
***
Begitu acara selesai, satu persatu tamu berangsur kembali ke kamar tempat mereka menginap.. Keadaan hotel semakin sepi. Lona dan nyonya Zeline sudah berada dikamar utama yang berada khusus dilantai khusus pula. Hanya ada satu kamar besar di lantai khusus itu.
Sedangkan tuan Devan tengah asik berbincang-bincang bersama para sahabatnya.
Lona begitu terpesona dengan semua hiasan didalamnya.
Kelopak bunga mawar memenuhi seluruh lantai hingga ke dalam kamar mandi. Ranjang berwarna putih bersih dengan dengan dihiasi lebih banyak bunga-bunga yang begitu wangi.
"Mom kasian pada Devan. Dia sudah mempersiapkan semua ini. Tapi, hanya untuk bercumbu. Karena kamu masih dalam masa nifas," ucap nyonya Zeline kecewa mengenang nasib putranya.
"Emm ... Mom, se-sebenarnya masa nifasku sudah berakhir 2 hari yang lalu." Jawab Lona membuat nyonya Zeline kaget.
"Benarkah sayang. Wah, beruntung sekali nasib si Loyo, di akan dilepas malam ini," ujar Nyonya Zeline membuat Lona bingung.
"Si Loyo siapa, Mom?" Tanya Lona heran.
"Sudahlah, nanti kamu juga akan tau. Yang pasti kamu harus kuat malam ini, jangan kasih kendor, oke. Ini kejutan yang besar untuk Devan. Dia pasti akan sangat senang. Semoga kalian selalu bahagia, sayang."
"Oh iya, kamu harus mempersiapkan kejutan untuknya. Sebentar ya," ujar Nyonya Zeline mendorong kursi rodanya menuju lemari.
"Mom, tidak menyangka, seleranya lebih liar dari yang mom kira," ucap nyonya Zeline kaget saat melihat banyaknya lingerie seksi didalam lemari itu. Lama memilih, lalu nyonya Zeline menetapkan pilihan pada satu lingerie seksi berwarna merah menggoda.
"Ini, kamu pakai ini ya. Dia suka warna merah. Sekarang kamu mandi, setelah itu kamu kenakkan ini."
"Ta-tapi Mom. Lona ingin menemui Varon dulu. Seharian ini Lona tidak menemuinya." Mohon Lona.
"Sudahlah sayang, baby Varon aman bersama mommy, juga ada suster yang merawatnya. Ini malam kamu dan Devan. Nikmatilah malam ini ya. Dan ini jangan lupa oleskan ini ke dadamu, oke. Ingat jangan lupa." Pesan Nyonya Zeline.
"Itu sepertinya Devan, cepatlah masuk Lona." Ujar Nyonya Zeline mendorong tubuh Lona untuk masuk ke dalam kamar mandi. Lona tak punya pilihan selain mengikuti.
"Mom, kenapa mom disini. Dimana istriku," tanya Devan heran.
__ADS_1
"Istrimu lagi mandi, ayo antar mom ke kamar Mom dulu." Titahnya.
"Siap, Mom." Jawab tuan Devan langsung mendorong kursi roda Momnya dengan penuh semangat.
***
"Sayang, kau didalam. Apa belum selesai. Buka pintunya sayang. Kita mandi bersama ya!"
"A-aku sudah selesai. Sebentar ya." Jawab Lona didalam sana.
"Sayang buka pintunya, kenapaaaa ..." Ucap tuan Devan tak menyelesaikan kalimatnya karena terkejut dengan penampilan Lona yang begitu menggodanya.
Lingerie seksi yang memamerkan seluruh asetnya. Rambut basah yang terurai tampak begitu seksi, wajah cantik natural tanpa polesan make up dan bibir ranum yang begitu menggoda.
Lona terdiam dengan menundukkan kepalanya karena malu. Dengan lembut tuan Devan langsung mengangkat tubuh Lona, dan meletakkanya perlahan diatas ranjang.
"Apa kamu siap sayang. Kita hanya akan bercumbu. Apa tidak masalah." Tanya tuan Devan.
"APA! Kamu tidak sedang membohongiku kan sayang?" Tanya tuan Devan terkejut. Lona mengangguk mengiyakan.
"Kau tau sayang, malam ini aku adalah pria paling beruntung di dunia." Ucap tuan Devan, dengan cepat melepaskan semua pakaiannya.
Lona mengalihkan pandangannya kala melihat pusaka milik suaminya yang begitu perkasa.
"Mari kita mulai sayang, si Loyo juga sudah bangun." teriak tuan Devan langsung menyerang Lona dengan segala kelembutannya dan membuat lona terbuai. Ciuman yang berawal dari bibir, kini berpindah ke leher jenjang Lona meninggalkan bekas kepemilikan disana. Tak ingin membuang waktu, dengan semangat tangan nakal tuan Devan langsung menarik lingerie seksi milik Lona. Hanya dengan sekali tarikan, lingerie berwarna merah itu telah tergeletak diatas lantai.
Bola mata milik tuan Devan seakan keluar kala melihat tubuh polos istrinya yang kini semakin seksi. Apalagi gunung kembar yang ukurannya dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya membuat tuan Devan tak sabar ingin bermain disana. Tak sabaran tangan nakalnya langsung merem*s benda kenyal itu. Tak lupa ******n serta sesapan yang memberikan tanda kepemilikan disana.
Lidah nakalnya masih bermain di benda kenyal itu, sedangkan salah satu tangannya membuka paha Lona leba-lebar. Dan memberikan usapan lembut yang membuat Lona seakan melayang diudara. Tak puas hanya begitu saja. kini, tuan Devan segera turun kebawah, dan mulai bermain dengan lidahya disana.
"Bagaimana rasanya, sayang." Tanya tuan Devan terus memainkan lidahnya dan memberikan tanda kepemilikan dipinggir inti Lona. Hal itu tentu saja membuat Lona menggila.
"Kak, ahhku tidakkk aah tahannn." Des*h Lona membuat Devan semakin bernafsu.
__ADS_1
"Tahannn, sayang. Aku masuk ya," jawab tuan Devan akhirnya berhenti mengerjai istrinya itu.
"Aaaahhh ..." Erangan Lona kala senjata suaminya telah masuk seutuhnya.
"Astaga, punyamu membaut ku gila, sayang. Ini sangat enak." Ucap tuan Devan semakin mempercepat gerakkannya.
Adegan itu terus berlanjut, berbagai macam gaya sudah tuan Devan praktekkan. Hingga membaut Lona tak berdaya.
Subuhnya barulah tuan Devan menghentikan aksinya. Karena melihat Lona sudah tak lagi berdaya. Bahkan untuk bergerak saja. Lona kesusahan.
Pagi harinya, tuan Devan mengangkat tubuh istrinya untuk diajak mandi bersama. Dan yang terjadi bukan hanya sekedar mandi. Karena tuan Devan terus mengganggu Lona hingga hanya suara-suara eksotis Lona yang terdengar di dalam kamar mandi itu.
Bersambung ....
Maafkanlah orang yang pernah menyakitimu, dan lihat apa yang akan ia lakukan untukmu.
~Ilona Willa
Yang mau visual Devan sama Lona ada di IG Othor ya.
@Oniya_99
TAMAT ....
.
.
.
.
Oh iya, Kalika dan Kalina akan Othor buat di novel baru ya. Ansel juga bakal di novel baru. Kapan Thor?. kapan-kapan kalau ada waktu😅
__ADS_1