
π₯π₯π₯
"Aku tidak akan memenjarakan Lona, Mom," jawab Devan membuat nyonya Zeline tak percaya. Apakah putrannya itu memaafkan Lona yang telah membunuh calon menantu juga calon Cucunya.
"Apa maksudmu Devan. Perempuan sial itu sudah membunuh calon istri juga calon baby mu. Apa kamu akan memaafkannya begitu saja. Oh ayolah Devan, sadarlah nak. Perempuan sial itu bukanlah perempuan yang baik," kesal nyonya Zeline pada putrannya.
"Aku tidak bilang akan memaafkannya. Aku tidak ingin dia dipenjarakan. Karena, aku sendiri yang akan menyiksanya!" Tutur Devan menekan suarannya murka. Kedua tangannya membentuk kepalan yang siap menghantam siapapun. Bahkan urat-urat dilehernya nampak, menandakan bahwa emosi telah menguasainya.
Melihat raut wajah putrannya yang murka tingkat tinggi. Membentuk seukir senyuman sinis di wajah nyonya Zeline
Lona yang mendengar semua ucapan 2 iblis itu, hanya dapat membekap mulutnya agar tak menjerit kaget. Sekuat tenaga Lona berusaha menahan tubuhnya yang bergetar ketakutan. Menyiksa! Penyiksaan seperti apa yang akan ia dapatkan nantinya. Apakah tuan Devan juga nyonya Zeline akan membunuhnya.
Apakah tuan Devan tega membunuhnya? Memikirkan hal itu, setitik air mata lolos dari sudut matannya.
"Saya tidak bersalah tuan, bagaimana cara saya membuktikannya? Tidak ada saksi mata saat kejadian itu. Ya Tuhan apa ini juga termasuk Ujian dalam hidupku? Apakah kau masih ingin mengujiku tuhan? Aku siap tuhan, berikan ujian apapun padaku. Aku siap melewatinnya Tuhan, aku juga siap jika kau menginginkanku kembali kepadamu. ku serahkan hidupku padamu Tuhan," ucap Lona membatin, dengan berlinang air mata.
Lona segera pergi meninggalkan rumah sakit itu, ia akan mencari cara untuk membuktikan bahwa ia tidaklah bersalah. Hanya satu saksi mata yang melihat kejadian itu. Yaitu Cctv. Tapi sayang, semua cctv di hotel telah di rombak sedemikian ruap oleh Myla. Myla yang memang berencana untuk membunuh Lona, tentu saja telah mempersiapkan segala halnya dengan sangat baik. Termasuk dengan yang namanya cctv.
__ADS_1
Penyiksaan-penyiksaan yang Myla lakukan pada Lona, juga dipastikan tidak ditangkap oleh cctv. Karena memang telah di retas oleh Myla.
π₯π₯π₯
"Devan sayang, kamu tunggu disini dulu ya. Mom mau membelikan sedikit makanan untukmu." Ucap nyonya Zeline lalu pergi menjauh dari Devan.
"Tuan Devan, tolong lakukan registrasi terlebih dahulu." Tutur seorang perawat. Devan mengekor di belakang perawat itu, hingga sampai disana ia segera melakukan registrasi.
Setalah kepergian taun Devan. Dokter yang tadinya menangani keadaan Myla langsung menelpon seseorang. Tak lama beberapa orang berpakaian medis membawa Myla entah kemana.
Orang-orang suruhan telah berhasil membawa tubuh Myla dari sana. Kembali dokter gadungan itu menelpon bosnya.
"Iya tuan, Nona Myla masih hidup. Tuan tenang saja semuanya lancar disini." Ujar dokter itu pada ponselnya.
"Perempuan bodoh itu, bukannya melakukan rencana dengan baik. Malah membaut masalah. Masih untung dia tidak mati," tutur pria misterius diseberang sana.
"Tenanglah tuan. Kita masih beruntung, karena identitas Myla yang sebenarnya belum diketahui oleh Devan. Jadi sudah dipastikan Rencana kita sebelumnya akan tetap berjalan normal," jawab dokter gadungan itu.
__ADS_1
"Baguslah," jawab pria misterius itu lalu memutuskan panggilan.
Setelah mematikan ponselnya. Dokter gadungan itu, tersenyum sini dengan wajahnya yang terlihat sangat menakutkan.
πππ
Ada misteri pada Mylaπ
Like, komen, hadiah, dan vote π
Rate bintang 5 pleaseeeee π
Maafkan typonya π
Selamat membaca dan semoga suka π
Lope readersss π
__ADS_1
Follow Ig Author @Oniya_99
π₯π