
π₯π₯π₯
"Berhenti melihatku! Cepat makan makananmu," seru sekretaris Aron membuat Anna gelagapan karena katahuan memperhatikan atasannya.
Dengan pipi yang memerah, Anna mulai menyuapi makanan kemulutnya. Ia mengunyah begitu pelan dan anggun sesuai yang ia pelajari sebagai putri kerajaan. Hal itu juga ia lakukan agar memberikan kesan baik pada Sekretaris Aron.
"Aku tau kau menyukaiku!"
Uhuk...uhuk...
Anna tersedak makanannya, kala kaget mendengar ucapan sekretatis Aron barusan.
Sekretaris Aron mengulurkan sebotol air mineral pada Anna. Sebelumnya memberikannya pada Anna, ia membuka tutupnya terlebih dahulu.
Tanpa sekretaris Aron sadari, ia telah memberikan perhatian kecil pada Anna. Yang membuat Anna semakin tergila-gila pada pria dihadapannya kini.
Anna menyambut boto air mineral itu bergetar. Lalu ia langsung meneguknya. Setelah dirasa lebih baik. Barulah ia mulai akan berucap lagi.
"Ma-maksud tu-tuan ap-pa?" Tanya Anna pura-pura tidak mengerti.
__ADS_1
"Aku tau kau menyukaiku. Tapi, sayangnya aku tidak menyukaimu. Jadi, berhentilah berusaha untuk mengambil hatiku. Karena kau sendiri yang akan terluka," tutur sekretatis Aron santai sambil mengunyah makanannya. sedangkan Anna sudah akan copot jantunya. Hatinya pun ikut pedih kala mendengar pengakuan dari sekretaris Aron.
"Ta-tapi sa-saya...," Ujar Anna terbata-bata.
"Berhenti bicara, cepat habiskan makananmu. Lalu keluar dari ruanganku," ketus sekretaris Aron membuat Anna semakin merasa sakit.
Secepat itukah ia mendapatkan jawaban. Secepat itukah ia mendapat pernyataan ditolak. Bahkan ia belum memulainya sama sekali. Dan dari mana pula lelaki itu tau. Apa sekretaris Aron bisa membaca pikiran seseorang.
Dengan segala perasaan kecewa, Anna melahap makanannya dengan cepat.
"Pelan-pelan saja. Tidak ada yang akan merebut makananmu," ucap sekretatis Aron.
"Tadi disuruh cepat, sekarang disuruh pelan. Dasar atasan tidak jelas. Tapi aku mencintainya. Aku sangat mencintaimu tuan Aron, aku tidak peduli kau menyukaiku atau tidak. Yang terpenting aku mencintaimu. Aku tidak akan berhenti untuk berusaha mendapatkan cintamu," batin Anna bersemangat.
Setelah menghabiskan makanannya, Anna pun pamit dari ruangna sekretatis Aron. Dengan langkah semangat Anna menuju tempatnya semula, untuk kembali bekerja.
π₯π₯π₯
Didalam kamarnya, lebih tepatnya gudangnya. Lona merintih merasakan sakit keningnya yang terbentur dinding. Ia juga mengelus dagunya, ada rasa perih juga disana, akibat cengkraman tuan Devan yang begitu keras. Rambutnya juga berserakan dilantai. Saat tadi ditarik paksa oleh tuan Devan.
__ADS_1
Lona ingin kabur dari situasi seperti ini. Tapi kemana? Kemana ia akan pergi. Kak Ansel. Kak Ansel mungkin saja mau mebantunya. Tapi, bagaimana dengan keluarganya. Walaupun Ayah dan Ibu membencinya, ia tetap saja menyayangi mereka. Apalagi adik kembarnya. Bagaimana kabar mereka saat ini? Semoga saja mereka dalam kondisi baik-baik saja.
Lona sudah membulatkan tekadnya. Ia tidak akan pergi dari tuan Devan. Ia punya hutang yang tidaklah sedikit pada tuan Devan. Dan kalau seandainya ia pergi, sudah dipastikan, tuan Devan akan memyiksa Ayah dan Ibu juga Kalika dan Kalina. Dan Lona tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Tuhan kuatkanlah aku. Aku mohon janga. Terlalu kejam mengujiku, aku tau kau menguji setiap umatmu, dalam batas kesanggupan mereka. Aku mohon jangan terlalu kejam padaku," tangisan Lona pecah dikamar itu. Bersamaan dengan air matanya, Lona mencoba memejamkan matanya. Hingga akhirnya ia pun terlelap dalam keadaan yang berantakan.
πππ
Like, komen, hadiah, dan vote
Rate bintang 5 juga
Maafkan typonya
Selamat membaca dan semoga suka
Lope readersss π
π₯π
__ADS_1