli ke saya." Lanjut Feni yang tidak mau lagi memikirkan ayah nya yang selama ini tidak peduli dengan Feni dan ibu nya.
" Nah bagus itu, kebahagiaan diri sendiri itu jauh lebih penting dari segalanya, karena kalo tidak bisa bahagia yah siapa yang peduli ke diri kita kan." Lanjut Mia yang tidak ingin melihat Feni larut dalam kesedihannya, karena ayah nya terlalu cuek.
Feni ngangguk mendengar ucapan Mia, walaupun Feni merasa iri dan cemburu karena nasip Mia sekarang lebih beruntung, berusaha untuk tidak sedih melihat kebahagian yang akhirnya Mia dapatkan
__ADS_1