Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 28


__ADS_3

πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Lona melangkahkan kakinya menuju dapur. Tubuhnya masih terasa remuk. Tapi, ia tak ingin disiram air atau apapun nanti, untuk itulah Lona memilih bangun sendiri lebih awal. Lona memasang plaster di bibirnya yang sedikit luka akibat ulah tuan Devan tadi malam. Membuat sarapan, Lalu membersihkan sudut-sudut hotel.


Saat ini Lona sedang mengepal lantai. Sedangkan Myla juga nyonya Zeline sedang sarapan. Tumben mereka tidak menyuruh Lona melakukan ini dan itu.


Setelah selesai sarapan, Myla langsung mengantar Nyonya Zeline keluar, mungkin saja akan pulang ke rumahnya.


Siang itu, Lona selesai mengerjakan semua tugasnya sebagai Budak. Lona menghenyakkan bok*ngnya di sofa ruang tamu, guna menetralisir rasa penatnya.


"Lona!" Teriak Myla dari kamarnya.


Aku tak menjawabnya. Tapi, aku langsung bergegas menuju kamarnya. Sampia disana, seperti biasa dia memberikanku bermacam-macam tugas yang pasti akan membuatnya kelelahan.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


1 bulan berlalu, Myla semakin menjadi-jadi. Tak jarang ia akan memukuli Lona. Jika Lona berbuat salah sedikit saja. Kalau Lona melawan, maka Lona-lah yang akan dihukum oleh Tuan Devan.


Tak ingin disakiti 2 kali. Maka, Lona membiarkan Myla berbuat semena-mena padannya. Seperti sore ini, Myla memerintah Lona untuk membersihkan kamar di lantai atas. Sebelumnya di lantai atas itu, tidak dihuni. Sepertinya tuan Devan terlalu malas turun naik tangga yang cukup tinggi itu.

__ADS_1


Tanpa Lona sadari, Myla sudah menyusun rencana untuk membunuhnya. Dengan mendorongnnya kuat saat Lona menuruni tangga nantinya.


Melihat kondisi tangga yang tinggi, pasti tidak ada kemungkinan hidup. Jika, seandainya terjatuh dari tangga itu. Alasan itulah yang membuat tuan Devan lebih memilih kamar tidur yang ada dibawah. Ia enggan tidur di kamar lantai atas. Karena kondisi tangga yang menurutnya cukup seram.


"Lona, ambilkan saya minuman dulu gih! Haus banget ini," ucap Myla memberi perintah.


"Baiklah," jawab Lona singkat. Lalu Lona berjalan keluar dari kamar. Begitu berhati-hati, Lona menuruni satu anak tangga.


Dibelakangnya sudah ada Myla yang siap mendorongnnya dengan kuat.


"Aaaaaakh......,"


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Anna yang berasal dari keluarga kerajaan, tidak mungkin menunjukkan berkas pentingnya untuk melamar pekerjaan. Karena hal itu sama saja dengan mengungkap siapa dia sebenarnya.


Karena tak punya ijazah atau pun berkas penting lainnya. Anna hanya bisa di angkat untuk menjadi Office Girl saja. Tak masalah bagi Anna, itu pekerjaan mudah baginnya. Karena sebelumnya ia juga berprofesi sebagai Office Girl, di perusahaan Aldrich.


Karena semangat yang ia tunjukkan, ia pun langsung diterima kerja hari itu juga. Anna begitu senang, ia bisa melihat sekretaris Aron setiap hari di perusahaan itu.

__ADS_1


Siang itu juga, Anna langsung diberi perintah untuk membersihkan lantai bawah. Sesekali ia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan seorang Pria yang telah merebut hatinya. Anna kecewa karena tak dapat menemukan seseorang yang ia cari.


Sore itu, Anna telah selesai mengerjakan semua tugasnya. Namun sayang, ada saja karyawan lain yang tak suka padanya. Sepertinya sudah menjadi kebiasaan semua perusahaan. Jika ada karyawan baru pasti selalu ditindas.


Semua manusia di perusahaan sudah pulang sore itu juga. Namun Anna tidak, ia diberi tugas oleh seniornya untuk membersihkan semua sudut di sebuah lantai.


Anna tau itu adalah tugas seniornya itu, tapi ia tidak mungkin menolak karena mereka tak akan segan-segan memberinya pelajaran. Coba saja Anna punya keberanian dan kekuatan seperti adiknya Zanna, mungkin Anna tidak akan mudah ditindas seperti ini. Dengan langkah gontai, Anna mulai membersihkan semua sudut di lantai itu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Like, komen, hadiah, dan vote πŸ™


Rate bintang 5 pleaseeeee πŸ™


Maafkan typonya πŸ™


Selamat membaca dan semoga suka πŸ’–


Looe readersss 😘😘😘

__ADS_1


πŸ”₯πŸ‚


__ADS_2