
***
Beberapa bulan kemudian :
"Apa sudah kenyang?" Tanya Ansel perhatian.
"Iya kak, terima kasih atas makanannya," jawab Lona lembut. Setelahnya Lona mencoba untuk berdiri dari duduknya. Namun, perutnya yang telah membesar membuatnya kesusahan. Ansel yang melihat hal itu, segera berdiri menghampiri Lona. Dan membantu Lona untuk berdiri.
Sekitar 4 hari lagi, usia kandungan Lona akan genap 9 bulan. Namun, belum ada tanda-tanda akan melahirkan. Memang, Lona tidak akan melahirkan secara normal. Mengingat kondisi jantung Lona yang semakin melemah.
"Biar kakak bantu," ujar Ansel, lalu membantu Lona untuk berdiri.
"Terima kasih, kak." Jawab Lona kembali berterima kasih.
"Ini adalah ucapan terima kasih yang ke sekian ratus kalinya, yang kamu ucapkan untuk kakak," jawab Ansel. Lona hanya nyengir kuda kala mengingat setiap adegan saat ia berterima kasih pada Ansel.
"Kita langsung pulang saja ya, sebentar lagi sudah mau malam." Ajak Ansel.
"Baiklah, kak" jawab Lona.
Setelah membayar bill, Ansel dan Lona segera menuju parkir. Sampai disana keduanya langsung masuk kedalam mobil. Dan langsung pulang menuju rumah mereka.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama mereka berdua telah Sampai di rumah dengan selamat.
"Kamu langsung istirahat ya," ujar Ansel mengantarkan Lona kekamarnya.
"Baiklah kak," jawab Lona segera berbalik. Baru selangkah Lona berjalan menuju kasur, tiba-tiba saja Ansel menarik pergelangan tanganya. Dan langsung *****@* bibir ranum Lona.
Entah apa yang mendorong Ansel melakukan hal itu kepada Lona. Beberapa bulan terakhir, hubungan keduannya memang baik-baik saja. Tak pernah sekalipun Ansel melewati batasnya. Tapi entah apa yang membuatnya melakukan hal itu kepada Lona sang gadis pujaan.
Lona begitu terkejut atas perlakuan Ansel kepadanya. Ia ingin sekali berontak. Namun, hormon kehamilan membuatnya begitu menikmati setiap sentuhan Ansel yang begitu lembut, hingga membuatnya terbuia. Dan sejenak melupakan segalanya.
Pelampiasan, ya! Lebih tepatnya kata itulah yang cocok atas perbuatan yang juga Lona lakukan saat ini. Ia ingin mencoba memantapkan hatinya untuk menerima Ansel. Kebaikan Ansel memang mampu menyentuh hatinya. Tapi, tatap saja tak bisa menggeser nama Devan disana.
Dan itulah pilihan Lona, ia ingin segera lepas dari jeratan cinta Devan. Dan Ansel menjadi objeknya untuk menghilangkan Devan dari hatinya.
Merasa akan kehabisan nafas, barulah Ansel melepaskan Lona. Ansel ingin segera menyudahi adegan itu. Namun, nafsunya sudah terlanjur membara.
Dengan nafasnya yang tersengal Ansel menatap Lona dalam, hal yang sama juga dilakukan oleh Lona.
Tatapan Ansel seolah meminta izin pada Lona, Lona peka akan hal itu. Lona segera menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Mendapat anggukkan dari Lona membuat Ansel ragu. Namun, ia sangat terkejut saat Lonalah yang malah menyerangnya lebih dulu. Tak tinggal diam, Ansel tak mengizinkan Lona untuk memimpin. Ansel langsung memandu Lona menuju ranjang, dengan tak melepaskan pangutannya.
__ADS_1
Suasana pun semakin panas, saat keduannya sudah sama sama polos.
Ansel begitu tergoda melihat tubuh polos Lona. Ditambah lagi dengan perut Lona yang membuncit membuat Lona semakin seksi Dimata Ansel.
Hal itu membuat Ansel tak tahan dan akan segera melakukan penyatuan. Lona memejamkan matanya kala itu, Ansel jelas bisa melihat keraguan yang begitu besar pada raut wajah Lona. Ia sadar betapa besarnya cinta yang Lona punya untuk Devan. Tak ada sedikitpun namanya yang tersisa dihati Lona. Dan ia baru menyadari hal itu. Ansel sadar akan kesalahannya selama ini. Apalagi kesalahannya saat ini.
Ansel segera bangkit dan meluruskan kembali kaki Lona. Lona segera mencegat Ansel yang ingin memasang kembali pakaiannya.
"Kak, Aku mohon. Bantu aku melupakan Devan. Aku mohon bantu aku kak," tangis Lona pecah.
"Maaf Lona, kakak tidak mungkin bahagia diatas penderitaan dan kesedihanmu." Jawab Ansel masih membelakangi Lona. Dan segera melepaskan genggaman Lona.
Setelah memasangkan kembali pakaiannya, Ansel segera keluar dari kamar Lona. Dan meninggalkan Lona yang kini menangis terisak-isak. Merutuki kebodohan hatinya yang masih saja mencintai seorang physcho seperti devan.
Bersambung ...
.
.
.
__ADS_1
.
Doa reader begitu manjur. Kemarin Othor minta doa agar kontraknya diterima. Dan kemarin pula kotraknya diterima. love love loveeeee readerš