Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 71


__ADS_3

***


"Apa makannya sudah selesai?" Tanya Devan yang balik lagi karena mengingat Lona yang belum sepenuhnya pulih. Lona menjawab dengan anggukkan kepala.


Dan tanpa meminta persetujuan, Devan langsung menggendong lona. Lona tak menolak, karena ia memang merasa masih lemas. ia menerima dengan senang hati atas semua perhatian yang Devan berikan untuknya. Perlahan traumanya mulai menyingkir karena perlakuan Devan yang begitu lembut kepadanya.


Devan bukan hanya membantu membawa Lona kekamar. Tadi Devan peka dan membawa Lona kekamar mandi. Lona pun segera membersihkan dirinya didalam sana. Sementara Devan dengan gembira memandikan putranya di balkon kamar. Ia sudah ahli memandikan bayi, karena selama dirumah sakit. Ia sering menemani suster saat memandikan baby Varon. Jadi, memandikan baby adalah hal kecil baginya. Begitu selesai, ia langsung membaringkan putranya didalam ranjang khusus bayi yang telah ia persiapkan sebelumnya.


Setelahnya, tuan Devan segera menuju kamar mandi.


Tok ... Tok ... Tok ...


"Apa sudah selesai, sayang." Tanya tuan Devan.


"Su-sudah kak," jawab Lona malu.


"Apa ada yang bisa aku bantu?" Tawar tuan Devan.


"Tempat handuknya cukup tinggi, kak. Aku tidak bisa menjangkaunya." Jawab Lona.


"Bisakah pintunya dibuka agar aku bisa membantumu untuk mengambilkan handuknya."


"Ta-tapi, kak." Jawab Lona ragu.


"Kamu bisa langsung bersembunyi dibalik pintu, sayang. Dan aku tidak akan melihatmu." Jawab tuan Devan diluar sana.


"Baiklah, kak." Jawab Lona pada akhirnya. Saat pintu terbuka Lona langsung bersembunyi dibalik pintu dan Devan langsung mengambil handuk untuk Lona.


"Ulurkan tannganmu?" Ucap tuan Devan sambil menengadah keatas dan mengulurkan handuknya pada Lona dibalik pintu.

__ADS_1


Uluran handuk yang Devan berikan cukup susah diraih oleh Lona. Dan pada akhirnya Lona tak sengaja terpeleset dan


Aaaaaakh ......


Teriak Lona saat terpeleset.


Dengan sigap tuan Devan langsung menangkap tubuh Lona. Karena lantai yang licin, tuan Devan juga terpeleset dan keduannya terjatuh kelantai dengan posisi Devan dibawah, dengan Lona yang tanpa busana berada diatas tubuhnya.


Aaaaaakh ....


Teriak Lona karena malu, sedangkan Devan langsung bangkit dan dengan polosnya ia memeriksa tubuh polos Lona, karena mengira Lona menjerit karena terluka.


"Apa ada yang terluka?" Tanyanya sambil terus meraba tubuh polos Lona.


"Apa yang kakak lakukan. Berhenti menyentuhku, kak." Bentak Lona.


"Ma-maaf, aku kira kamu terluka. Sebentar aku akan mengambil handuknya." Ujar Devan segera mengambil handuk tadi dan membalutkanya ke tubuh polos Lona.


"Ini pakaianmu." Ujar tuan Devan.


"Ka-kakak keluar saja. Selebihnya aku bisa sendiri." Jawab Lona malu.


"Baiklah, kalau terjadi apa-apa panggil saja. Aku ada di kamar sebelah. oh iya, apakah ada Masalah dengan luka operasimu." tanya tuan Devan kuatir.


"Tidak kak, aku baik-baik saja." jawab lona.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi." ucap tuan Devan segera keluar dari kamar Lona setelah memeriksa keadaan putranya yang telah tertidur pulas.


***

__ADS_1


Keesokkan paginya :


"Apa saya saja yang pergi, tuan?" Tawar Aron.


"Tidak perlu, Aron. Ini kesempatanku untuk menaikkan lagi perusahaan. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." Jawab Devan tegas.


"Baiklah, sayang sudah memesan tiket pesawatnya. Satu jam lagi, tuan harus ke bendara." Tutur Aron.


"Baguslah, aku akan kembali dengan membawa kabar baik untuk perusahaan kita." Jawab Devan.


"Lalu bagaimana dengan Lona dan bayimu. Apa kau tega harus meninggalkan mereka." Sanggah nyonya Zeline.


"Mom, aku hanya pergi sebentar. Nanti malam aku akan langsung pulang. Ini tidak akan lama, Mom. Aku pergi juga untuk kita semua. Sekarang aku sudah punya putraku, Mom. Aku akan melakukan yang terbaik untuknya dan juga Lona." Jawab tuan Devan yakin.


"Baiklah terserah padamu."


Tak jauh dari sana, Lona tampak tersenyum bahagia mendengar ucapan tuan Devan. Tapi, ia juga sedih karena akan ditinggal.


"Syukurlah, ternyata tuan benar-benar telah berubah." Batin Lona. Setelahnya Lona langsung pergi kedalam kamarnya.


"Yasudah, aku akan langsung berangkat, Mom. Eh tapi, aku akan melihat putra dan calon istriku lebih dulu." Ujar Devan langsung pergi mengarah ke kamar Lona.


Bersambung ......


.


.


.

__ADS_1


.


Like, komen, hadiah, vote , dan rate bintang 5 nya ya πŸ™πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2