Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 69


__ADS_3

***


"Tuan Devan, tolong bantu saya," mohon Lona. Dengan senang hati tuan Devan mendekat pada Lona, dan akan mengambil alat penyedot asi itu dari lona.


"Tuan mau apa?!" Tanya Lona heran.


"Membantumu memompa asi-nya." Jawab tuan Devan seakan polos.


"Siapa yang meminta tuan melakukannya. Saya cuma minta bantuan tuan, untuk memanggilkan suster. Karena saya ingin dibantu oleh suster." Ucap Lona membuat lesu Devan.


"Oooo, baiklah. Sebentar aku panggilkan," jawab Devan langsung keluar kamar rawat dengan langkah gontai.


"Sekarang, aku merasa ada yang berbeda denganku. Tapi apa ya?" Batin Devan yang tidak sadar akan kebucinannya pada Lona.


Tak lama Devan kembali dengan membawa suster bersamanya.


"Terima kasih atas bantuan tuan, sekarang tuan boleh keluar." Usir Lona.


"Tidak bisa, sayang. Aku harus menjaga Baby Varon. Aku tidak ingin terjadi apa-apa pada putraku." Jawab Devan menemukan alasan yang tepat.


"Kau tenang saja, sayang. Aku akan menghadap Kedinding. Aku berjanji tidak akan melihatmu." Tambahnya lagi. Langsung mengambil posisi duduk disamping tempat tidur putranya.


Lona pun akhirnya membiarkan Devan tetap berada dikamar rawatnya. Ia sudah tidak ingin berdebat, ia hanya ingin rasa nyerinya mereda.

__ADS_1


Si mesum Devan tentu saja melanggar janjinya. Tempat tidur putranya berbahan kaca dan sudah dipastikan ia bisa melihat Lona dengan jelas dari kaca itu.


"Ukurannya semakin besar. Tunggu, kenapa aku jadi semesum ini. Dasar author tidak berguna. Reader hanya memintaku untuk menjadi Bucin, bukan mesum. Kalau kau mau mesum, mesum saja sendiri. Kenapa malah membawaku. Oh citra coolku๐Ÿ˜ญ " batin Devan menyalahkan Author.


Author : Aku menyesal membuatmu hidup. Taukah kau, seharusnya kau yang mendonorkan jantungmu untuk Lona. Dan Lona akan hidup bahagia bersama Ansel. Aku menyesal menyelamatkan hidupmu๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜


***


Malam harinya, Aron pulang ke apartemennya. Seperti biasa, ia berjalan santai menuju kamarnya. Sepertinya ia belum menyadari kepergian Anna.


Setelah selesai mandi, ia menuju dapur untuk makan malam. Biasanya Anna telah membuatkannya makanan super lezat. Mungkin karena perhatian dan keahlian Anna merawatnya yang membuat ia jatuh hati pada sosok cantik itu.


Sampai di ruang makan. Aron kaget karena tidak ada makan malam yang tersaji seperti biasanya.


Aron mulai curiga, berlari ia menuju kamar Anna. Dan masih nihil, tidak ada siapaun didalam sana. Aron segera membuka lemari pakaian Anna, kecurigaannya terbukti kala tak melihat sehelai pakaian pun didalam sana.


Devan terduduk diranjang Anna. Ia mengacak rambutnya kasar.


"Kenapa kau pergi, disaat aku sudah mulai mencintaimu. Kenapa aku begitu bodoh, hingga tidak mengatakan yang sebenarnya, bahwa aku juga mencintainya." Sesal Aron percuma karena Anna telah pergi darinya.


***


Keesokkan paginya :

__ADS_1


Pagi itu cuaca sedikit mendung, angin bertiup cukup kencang. Lona sedang mny*sui baby Varon yang sudah bangun. Sedangkan tuan Devan masih tertidur pulas di sofa. Lona berusaha bangun mengambil baby Varon dengan bersusah payah.


Karena masih mengantuk dan juga lelah, Lona pun kembali tidur. Dengan membiarkan putranya tetap meny*su.


Setelah kenyang. Baby Varon, bermain sendiri disamping Momnya.


Tak berapa lama kemudian, tuan Devan bangun dari tidurnya. Hatinya begitu hangat kala melihat putranya tersenyum menyambutnya. Tapi ia merasa panas kala melihat gundukkan calon istrinya yang tidak berbalut disana.


"Astaga, itu membuatku ingin secepatnya menikah. Wahai reader jangan salahkan bila aku mesum. Salahkan Author yang membuatkan karekter baru untukku. Mesum ini menyiksaku Thor๐Ÿ˜ญ. Cepat nikahkan aku dengannya, aku tidak sangup lagi menahan hasrat ini๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ" batin Devan kembali menyalahkan Author.


Author : Apaan sih Van, loh kenapa nyalahin gue Mulu. Bukan cuma gue yang suka cerita panas. Tapi Lo, reader, sama yang lainnya juga suka. Bener nggk reader?๐Ÿ™ˆ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ


Bersambung ....


.


.


.


.


Like, komen, vote, hadiah, dan rate bintang 5 nya ya ๐Ÿ™๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2