
Nagita sudah tidak sabar ingin segera pulang, karena badannya bener bener lemes dan cape sekali, padahal lebih banyak duduk. Nagita jalan menuju mobilnya Bagas.
" Kita langsung pulang saja yah, saya lelah sekali" Ucap Nagita langsung merebahkan badannya di kursi belakang mobil
" Baik nona" Ucap bodyguard langsung menyalakan mobilnya
Nagita memikirkan nasibnya jika berlama lama di sekolah yang sekarang, karena selama ini tidak ada temen yang mau berteman dengan Nagita karena bukan orang kaya, apa lagi sekarang keadaan Nagita yang lagi ngisi tentunya akan semakin banyak pembullyan yang diterima Nagita nantinya.
Dilain sisi, Bagas minta Eki temani ke sekolahnya Nagita untuk ketemu langsung kepala sekolah dan guru di sekolahnya Nagita, untuk membahas Nagita selama mengandung tapi masih bisa menerima pelajaran dari sekolahnya.
" Bagus sekali anda ke sekolah, supaya masalah ke sekolahnya selesai, oh yah kita harus melakukan nikah untuk anda dan Nagita supaya kita bisa karang cerita, jika anda dan Nagita nikah diam diam karena sudah saling cinta, disaat kedua orang tuanya Nagita kerja di luar kota. Bagaimana alasan yang masuk akal bukan? Supaya Nagita juga tidak jadi bahan gosip dilingkungan guru gurunya." Ucap Eki akhirnya mendapat kan ide bagus, untuk menjaga nama baiknya Nagita, supaya tidak di bully karena kesalahannya Bagas.
__ADS_1
" Alasan yang bagus untuk Nagita, yah sudah itu saja yang jadi alasannya, kita akan persiapan nikah dulu hari ini baru ketemu dengan guru sekolahnya, supaya Nagita tidak di cap anak nakal." Ucap Bagas lega karena ide nya Eki bisa melindungi Nagita, supaya nama baik Nagita tetep terjaga.
" Yah sudah, sekarang saya urus pernikahan kalian, dan anda sekarang jemput Nagita di rumah dan siap siap untuk melakukan pernikahan hari ini. Baru besok anda ke sekolah dan bahas status pernikahan kalian bagaimana?" Tanya Eki yang ingin pernikahannya Bagas dan Nagita dilaksanakan lebih cepat
" Ya sudah, sekarang saya pulang dulu, kamu urus semuanya yah, dan kita ketemu di kantor KUA nanti yah." Lanjut Bagas bahagia, karena akhirnya bisa mendapat kan jalan keluar untuk masalahnya, Bagas tidak akan membiarkan Nagita dibully karena kesalahannya Bagas..
Bagas langsung merapihkan meja kerjanya untuk siap siap ngajak Nagita untuk melakukan pernikahan di kantor KUA.
Dilain sisi, Bik Sumini menyiap kan makan siang untuk Nagita, Nagita merasa bahagia sekali karena selama mengandung bisa makan lebih banyak dari biasanya.
" Boleh Bik, dengan senang hati, yang saya dengar bumil bisa memanfaatkan kondisi lagi mengisi untuk makan apapun selama sembilan bulan. Akan saya manfaat kan momentum ini." Ucap Nagita bahagia, karena selama mengandung tidak akan takut gemuk selama sembilan bulan.
__ADS_1
Disaat Nagita dan Bik Sumini ngobrol tiba tiba menoleh kearah pintu dapur, ternyata Bagas pulang cepat membuat Nagita bahagia sekali melihatnya.
" Tumben sekali sayang pulang cepat?" Tanya Nagita melihat Bagas yang senyum melihatnya
" Kita akan melakukan pernikahan diam-diam sayang, sekarang bersiap siap lah untuk ke kantor KUA, Bik sum tolong bantu Nagita yah." Ucap Bagas yang ingin melaksanakan pernikahannya sekarang
" Serius sayang? Tapi kan om sayang belum resmi bercerai sayang? Memangnya bisa?" Tanya Nagita bingung, karena yang Nagita tahu, melaksanakan pernikahan harus berstatus duda, tidak bisa masih punya pasangan menikah lagi. Tanpa restu istri pertama
" Bisa sayang, sudah sekarang siap siap dibantu Bik sum, nanti dijalan akan aku jelaskan semuanya yah. Bik tolong bantu Nagita yah." Lanjut Bagas melihat Bik Sum yang sudah berdiri disampingnya Nagita
" Dengan senang hati tuan, mari nona saya bantu yah." Lanjut Bik Sumini pegang paparbage yang diberikan oleh Bagas.
__ADS_1
" Iyah Bik" Lanjut Nagita pasrah, walaupun tidak mengerti maksud Bagas, tapi Nagita mau ikuti apa yang diminta Bagas sekarang.
Nagita merasa bahagia sekali karena diajak nikah oleh Bagas, itu artinya Nagita punya suami, dan hubungannya Nagita dan Bagas resmi sebagai suami dan istri