Bukan pilihanku

Bukan pilihanku
Cincin siapa mas?


__ADS_3

Keesokan harinya, setelah acara kencan bersama mereka kembali ke Aktivitas Masing-masing, Alin meminta izin untuk pergi ke kantor karena hari ini tidak ada kelas jadinya dirinya akan ke kantor saja.


"Kamu itu manis banget sih" Kata Reynaldi


"Apaan sih mas, mandi gih" Kata Alin


"Seriusan, istriku manis sekali" Kata Reynaldi


"Manis dari lahir dong" Kata Alin


Seperti setiap pagi hari Alin selalu,mual di pagi harinya, Efek hamil muda, Rey bukannya segera mandi ia malah menggoda istrinya terlebih dahulu.


"Gak usah mandi,toh kamu suka kan" Kata Reynaldi


"Jorok ih" Kata Alin


"Jorok kamu suka kan" Kata Reynaldi


"Mas dibilangin suruh mandi kok" kata Alin


"Iya-iya jangan marah dong" Kata Reynaldi


Rey bergidik ngeri, melihat istrinya marah, sebelum Alin marah ia segera mandi, karena kalau sudah marah bisa jadi perang ke 3 dimulai.


Selesai mandi Rey bersiap-siap segera ke kantor, Alin pun juga sama, mereka akan berangkat bersama, dan pulang Rey akan menjemputnya.


Sebelum berangkat mereka sarapan terlebih dahulu,tapi Alin merasa mual jika sarapan, Bagaimana ini apalagi ada mertuanya.


Alin segera menjauh dari meja makan, tentunya membuat Rey Segera menyusulnya, Rey khawatir terjadi apa-apa dengan istrinya,mama mertua dan papa mertua memandang menantunya dengan penuh heran,tidak biasanya dia seperti itu.


"Alin kenapa" Kata Reynaldi


"Mas mual mau makan" Kata Alin


"Harus makan dong, kalau gak makan kamu dirumah aja, gak usah ke kantor, kasihan anak kita kalau kamu gak makan, ayolah di paksa makan" Kata Reynaldi


Mata Alin berkaca-kaca ketika Rey memarahinya, pagi-pagi sudah dimarahin Rey, Rey yang melihat istrinya hampir menangis,ia merasa bersalah karena telah memarahinya.


"Jangan nangis, maaf gak maksud memarahi kamu" Kata Reynaldi


Mama Yuliana menghampiri mereka, Kenapa pagi-pagi sudah berdebat putranya dan menantunya itu.


"Kenapa nak" kata Mama Yuliana


"Mual ma, mau makan jadi maaf kalau Alin tadi langsung meninggalkan meja makan" Kata Alin


"Sepertinya kamu sakit nak, ayo ke dokter " Kata Mama Yuliana


"Mungkin kelelahan ma" Kata Reynaldi

__ADS_1


"Kelelahan gimana, hmm apa alin hamil" tanya Mama Yuliana


Rey dan Alin hanya saling pandang saja, mereka ingin memberitahukan bahwa alin tengah hamil, tapi mungkin belum waktunya,tapi Rey tetap harus memberitahukan orang tua mereka.


"Alin memang lagi hamil ma, kami mau ke dokter untuk mematikannya lagi" Kata Reynaldi


"Serius nak" Kata Mama Yuliana


"Sepertinya ma, karena seminggu yang lalu Alin Mencoba tes ternyata garis dua " Kata Alin


"Selamat sayang, dijaga loh ya, apalagi masih hamil anak pertama, Duh mama menanti cucu pertama deh" Kata Mama Yuliana


"Makasih ma" Kata Alin


"Sarapan yuk, dipaksa ya" Kata Reynaldi


Alin pun menganggukkan kepalanya, ia kali ini menurut dengan suaminya,entah mengapa anaknya sangat klop dengan daddy-nya, Rey menyuapinya benar saja Alin langsung nafsu makan, hingga menghabiskan sarapan yang banyak, membuat papa dan mama tersenyum menatap keduanya, Lalu Rey makan di bekas istrinya, setelah selesai mereka langsung pamitan untuk berangkat.


"Anak kita kayaknya mau selalu sama kamu mas" Kata Alin


"Bagus dong kan aku daddy-nya " Kata Reynaldi


"Ih Daddy-nya terlalu cuek sih" kata Alin


"Duh aku gak cuek sayang" Kata Reynaldi


Setelah sampai kantornya Alin, mereka berpisah tapi Rey ragu untuk meninggalkan istrinya,tapi istrinya pun meyakinkan dirinya.


Sedangkan ditempat Lain, Vita sedang bersama Rion mereka teman SMA sampai kuliah, Rion tau bahwa Vita sedang ada masalah, mungkin masalah rumah tangganya.


