Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 37


__ADS_3

πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Keesokkan paginya :


Byuuurrrr......


Seember air, membasahi semua tubuh Lona. Yang kala itu tergeletak di depan samping pintu kamarnya.


"Benar-benar tidak berguna. Apa gunamu dirumah ini ha! Sudah hampir siang belum juga bangun," bentak nyonya Zeline, bertolak pinggang.


Lona mengucek matanya pelan. Tubuhnya sudah menggigil saat ini, karena kedinginan.


"Ada apa Mom?" Tanya tuan Devan yang beru keluar dari kamarnya.


"Kamu lihat, perempuan sialan ini. Sudah jam segini belum juga bangun, diaharus Mom berikan pelajaran," kata nyonya Zeline akan memjambak rambut gelombang Lona.


"Jangan kotori tangan Mom. Biar Davan sendiri yang akan memberikannya pelajaran," ujar tuan Devan, langsung menyeret Lona kasar.


Lona tak lagi berontak ataupun berteriak. Tenaganya sudah tak ada walau hanya untuk bicara seklipun.


Lona kaget, karena tuan Devan membawanya hingga ke kamarnya. Menyadari hal yang tak baik, Lona langsung berusaha untuk berontak. Tapi tenaganya benar-benar tidak cukup.


Tuan Devan menghentakkan tubuh Lona keatas ranjangnya. Lona ketakutan, Lona takut bila tuan Devan akan melecehkannya. Lona memundurkan tubuhnya, kala melihat tuan Devan sudah melepaskan ikat pinggangnya. Namun, dugaanya salah.


Tuan Devan bukanlah akan melakukan pelecehan terhadapnya. Melainkan, mencambuknnya dengan ikat pinggang yang tadi dilepasnya.

__ADS_1


Plaaak.....


"Ini untuk pembalasan calon istriku yang telah kau bunuh," ucap tuan Devan mencambuk punggung Lona.


Plaaak.....Plaaak...


2 kali cambukkan masih ditempat yang sama.


"Ini untuk calon bayiku, yang telah kau bunuh," Lona mencoba beringsut kesamping, guna menghindari cambukkan tuan Devan namun usahanya sia-sia, karena ikat pinggang yang panjang. Sangat mudah bagi tuan Devan untuk mencambuk Lona lagi dan lagi.


Plaaaakk.....


"Dan ini untuk kamatian Ayahku," teriak tuan Devan, suarannya menguasai kamar itu. Cambukkan yang terakhir membuat Lona tersungkur dengan tangisnya yang pecah.


Tuan Devan mengatur nafasnya yang tersengal akibat emosinya yang terlalu tinggi. Ada sedikit rasa kasian melihat Punggung gadis yang kini sudah robek-robek bajunnya. Tampak darah segar mengalir dari sana, dan membuatnya tersadar atas apa yang telah ia lakukan barusan.


"Sudah Devan, biarkan dia. Ingatlah nak, dia adalah pembunuh yang telah merengut nyawa orang-orang yang kau cintai. Dia tidak pantas mendapatkan bekas kasihn darimu. Ayo kita ke ruang makan. Kamu belum sarapan bukan," tutur nyonya Zeline, membawa putranya keluar dari kamar itu.


Lona mencoba untuk bergerak. Namun punggungnya terasa sangat sakit juga perih. Tak lama, kepalnya terasa berputar-putar, dadanya terasa begitu nyeri. Pandangnya mulai buram hingga akhirnya gelap. Dan Lona tak sadarkan diri di ranjang tuan Devan.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Beberapa saat kemudian :


"Mom tinggal dulu ya sayang. Mom lupa, ada Arisan sama temen-temen. Kamu ingat kata Mom, jangan kemakan sama ucapan wanita sialan itu. Kamu paham kan?" Tanya nyonya Zeline meyakinkan sang putra.

__ADS_1


"Aku paham, Mom. Aku tidak mungkin memaafkannya begitu saja," ucap tuan Devan mengepalkan tangannya membentuk tinjuan.


"Bagus nak, Mom pergi dulu," ujar nyonya Zeline lalu mengecup kening putra tersayanganya itu.


Setelah kepergian sang Mommy, tuan Devan melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Memutar ganggang pintu, dan mulai membukanya. Berjalan perlahan ia mendekati Lona yamg masih tersungkur tak sadarkan diri diatas ranjangnya.


"Hey, bangun," ucapnya sambil menggerakkan tubuh Lona.


Tak mendapat balasan, ia membalikkan tubuh Lona. Hatinya berdenyut nyeri, kala melihat raut wajah Lona yang membuatnya begitu tak tega. Namun, cepat-cepat ia menyingkirakan perasaan itu. Dan kembali menggerakkan tubuh Lona untuk membangunkannya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Maaf sebelumnya, Othor salah upπŸ™ˆ


ini yang benarnya. Maafkan typo Othor di bulan puasa ini, maklum yaπŸ™πŸ™πŸ™


Yang tidak kuat boleh undur diri kok, memang cerita ini agak sedikit kejam. karena memang cerita sedih tapi happy ending πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Like, komen, hadiah, dan, vote


Rate bintang 5 pleaseeeee


Maafkan typonya


Selamat membaca dan semoga suka

__ADS_1


Love readersss 😘


πŸ”₯πŸ‚


__ADS_2