
Kini Alin tengah dirumah Alia, Kenapa? Karena Alia sedang sakit wajahnya sangat pucat, Alin takut terjadi apa-apa dengannya.
"Al kita ke dokter yuk" ajak Alin
"Aku gpp Alin" kata Alia
Tapi Bukan Alin jikalau tidak bisa memaksa, ia segera membawa Alia ke dokter,dan ternyata setelah diperiksa Ali ternyata Hamil 7 Minggu, Hah bagaimana ia bisa lepas dari Geri jikalau dia hamil.
"Selamat ya Bu Alia tengah hamil, dan usia kandungannya memasuki Minggu ke 10" Kata Dokter Lucy
"Berati sudah memasuki dua bulan dua Minggu ya dok, sebentar lagi 3 bulan berati " Tanya Alin
Bak di sambar petir disiang bolong, Alia harus bahagia atau sedih? Sekarang dirinya ingin kelas dari Geri namun kini tengah hamil, Alia mengusap perutnya yang masih datar, ia tidak menyangka bahwa disini akan tumbuh Geri junior.
Sedangkan Gisa? dirinya tengah hamil 7 bulan Tapi bukan anak Geri melainkan anak David, Gisa melakukannya dengan David 7 bulan yang lalu hingga membuahkan hasil,namun Gisa menyembunyikan hal itu.
"Ini jadi anak David" Tanya Geri
"Mas maaf" Kata Gisa
"mulai saat ini silahkan pergi kamu bukan istriku lagi, segera aku urus perpisahan kita" Kata Geri
Gisa benar-benar pergi dari rumah itu ia mencari David ayah dari bayi yang dikandungnya, sedangkan dirumahnya Geri frustasi kini Alia sudah hilang bagaimana dirinya mencari walaupun mereka belum berpisah, Tiba-tiba Geri mendapatkan pesan dari Alin ia mengatakan bahwa mereka ada dirumah sakit x, geri segera meluncur kesana.
Geri melihat Alia yang tengah berbaring, Alia terlihat sangat tidak berdaya, ia mendekatinya Alin pun memakluminya karena mereka masih suami istri.
"Alia" kata Geri
"Mau apa kamu kesini" tanya Alia
"Maafin aku, maaf Al" kata Geri
"Alia sedang hamil 10 Minggu,dan bisa dipastikan dia adalah darah daging kamu" Kata Alin
Geri Sangatlah bahagia mendengarnya,ia memeluk Alia, Alia ingin memberontak namun dirinya sangat lemas, Alia masih mencintainya begitupun Geri ia juga mencintai Alia, karena paksaan mamanya dia menikah dengan Gisa.
"Kembalilah kita merawatnya dengan baik" Kata Geri
"Bagaimana dengan istrimu" Tanya Alia
"Aku sudah berpisah" kata Geri
"Aku mau kembali dengan kamu, tapi aku gak sanggup jikalau Tinggal bersama mamamu" Kata Alia
"Jangan berpisah,kasian anak kalian" kata Alin
"Kami akan selalu bersama merawatnya bersama alin" Kata Geri
"Alin makasih udah selalu ada, makasih banget" Kata Alia
__ADS_1
"Aku disini dukung kalian, aku berharap jangan ada perpisahan, kalian perbaiki kan masih ada kesempatan kedua, dan aku yakin Geri sepertinya tidak ada niatan melukai hatimu mungkin itu adalah suruhan mamanya" kata Alin
Rey memasuki ruang rawat Alin, ia ingin menjemput istrinya.
"Geri Alia lebih baik bersatu lagi, kalau ada apa-apa cerita di kami" Kata Reynaldi
"Makasih pak" Kata Geri
Kehamilan Alia sudah terdengar di Telinga Arga, membuat Arga semakin bimbang jikalau mereka benar-benar rujuk, bagaimana dirinya?
"Kerumah yuk, sikembar mau ketemu sama Alia" ajak Alin
"Beneran" Tanya Alia
"Beneran lah" Kata Alin
Setelah Alia boleh pulang, Namun ketika ingin memasuki mobil Geri, Arga menahannya.
