
Hari kedua mereka Honeymoon, sekarang Alin dan Rey sedang berada di taman Alin menunggu Rey yang tadi entah kemana, saat duduk sendirian tiba-tiba ia didatangi oleh pria yang tidak dikenalnya dan mengajak dirinya untuk berkenalan.
"Sendirian aja " kata Pria itu
Alin tidak menghiraukannya, ia mencoba tetap diam saja, walaupun dirinya risih karena di dekat orang asing.
"Plis anda bisa jaga jarak gak sih" Kata Alin ia pun bangkit dari duduknya, Namun pria itu malah terus disampingnya.
"Boleh kenalan gak, kalau gak jadi pacar deh" Kata Pria itu
"Jadi pacar, astaga saya sudah menikah" Kata Alin
"Kamu masih muda masak sudah nikah, mana mungkin nikah muda" kata Pria itu
"Memang usia saya masih 18 tahun, tapi kenyataannya saya sudah bersuami disini saya nunggu suami saya" Kata Alin
Pria itu tampak heran, Agak tidak percaya ketika Alin mengatakan bahwa dirinya sudah menikah.
Rey yang melihatnya segera menghampiri Alin, Ia segera memeluk Istrinya.
"Lama ya, ini siapa" tanya Reynaldi
"Gatau siapa mas, ngajak kenalan bahkan mau jadiin pacar" Kata Alin
"Maaf ya ini istri saya, apakah anda kurang percaya" Kata Reynaldi
Pria tersebut terkejut melihat Reynaldi Bratadikara memeluk gadis yang akan ia ajak kenalan,dan ternyata gadis itu adalah istrinya, Pria itu segera meninggalkan mereka berdua.
Ketika pria itu sudah pergi, Ia mengajak Alin untuk duduk, Rey membeli dua eskrim untuk dirinya dan Alin, setelah dua hari ini di kota ini mereka telah berwisata bahkan banyak foto berdua yang mereka ambil.
"Saya gatau kesukaan kamu apa, jadi saya beli eskrim" Kata Reynaldi
Rey memberikan eskrim itu kepada Alin, Alin menerimanya, Seperti orang pacaran bukan, pasti orang yang mengira mereka adalah sepasang kekasih padahal mereka adalah suami istri.
"Kita sampai kapan mas, bukanya Minggu depan sudah full tatap muka" kata Alin
"Kamu mau pulang kapan" Tanya Reynaldi
"Saya sih ngikut mas aja" kata Alin
Mereka memutuskan untuk besok kembali ke Kota X karena sudah pekerjaan yang terbengkalai karena mereka dua hari liburan,toh nanti kalau mau liburan mereka akan liburan lagi.
"Gpp pulang besok, saya pesen tiket aja dulu" Kata Reynaldi
"Lagian kerjaan banyak mas, belum tugasnya, Mana mungkin mau lama-lama,kalau mas gak keberatan sih, dilain waktu kita bisa liburan lagi kan" kata Alin
__ADS_1
"Iya deh kalau gitu" Kata Reynaldi
Reynaldi tidak enak kalau dia duluan yang mengajak Alin pulang terlebih dahulu, Maka dari itu mending kesepakatan bersama, toh lama-lama disini bikin emosi Rey memuncak karena bertemu dengan Bella terus-menerus.
Tiba-tiba saat mereka asik duduk berdua di tepi pantai, dan ada seseorang yang berjalan menuju mereka, Alin tidak tau siapa perempuan yang menuju ke arah sini, Temannya Rey mungkin.
"Rey ya, apa kabar" Kata Olive
Rey menoleh kearah suara tersebut, Dan ternyata temannya waktu SMA, Olive Diansafna.
"Baik kok, kamu apa kabar" Kata Reynaldi
"Baik juga, Kamu disini sama siapa sih,kok gak ngabarin kalau disini" Kata Olive
"Sama, Sepupu aku" Kata Reynaldi
Alin yang mendengarnya pun hanya memalingkan wajahnya dari Rey, Apa dirinya sepupu, statusnya sebagai istri langsung menjadi sepupu di depan wanita ini.
"Hai aku temannya Rey, salam kenal ya" Kata Olive
"Alin" Kata Alin
Mereka Asik mengobrol hingga tidak menghiraukan keberadaan Alin, Alin lebih memilih menjauh dari mereka berdua, setelah kepergian Olive Rey menghampiri Alin.
Alin tidak menjawabnya ia menuju parkiran terlebih dahulu, Untuk apa menjawabnya toh percuma, Setelah memasuki mobil hanya keheningan yang menemani mereka, Sampai hotel pun Alin segera memasuki kamar disusul oleh Rey, selesai mandi ia segera menuju ke ranjang dan tertidur tidak makan malam ataupun apa, Rey yang menyadari Alin hanya diam sepulangnya dari pantai Bertanya-tanya kenapa dia.
