
π₯π₯π₯
"Maafkan saya, tuan. Saya sudah berusaha semampu saya. Tapi, Hitoru berhasil mengakuisi Dizon grup. Saya benar-benar minta maaf atas ketidakpmampuan saya, tuan." Menundukkan kepalanya, sekretaris Aron merasa begitu tak berguna.
Sekretaris Aron memang pandai dalam segala bidang. Tapi, Hitoru bukanlah tandingannya. Tuan Devan saja kalah apalagi sekretaris Aron yang hanya seorang sekretaris biasa.
Mendengar ucapan sekretatisnya, tuan Devan hanya terdiam. Tapi amarahnya terlihat dari sudut wajahnya yang terlihat begitu murka. Tangannya memutih karena terlalu kuat mencengkram seprei kasur.
"Bagaimana keadaan Mommy ku?" Tanya tuan Devan singkat dengan urat lehernya yang terlihat.
"Kenapa kau diam. Aku tanya, bagaimana kondisi Mommy ku!" Bentak tuan Devan.
Sebelum menjawab sekretatis Aron berusaha menelan salivanya yang tercekat. Sekretaris Aron tak pernah takut kepada siapapun, tapi entah kenapa ia begitu tunduk dan takut pada tuannya yaitu, tuan Devan.
"Nyo-nyonya s-stroke, tuan." Jawab Sekretaris Aron pada akhirnya.
__ADS_1
"Nyonya mengalami stroke, setelah tak sengaja mendengar pembicaraan saya. Maafkan saya, tuan." Tutur sekretatis Aron.
"Sejak kapan kau begitu teledor, ARON!" Teriak tuan Devan murka. Dengan cepat ia meraih gelas yang ada diatas nakas, dan melempar gelas itu ke dinding. Percikkan beling membuat goresan di hidung mancung sekretatis Aron. Tampak sekretatis Aron hanya memejamkan matanya juga meringis menahan sakit kala darah segar mengalir dan menetes ke lantai ruangan itu.
Sejak hari itu, tidak ada lagi seorang tuan Devan, CEO tegas, kejam, dan arogan. Kini, Ia hanyalah seorang pengangguran. Yang kerjaanya hanya mengurung diri di dalam kamar.
π₯π₯π₯
Sementara itu, disebuah negara lain.
"Tapi kak, ini tidak adil untuk kakak. Aku tidak ingin menyusahkan kakak lagi. Kakak berhak mendapatkan gadis yang lebih baik dari aku," jelas Lona dengan berlinang air mata. Setelah berhasil lepas dari penjara tuan Devan. Lona harus menerima kenyataan bahwa ia telah Hamil Anak dari laki-laki yang begitu dibencinya sekaligus dicintainya.
"Lona, dengarkan kakak baik-baik. Kakak begitu mencintaimu, apapun yang terjadi padamu. Bagi kakak, kamu tetaplah seorang Lona, gadis cantik, baik, polos, baik, dan pastinya begitu kakak cintai. Kamu adalah gadis paling sempurna di dunia ini, dan hanya kamu satu-satunya perempuan yang kakak cintai di dunia ini. Selagi ada kamu, kakak tidak mungkin bisa berpaling ke perempuan lain. Kakak yakin kamu tau seberapa besar rasa cinta kakak padamu," jelas Ansel.
"Ta-tapi kak ...
__ADS_1
"Sudahlah Lona, baiklah. Kakak tidak akan memaksamu untuk menjadi istri kakak sesungguhnya. Kakak hanya akan menikahimu karena ingin melindungimu. Kakak tidak akan menuntut hal apapun darimu." Jelas Ansel lagi.
Mendengar itu, Lona hanya menundukkan wajahnya dalam. Air mata tampak lolos dari kedua pelupuk matanya.
Ia menangisi nasibnya yang begitu tak dia inginkan. Ia memang berhasil lepas dari penjara tuan Devan.
Tapi, tuan Devan masih memenjarakan hatinya. Tak dapat dipungkiri, rasa cinta yang ia punya untuk tuan Devan belumlah pudar seutuhnya. Malahan rasa itu semakin hari semakin berkembang.
Ditambah lagi benih tuan Devan yang kini tumbuh di rahimya. Membuatnya terus merasa terpenjara oleh Cintanya sendiri.
Bodoh! Kata itulah yang Lona lekatkan pada hatinya. Yang terus mengkhianatinya.
πππ
Cover barunya gimanaπ
__ADS_1