"Cerita sama aku Vi" Kata Rion


"Gpp kok, kamu makasih ya udah nemenin" Kata Vitaloka


"Kalau kamu mau cerita ya cerita aja" Kata Rion


"Mas Davin menikah lagi, dia lebih banyak waktu bersama istri keduanya" Kata Vitaloka


"Kamu serius, kamu kenapa kau di madu Vita" kata Rion


"Aku harus gimana, aku gak mau kehilangan mas Devan, aku gak mau hidup sendiri Rion" Kata Vitaloka


"Seperti ini hanya menyakiti kamu, gak mungkin kamu selamanya seperti ini, Iya kalau devan ingat kamu, kalau gak" kata Rion


"Aku bingung Rion, Aku gak mungkin bisa kayak gini, tapi aku gatau lagi kalau harus pisah, gimana nasibnya Diffa " Kata Vitaloka


"Demi kebahagiaan kamu dan Diffa Vita,kamu pikirkan lagi" Kata Rion


Vitaloka terdiam selama ini ia kurang menyadari, bahwa ada seseorang yang sangat menyayanginya, bahkan dirinya selalu ada ketika Vita membutuhkan dirinya,tapi kenapa Vita malah menikah dengan yang lainnya, Rion menyukai Vita dari waktu SMA hingga sekarang,tapi Vita tidak pernah sadar akan hal itu, Bahkan sampai sekarang Rion masih menunggu Vita, Apalagi mendengar Vita dimadu oleh Devan, membuat Rion sangat geram.

__ADS_1


Dia Arion Mirza Joy Khandra Teman Semasa sekolah,dia sangat baik denganku, bahkan dia selalu ada ketika aku sedang ada masalah maupun sedang sedih, Mungkinkah Arion ada perasaan denganku,tapi aku sudah bersuami mana mungkin dirinya menyukaiku.


Sore harinya Rey langsung menuju kantor istrinya, Ia langsung menuju ke ruangannya CEO di kantor ini.


"Ruangan CEO dimana" tanya Reynaldi


"Apakah bapak sudah membuat janji" Kata Dita


"Apakah saya harus membuat janji untuk bertemu istri saya" Kata Reynaldi


Dita hanya diam menatap lelaki di depannya,apa bertemu istrinya, mungkinkah Bu Alin istrinya, Dita langsung mempersilahkan Rey untuk masuk.


"Sayang pulang yuk, jangan kerja terus dong" Kata Reynaldi


"Udah selesai kok" Kata Alin


"Mau makan apa" Tanya Reynaldi


"Mau makan bakso yang pedas, sama belanja camilan ya mas" Kata Alin


"Yuk berangkat " Kata Reynaldi


Mereka Bergandengan tangan, membuat para karyawan menatap mereka berdua, memang yang mereka tau bahwa Bosnya tidak punya pacar, tapi sekarang Bosnya punya suami.


Mereka berdua pun langsung menuju bakso langganan Alin waktu SMA hingga kuliah sekarang, sekarang dirinya kesini bersama suaminya, padahal dulu hanya bersama Alia kalau kesini.


"Ayo turun, ini langganan aku" Kata Alin


"Bentar sayang, mas turun" Kata Reynaldi


Mereka memesan bakso komplit dan gorengannya tentunya, baksonya porsi banyak membuat siapapun yang memakannya kenyang.


Rey menatap istrinya yang sangat menikmati baksonya itu, Ia tau bahwa istrinya sangat sederhana, bahkan kemewahan yang ia punya ia tidak mau memberitahukan kepada siapapun, bahkan uang bulanan yang Rey kasihkan dirinya tabung.


Setelah dari tempat bakso, mereka lanjut ke supermarket, Alin berbelanja banyak camilan,Rey hanya mengikutinya saja, toh memang kemauan istrinya,kalau dirinya tidak Menurutinya takut marah dia.


Baru kali ini Alin Belanja ditemenin sama pria, yang notabennya adalah suaminya sendiri sekarang, belanja dengan suami dong, biasanya bersama keluarganya ataupun Alia sekarang bersama Rey.


mungkin besok belanja kebutuhan bayi mereka akan berbelanja berdua, mereka akan Belanja kebutuhan bayi saat kehamilan Alin memasuki bulan ke 7, baru mereka akan membelinya, Setelah berkeliling akhirnya troli mereka full dengan camilan.


Rey tidak masalah dengan hal itu, Alin senang dirinya juga senang, toh uang suami juga uang istri, selesai berbelanja Rey membayarnya ia menyuruh Alin untuk duduk saja, karena ia takut jikalau Alin kecapekan nantinya.


Sesampainya Dirumah mereka langsung ke kamar, membawa Belanjaannya itu, Setelah itu mereka mandi Alin dulu yang mandi baru Rey, setelah itu mereka rebahan di kasur, Rey mendekati Alin membawa beberapa kotak perhiasan,Alin hanya menatapnya saja


"Ini cincin untuk kamu,dan kalung ini juga untuk kamu, seharusnya kita gak usah Makai cincin ini, kita pakai juga yang baru ya" Kata Reynaldi


"Cincin siapa mas?" Tanya Alin


"Cincin kamu dong, sini mas pasangin" Kata Reynaldi Rey Memasangkan dua cincin dijari istrinya begitupun Alin memasangkan Cincin ke jari Rey, dan Kalung Alin Rey pasangkan di leher istrinya.

__ADS_1


Alin pun langsung memeluknya, ia bahagia karena suaminya sangat pengertian dengannya, dan Alin bersyukur Rey menjadi suaminya, walaupun dengan awal yang tidak pernah terduga.


__ADS_2