Budakku Canduku

Budakku Canduku
Episode 66


__ADS_3

***


"Bagaimana perasaanmu nona?" Tanya dokter Kelvin setelah selesai melepaskan semua alat yang menempel ditubuh Lona.


"Apakah ini bayi saya?" Tanya Lona dengan berlinang air mata.


"Bener sayang, dia putra kita." Jawab tuan Devan membuat Lona memandangnya tak suka.


"Kalau begitu saya permisi kembali ke ruangan saya. Kalau terjadi apa-apa segera kabari saya." Pamit dokter Kelvin segera keluar dari ruangan itu sebelum ia menyaksikan perang Antara kedua calon suami istri itu.


"Tidak tuan, dia bukan putra tuan. Dia putra saya, hanya saya." Jawab Lona.


"Dia juga putraku Lona sayang. Aku yang membuatnya, aku bahkan sangat ingat bagaimana aku membuatnya. Memang akan sulit bagimu untuk memaafkanku, tapi aku mohon berikan aku kesempatan kedua. Aku akan melindungimu dan juga putra kita. Aku berjanji demi nyawaku, aku tidak akan menyakitimu lagi. Walau kau tidak ingin bersamaku, setidaknya pikirkanlah putra kita. Apa kau mau dia tumbuh tanpa sosok Daddy disisinya." Tutur tuan Devan mencoba membujuk Lona dengan memanfaatkan putranya.


"Itu tidak mungkin, tuan. Setelah apa yang tuan lakukan pada saya. Saya tidak mungkin memaafkan tuan begitu saja. Dan saya ingin kembali pada suami saya sendiri. Asal tuan tau, saya sudah menikah dengan kak Ansel. Dan saya harus kembali padanya. Tuan telah melakukan kesalahan hukum karean telah menculik istri orang." Ancam Lona.


"Siapa bilang aku menculikmu, sayang. Justru Ansel sendirilah yang menyerahkanmu padaku. Kau lihat ini, ini adalah berkas surat-surat perceraian kalian berdua. Bahkan disini juga ada tanda tanganmu. Jadi kamu bukan lagi istri Ansel Austin. Tapi kamu adalah calon istri dari seorang Devano Dizon.


"Itu tidak mungkin, kak Ansel tidak mungkin melakukan itu. Aku tidak percaya. Itu tidak mungkin. Aku ingin kembali kepada kak Ansel." Lirih Lona sedih. Cukup lama berada di satu atap bersama Ansel membuatnya menganggap Ansel sebagai kakaknya sendiri. Jadi, cukup berat baginya untuk melupakan kabaikkan Ansel selama ini.


"Itu tidak mungkin terjadi, Lona. Lihatlah ini." Sanggah Ansel memperlihatkan sebuah Vidio pada Lona.

__ADS_1


"Apa ini?" Tanya Lona.


"Ini adalah Vidio Ansel saat menikah bersama kekasihnya. Kau lihat bahkan mereka sudah punya putra yang berusia 1 setengah tahun." Tutur tuan Devan menjelaskan.


"Perempuan ini?!" Ujar Lona karena mengenal sosok perempuan yang dia yakini istri baru Ansel.


"Apa kau mengingatnya."


"Ini adalah perempuan yang aku pergoki tidur bersama kak Ansel, sewaktu kami masih berpacaran. Jadi, kak Ansel menikah dengan perempuan itu." Terka Lona.


"Benar, sayang. Mereka bahkan sudah punya seorang putra. Bisa diterka dari usia putranya, perempuan itu hamil saat Ansel Masih menjadi kekasihmu." Jawab Devan menjelaskan.


"Percaya atau tidak. Tapi, itulah kenyataannya. Tidak semua orang baik itu benar-benar baik. Tidak semua orang jahat, benar-benar jahat. Semua bisa saja terjadi, Lona. Hati manusia siapa yang tau."


Oek ... Oek...


Tangis Baby Varon yang tiba-tiba terbangun.


"Tuan keluarlah! Saya ingin meny*sui putra saya." Usir Lona.


"Kenapa aku harus keluar. Aku juga ingin melihatmu meny*sui. Tidak, maksudku aku ingin melihat putraku meny*su." Ralat tuan Devan.

__ADS_1


"Saya kira tuan sudah berubah. Tapi, ternyata sama saja. Tuan masih belum bisa menghormati saya sebagai seorang perempuan yang belum berstatus apapun untuk tuan." Tutur Lona membuat tuan Devan sadar akan kesalahannya.


"Maafkan aku, sayang. Aku tidak akan mengulainya lagi. Aku akan menunggu diluar." Ujar Devan membalikkan tubuhnya akan keluar dari kamar rawat Lona.


"Tu-tunggu tuan ...


Bersambung ...


.


.


.


.


Yah, katauan dong siapa perempuan yang bersana Ansel. Kisah Ansel akan Othor lanjut kapan-kapan ya, dinovel baru pastinya๐Ÿ‘๐Ÿ˜‚


Anna dan Aron akan Othor lanjut disini. untuk Kalika dan Kalina, lihat nanti ya๐Ÿ˜‰


Like, komen, hadiah, vote, dan rate bintang 5 ya๐Ÿ™๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2