Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 50


__ADS_3

πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


"Kau tidak akan hamil, Anna. Karena aku belum sempat menyentuhmu," gumam sekretatis Chao, kala mengingat adegan dimana ia berusaha menyalurkan hasratnya tanpa melakukan hal lebih pada Anna. Alhasil ia terpaksa menyakiti dirinya sendiri. Bahkan ia Sampai melukai pergelangan tangannya hingga mengeluarkan darah segar.


"Tuan Devan!" Ucap sekretaris Aron cemas, kala mengingat nasib sang tuan. Dengan cepat ia meraih jasnya juga kunci mobil. Dan segera menuju rumah sakit.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


"Bagaimana keadaan anda, tuan." Tanya sekretatis Aron. Tapi tak dijawab oleh tuan Devan. Tuan Devan tampak melamun, tapi entah apa yang ia lamunkan.


"Bagaimana ini, Aron. Dari tadi Devan tidak bicara sedikit pun. Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Putraku bisa terluka. Cepat katakan, Aron?" Tanya nyonya Zeline murka.


"Tidak ada apa-apa nyonya. Tuan hanya diserang beberapa penjahat," jawab sekretaris Aron.


"Bagaimana bisa. Jangan membohongiku, Aron. Bukankah Devan selalu membawa pengawalnya?" Tanya Nyonya Zeline tak puas akan jawaban sekretaris Aron.


"Tadi malam, para pengawal tidak mengikuti tuan Devan, nyonya. Para pengawal pergi untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh tuan Devan." Jawab Sekretaris Aron terpaksa berbohong.


"Kalau benar begitu, cepat temukan siapa yang berani melukai putraku. Aku tidak mau tau, pokonya aku inginoranv itu mendapatkan ganjaran yang setimpal." Ketus nyonya Zeline.


"Nyonya tenang saja. Saya akan menemukan siapaun orang itu. Dan memberikannya pelajaran yang setimpal," jawab sekretaris Aron.

__ADS_1


"Itu harus,"


"Kalau begitu, saya akan kembali ke perusahaan lagi, nyonya." Ujar sekretaris Aron.


"Pergilah, tapi ingat temukan penjahat itu," ujar nyonya Zeline dengan nada mengancam.


"Tentu saja, nyonya." Jawab sekretaris Aron lalu pamit pada tuannya. Dan segera pergi menuju perusahaan.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


1 Minggu kemudian :


"Tuan, sadarlah tuan. Anda minum terlalu banyak." Ucap sekretaris Aron mengambil paksa minuman keras dari tuannya.


"Berhentilah minum tuan, tuan bisa sakit, bila terus begini." Tutur sekretatis Aron.


"Kenapa kalau aku sakit. Iya, lebih baik bila aku sakit. Aku bisa merasakan apa yang dulu dirasakan Lona. Lona! Dimana dia sekarang. Aku bersalah padanya. Aku sudah memperlakukannya dengan tak berperasaan. Dendamku salah alamat, Aron. Aku mohon segera temukan gadis itu. Aku ingin meminta maaf padanya. Temukan Lona, Ar ...


Bruuukkk ...


Tuan Devan pun pingsan, tanpa menyelesaikan terlebih dahulu kalimatnya.

__ADS_1


Dengan sabar sekretatis Aron membopong tubuh tuannya. Dan segera membawanya ke kamar khusus yang ada di ruang kerja itu.


Selama seminggu ini, tuan Devan tak pernah pulang ke hotel ataupun ke rumah sang ibu.


Ia tengah menghukum dirinya sendiri. Dengan mengurung diri didalam ruangan kerjanya. Ia bahkan jarang makan, ia hanya makan saat sang ibu menyuapi dan memaksanya untuk makan.


Semenjak keluar dari rumah sakit, ia hanya berada di dalam ruangan kerjanya. Mau siang ataupun malam, tak pernah sekalipun ia keluar dari ruangan itu. Walau berada di perusahaan, tapi juga tak pernah menjalankan tugasnya. Semua pekerjaan diselesaikan oleh sekretaris Aron.


Ia hanya mengurung dan menyiksa dirinya di dalam sana. Saat malam hari, tuan Devan akan meminum sangat banyak minuman keras.


Setelah mengurus taunnya, dan memastikan keadaan tuannya. Barulah sekretaris Aron pulang kembali ke apartemennya.


Tapi, sebelum pulang. Ia akan singgah di kontrakan Anna. Setiap hari ia mendatangi Anna, hanya untuk mengajak Anna ikut bersamanya. Tentu saja niat baiknya selalu ditolak mentah-mentah oleh Anna.


Sekarang, Anna sudah tidak lagi bekerja di perusahaan bersamanya. Semingguan ini, Anna berusaha mencari pekerjaan. Tapi, tidak ada satupun yang menerimanya.


Dari dalam mobilnya, sekretaris Aron bisa malihat jelas Anna yang tengah dimarahi oleh pemilik kontrakan. Karena Anna belum mampu membayar kontrakkan.


Tampak pemilik kontrakkan memasuki kamar kontrakan Anna. Tak lama ibu-ibu paruh baya itu keluar dengan membawa tas lusuh milik Anna. Dan melemparkan tas itu ketanah, tampak Anna begitu pasrah. Mengambil tas lusuh miliknya, segera berlalu dari kontrakan itu.


Sekretaris Aron mengikuti langkah kaki Anna yang begitu gontai. Perlahan Anna terus menyusuri jalan raya, sambil terisak-isak. Anna ingin pulang kembali pada adiknya Zanna. Tapi ia malu, ia sangat Malu dengan penampilannya yang saat ini begitu berantakan. Ia juga malu jika Zanna mengetahui bahwa ia begitu Bodoh, pergi dari rumah hanya untuk mengejar cintanya yang tak terbalaskan.

__ADS_1


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


__ADS_2