"Mau apa bang Geri bawa Alia" Tanya Arga
"Maksud kamu apa" tanya Geri
"Lepasin Alia bang" Kata Arga
"Ga Alia sedang hamil, mana mungkin Abang ninggalin Alia, justru kami akan rujuk" Kata Geri
"Mau berantem di lapangan song" Kata Reynaldi
"Maaf pak tapi adik saya menghalangi saya" Kata Geri
"Sudah ini rumah sakit, jangan bertengkar disini, kasihan Alia dia butuh istirahat" Kata Reynaldi
"Apa urusanmu " Tanya Arga
"Jadi kamu menantang saya hah" Tanya Reynaldi
"Cukup Arga gak seharusnya kamu begini, Alia adalah istri aku" Bentak Geri
"Selama ini Abang yang Menyia-nyiakannya " Kata Arga
Rey segera memasuki mobil karena Alin sudah menunggunya terserah mereka berdua mau apa, biar sudah jikalau ingin ribut.
"Kenapa gak melerai sih" Kata Alin
"Orang dilerai adiknya nyolot" Kata Reynaldi
Sikembar dan Anaknya Alia akan beda 2 tahunan nantinya,ketika Alia lahiran sikembar berusia hampir 2 tahun.
Alia yang menatap pertengkaran itu hanya diam, ia Mengelus perutnya.
__ADS_1
"Nak lihatlah, Papa dan Om Arga sedang bertengkar mereka merebutkan mama, semoga kamu tidak akan seperti itu ya nak" Kata Alia
Ia memang nyaman dengan Arga, tapi mana mungkin dirinya bisa bersatu sedangkan kini ada kehadiran seorang anak yang mereka selama ini nantikan, Geri memasuki mobilnya, Alia yang menatap Suaminya itu hanya diam, namun Geri yang melihat istrinya yang dari tadi diam terus menerus, ia mengelus perut istrinya yang masih datar itu.
"Lihatlah nak, mama kamu diam saja, apakah mama kamu marah sama papa" Tanya Geri
"Cepatlah pulang aku ngantuk " Kata Alia
"Kamu gak mau beli apa-apa " Tanya Geri
"Aku mau kamu, mau tidur peluk kamu" Kata Alia
"Bisa aja, kita pulang kemana" Tanya Geri
"Aku mau kerumah orang tuaku,aku gak mau tinggal sama mama kamu disana, aku takut, aku Takut dia menyakiti calon bayi kita" Kata Alia
Geri melihat istrinya yang ketakutan, seharusnya dirinya sadar bahwa dia terlalu di setir oleh mamanya, mama sendiri tidak menyukai istrinya, jikalau ada apa-apa dengan istrinya ataupun calon anaknya ya Geri sendiri akan menyesal.
Sesampainya Dirumah Alia, mereka segera turun, Geri mendapatkan tatapan tajam dari papa Alia, Geri tau Geri salah, ia akan menghadapi semua.
"Papa mama apa kabar" Tanya Geri
"Ngapain kamu kesini" Tanya Papa Yuda
"Papa saya kan masih suaminya Alia" Kata Geri
"Suami macam apa kamu" Tanya Papa Yuda
"Papa maafin mas Geri, Alia mohon kami akan rujuk, karena ada calon anak kita, kita gak mungkin berpisah papa, Alia memberikan kesempatan kedua untuk mas Geri" Kata Alia
"Apakah kamu yakin nak" Tanya Papa Yuda
"Alia yakin pa" Kata Alia
Papa Yuda pun akhirnya memanfaatkan Menantunya itu, ia tidak tega melihat putrinya apalagi sebentar lagi dirinya akan memiliki cucu, Mungkin memang kebahagiaan Alia bersama Geri, Papa Yuda juga tau bahwa Geri adalah orang yang sangat bertanggung jawab.
"Geri papa kasih kamu kesempatan kedua" Kata Papa Yuda
"Terimakasih pa" Kata Geri
Geri dan Alia segera menaiki tangga,mereka menuju kamar Alia sesampainya dikamar Alia segera membaringkan tubuhnya di ranjangnya,Geri pun ikut menyusulnya, Alia tersenyum menatap suaminya itu, Kini Geri benar-benar miliknya sepenuhnya.
"Aku mencintaimu mas" Kata Alia
"Aku juga sangat mencintaimu sayang, I love you Honey" Kata Geri
"I love you too my husband" Kata Alia
Mereka pun tertidur pulas bersama, hingga malam hari mereka belum terbangun.
__ADS_1