"Gak mau makan dulu" kata Reynaldi
"Saya ngantuk" Kata Alin
"Saya pesenin makanan ya" Kata Reynaldi
"Cukup mas Rey gak usah pedulikan saya, toh saya cuma sepupu bukan istri mas Rey" kata Alin
"Kamu kenapa sih, kayak gitu aja dipermasalahkan" kata Reynaldi
"Jadi menurut mas itu hanya masalah biasa iya, iya mas akuin aja saya sebagai sepupu, jangan salahkan saya jikalau teman mas menyukai saya nantinya" kata Alin
"Saya gak mau menyakiti perasaan Oliv apabila dia tau saya sudah punya istri" kata Reynaldi
"Hahaha lucu, memikirkan perasaan wanita lain hingga lupa dengan perasaan istrinya" Kata Alin
"Apa sih mau kamu, jangan mentang-mentang kamu menjadi istri saya kamu jadi semena-mena" kata Reynaldi
Perdebatan Malam hari antara Rey dan Alin, Alin tau bahwa Rey akan membela perempuan yang tadi bertemu dengannya.
__ADS_1
"Saya seharusnya sadar" Kata Alin
Hatinya sedang kacau,ia lebih memilih untuk ke balkon saja, dan menelfon Lion ia tidak perduli dengan bagaimana Rey nanti melihatnya Telfon dengan Lion, 2 jam mengobrol dengan Lion membuat Rey menatap tajam ke arahnya.
"Sudah cukup,saya lapar temani saya makan" Kata Reynaldi
"Ajak aja Oliv" Kata Alin
"Kamu kan istri saya, kenapa harus mengajak wanita lain" Kata Reynaldi
"sepupu bukan istri" Kata Alin
"Kamu istri saya, Alin Reynaldi Bratadikara" Kata Reynaldi
Alin kesal dengan Rey, Rey tersenyum menatap Istrinya itu mereka menuju restoran hotel dan akan makan malam, hitung-hitung kencan berdua.
"Ngapain sih kencan aja sama Bella atau sama siapa tadi" Kata Alin
"Marah-marah aja gak baik calon ibu marah-marah terus" Kata Reynaldi
"Calon ibu, maksud mas apa" kata Alin
"Nanti aja kita, toh kita belum melakukannya, jadi kamu belum sepenuhnya menjadi istri saya" Kata Reynaldi
Niat Rey makan untuk menambah tenaga, karena nanti malam akan jadi pertempuran antara mereka berdua, kemungkinan akan melelahkan, Selesai makan mereka kembali ke kamar, Tiba-tiba Rey memeluk Alin dari belakang dengan erat, Alin bisa merasakan nafas Rey ditubuhnya, Semakin Alin diam semakin dia mengeratkan pelukannya, Malam itu menjadi saksi bahwa mereka berdua telah melakukannya hingga beberapa ronde, sepenuhnya Alin telah menjadi istri Rey, Rey benar-benar membuat Alin tidak bisa saja, Tentu saja membuat mereka berdua kelelahan, Alin ingin menolaknya tapi Dosa juga menolak suami.
Keesokan harinya Alin terbangun merasakan Sakit ditubuhnya maupun di bagian bawahnya, Ia juga merasakan ada tangan yang memeluknya, Rey tidur memang memeluknya, Alin ingin melepaskannya tapi takut Rey terbangun,dan ingin mandi ia tidak bisa jalan bagaimana dengan dirinya, Jadi Alin memutuskan untuk tidur kembali.
Hingga Sore Hari mereka terbangun, untungnya Rey memesan tiket pesawat untuk besok, Semalam Rey memesannya, Rey terbangun terlebih dahulu, ia menatap wajah istrinya yang masih terlelap, Rey Tersenyum ketika mengingat semalam, Rey mengacak-ngacak rambut istrinya dan Mengecup keningnya, Ketika ingin Bangun dan meninggalkan Ranjang, Tangannya di pegang oleh Alin, Menandakan bahwa tidak boleh pergi, Rey menoleh ke arahnya Alin Bangun.
"Mas Mau mandi" Tanya Alin
"Iya kenapa, mau ikut" Tanya Reynaldi
"Hmm, gak bisa jalan" Kata Alin
Rey segera menggendong tubuh istrinya,dan membawanya ke kamar mandi, Bagaimana Alin ingin keluar jikalau jalannya saja sudah aneh, Ketika selesai mandi, Rey Segera mencopot Sprei itu, Rey Tersenyum melihat ada bercak darah di Sprei itu, Alin sepenuhnya milik Rey sekarang, Rey menelfon dan memesan makanan untuk diantar ke kamar, mereka duduk di balkon kamar berdua.
Sprei kamar juga telah di pasang,dan makanan juga sudah ada meja, Rey membawa makanan itu ke meja yang ada di balkon, mereka akan sarapan di balkon tentunya, Rey memang belum mencintai Alin bahkan sebaliknya Alin juga tidak mencintainya, Mungkin untuk cinta akan datang sendirinya, Toh mereka berdua juga sudah menikah siapa tau akan saling mencintai nantinya, Alin juga tidak memaksakan Rey menyayanginya dan mencintainya, karena Alin tau cinta Rey hanya milik Bella.
"Makan yuk" ajak Reynaldi
"Ayo mas" kata Alin
Mereka berdua seperti kencan,karena makan di balkon kamar, Karena tidak ingin keluar maka dari itu mereka memutuskan untuk makan di balkon, Rey Menyuapi makan istrinya, Entah sikap Rey mungkin akan membuat Alin luluh, Tapi terkadang sikap Rey sulit ditebak, terkadang baik tapi terkadang bisa berubah secepat mungkin, Alin saja heran dengan Rey.
__ADS_1