Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 47


__ADS_3

πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


"Asal kau tau Brandi. Gadis malang yang selama ini kau siksa adalah putri kandungmu sendiri. Saat bersamaku Keysha sudah hamil anakmu. Bagaimana kau bisa melupakan gaya pacaran kalian yang ala-ala suami istri." Tutur Hito membuat Brandi begitu terkejut.


"Selamat tinggal Brandi, matilah dengan membawa segala penyesalanmu," tambah tuan Hito lagi. Lalu berlalu dari sana.


"Jadi, itulah sebabnya. Kenapa aku tidak pernah tega untuk membunuhnya. Aku tidak tega untuk membunuhnya, karena dia adalah putriku sendiri. Tuhan, aku mohon izinkan aku untuk tetap hidup sekali ini saja. Izinkan aku tetap hidup Tuhan, agar aku bisa menembus dosa-dosaku terhadap Lona, putriku," batin Brandi berkata. Tak lama, ia pun kehilangan kesadarannya. Dengan setitik air mata menetes dari kedua sudut matanya.


"Bertahan Lona, kakak akan segera membawamu ke rumah sakit," seru Ansel dengan segala kecemasannya.


"A-ayah," tutur Lona lirih.


"Baiklah, kakak akan membawa serta Ayahmu," jawab Ansel pada akhirnya.

__ADS_1


Lona tersenyum lemah mendengar jawaban Ansel. Lalu ia pun kehilanngan kesadarannya. Ansel segera mengangkat tubuh Lona dan membaringkan Lona disamping kemudi. Sesuai janjinya pada Lona, ia juga membawa Brandi. Lagipula ia yakin Brandi tak akan sanggup bertahan dengan luka parah diperutnya.


Setelah semua siap, Ansel segara memundurkan mobilnya dan Langsung tancap gas menuju rumah sakit.


Sementara Devan, masih terus dihajar habis-habisan oleh pengawal tuan Hito. Pengawalnya pun sudah dilumpuhkan oleh anggota mafia Yakuza yang tak lain adalah pengawal tuan Hito sendiri.


Tuan Hito mendekat pada Devan yang sudah tak berdaya.


Dor!


Dor!


"Lihatlah betapa baiknya aku. Aku masih membiarkanmu untuk tetap hidup. Kau harusnya bersyukur bukan? Selamat menyesali perbuatan kejimu Devan. Karena sudah menyiksa orang yang salah." Tutur tuan Hito. Lalu beranjak menuju mobilnya. Para pengawal tuan Hito melepaskan tuan Devan. Dan tuan Devan pun tersungkur di aspal , dengan segala penyesalannya.

__ADS_1


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Sedangkan sekretatis Aron tengah menderita di kantor. Bagaimana tidak menderita, ia telah diberikan obat perangsang oleh pengawal tuan Hito. Syukurlah sekretatis Aron masih sempat menelpon mobil ambulan untuk menolong tuannya yang tengah terluka parah. Mungkin saat ini tuannya telah berada di rumah sakit.


"Shiit ... Sebanyak apa obat yang mereka berikan padaku," umpat sekretaris Aron. Yang kini tengah berada didalam buthub di ruangan kerjanya. Merendam tubuhnya dengan air dingin, ia tentu saja menggigil, tapi hawa panas di tubuhnya tak kunjung reda.


Sekretaris Aron sering tak pulang ke hotel, untuk itulah ruangan tempatnya bekerja terkadang juga menjadi tempatnya untuk beristirahat. Bahkan di ruangannya itu, ada kamar lengkap dengan ranjang juga lemari, yang berisi pakaian kerjanya juga pakaian santainya.


Tuan Hito sangat cerdas, hingga ia tahu siapa dulu yang harus ia lumpuhkan. Dan sekretaris Aron lah yang pertama kali ia lumpuhkan agar tak dapat membantu tuan Devan.


Merasa sudah tak kuat lagi untuk melawan kuatnya obat itu. Sekretaris Aron terpaksa menelpon Anna. Ia tau Anna menyukainya, bukankah itu akan menguntungkan bagi Anna. Pikir sekretaris Aron.


Sekrataris Aron sangat pantang melakukan hubungan seperti itu kepada sembarang wanita. Apalagi harus membayar wanita malam. Itu bukanlah tipenya.

__ADS_1


Dan untuk Kali ini, ia akan melibatkan wanita yang mencintainya. Walaupun ia belum mencintai Anna, tapi lebih baik melakukannya dengan Anna daripada dengan gadis yang tidak ia ketahui identitasnya. Ia bukanlah seorang pria yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja ia akan bertanggung jawab atas Anna, walaupun tidak dengan menikahinya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


__ADS_2