
Keesokan Harinya, Rey benar-benar mengajak seluruh teman kelas Alin untuk kencan bersama, bahkan Rey sudah memberitahukan dimana tempatnya,jujur saja Alin sempat heran dengan Rey, bagaimana tidak tiba-tiba saja dirinya memutuskan,Alin tau mungkin memang untuk lebih dekat dengan mereka, tapi yang Alin takutkan bagaimana mereka nantinya tau kalau istri Rey adalah Alin, bisa habis Alin nanti jikalau para fans di kampus Rey tau bahwa dia istrinya.
"Mas saya gak ikut ya" Kata Alin
"Loh gak bisa gitu, Kamu istri saya dan mahasiswi saya kan, harus ikut" Kata Reynaldi
"Mas saya mau mereka mengetahui status kita" Kata Alin
"Selamanya kita tutupi juga mereka akan tau, toh tau juga tidak apa-apa, nyatanya kamu kan yang jadi istri saya" Kata Reynaldi
"Mas bukan begitu, Ya mungkin mereka mengira saya yang terlalu caper hingga mas mau menjadikan saya istri mas" Kata Alin
"Udah lah, kita yang jalani, apa kata mereka terserah mereka, toh kita gak pernah merugikan mereka, kita jalani aja rumah tangga kita, Cukup kamu dan keluarga yang menjadi prioritas saya sekarang, untuk yang lainnya ya biarlah" Kata Reynaldi
"saya gak pantes bersanding dengan mas, yang notabennya mas sempurna, idaman para wanita, bahkan sudah sukses dan mapan, dibandingkan saya hanyalah apa bagi mas" Kata Alin
"Hei jangan ngomong gitu, Nyatanya kamu yang pantas mendampingi saya kan, Kita fokus aja buat anak kita nantinya dan pernikahan kita kedepannya,kamu tetap pemenangnya kok, dan rubah lah itu jangan saya, tapi aku kamu" Kata Reynaldi
"Hmm aku akan merubahnya mas" Kata Alin
"Walaupun bukan aku yang memilih kamu, tapi aku benar-benar menerima kamu sebagai istriku, apalagi sebentar lagi akan ada kehadiran anak kita, dan itu akan membuat aku untuk belajar mencintai kamu, walaupun aku tau kamu tidak mencintai aku" Kata Reynaldi
"Mas aku, Cinta aku belum tau mas" Kata Alin
"Aku akan membuat kamu jatuh cinta pada suami kamu ini" Kata Reynaldi
"Emang bisa" Kata Alin
"Tunggu saja Waktunya sayang" Kata Reynaldi
"Terus nanti malam gimana mas" Kata Alin
"kita berangkat bersama sayang, apa masih kurang jelas" Kata Reynaldi
"Gamau berangkat bareng" Kata Alin
"Sekalian aku ngenalin kamu sebagai istriku di depan teman-teman mu" Kata Reynaldi
"Mas kok gitu" Kata Alin
Rey gemas melihat istrinya, ia memeluk istrinya, Alin merasa sangat nyaman berada di pelukan Rey, Pelukannya ternyaman setelah papa dan abangnya, Jujur saja Alin merindukan mereka, Ingin sekali menginap dirumahnya,tapi apakah Rey mau menuruti kemauannya.
"Mas Aku boleh kan menginap dirumahnya papa" kata Alin
__ADS_1
"Gak ada yang ngelarang sayang, nanti kita sama-sama nginep disana" Kata Reynaldi
Rey masih saja memeluknya dengan erat, Alin pun membalas pelukannya, Hingga mereka tertidur pulas Bersama,karena posisinya tadi mereka sedang rebahan di ranjangnya, Waktunya bangun malah tertidur, Harusnya sarapan eh ketiduran, Alin tidak menyesali apa yang terjadi, baginya apa yang terjadi adalah takdir, untuk apa disesali toh sudah terlanjur, mau tidak mau ia harus menjalaninya.
"Mas, pengen makan rujak buatan mas" Kata Alin dengan suara seraknya khas orang bangun tidur.
"Kamu ngidam" Tanya Reynaldi
Alin pun mengangguk kepalanya, membuat rujak, Rey tidak bisa bagaimana caranya, Namun tidak apalah demi buah hatinya ia akan membuat rujak itu.
Alin dan Rey pun menuruni anak tangga, mereka menuju dapur, Alin menunggu Rey di meja makan, Sesudah mengupas beberapa buah, lalu Rey mengirisnya, Tak lupa membuat Bumbu untuk rujaknya,rujak ala Rey telah siap, Alin pun tersenyum menatap suaminya yang membawa rujak ke arahnya, Rey menyuapinya, Alin pun menerimanya,mereka berdua makan rujak buah bersama, anehnya Rey yang tidak suka dengan rujak sekarang sangat menyukainya, Dan untuk Alin setiap paginya ia selalu muntah-muntah,namun ketika berada di dekat Rey ataupun mencium bau badan suaminya,agak tidak separah pagi harinya ia muntah-muntah, Kayaknya anak ini maunya dekat dengan papanya.
"Masih kurang" Kata Reynaldi
"Sudah cukup mas, kenyang" Kata Alin
"Makan lagi" Kata Reynaldi
"Gamau, maunya mas aja yang ngabisin" Kata Alin
Rey pun menghabiskan rujak buatannya sendiri,Alin masih setia menatapnya dengan senyum-senyum sendiri, Rey menjadi salah tingkah ketika ditatap Terus-terusan oleh istrinya.
Selesai makan rujak mereka kembali ke kamar, Karena Alin akan mengerjakan pekerjaan, dan Rey juga sama, Alin memang rencana besok akan ke kantor karena sudah lama dirinya tidak kesana.
"Gamau,mas disini aja" Kata Alin Memeluk lengan Rey, Rey hanya menatap istrinya itu ya sekarang menjadi manja dengannya.
"Sayang mas buatin susu dulu ya, tunggu sini gak lama kok" Kata Reynaldi
"Janji gak lama" kata Alin
"Janji mas kebawah dulu" Kata Reynaldi
Siapa sangka Rey yang terkenal galak dan dingin bisa sabar menghadapi istrinya yang terkadang manja, terkadang marah-marah sendiri, Padahal Rey kategori pria sangat cuek, tapi lama-lama Rey juga tidak cuek kepada istrinya, apalagi dengan adanya seorang anak pastinya akan mempererat hubungan mereka.
Rey kembali dengan membawa segelas susu, Alin segera menerima susu itu, dirinya menghabiskannya dengan titik terakhir, membuat Rey semakin gemas dengan istrinya itu.
"Mas Rey kenapa senyum-senyum" Kata Alin
"Gak gemas aja sama kamu" Kata Reynaldi
"Ih mas, Gitu ya" Kata Alin
"Siapa sangka gadis kecil di depan mas ini, sebentar lagi akan menjadi seorang mommy" Kata Reynaldi
__ADS_1
"Kan yang ngebuat mas, sampai perut Alin ada isinya dedek bayi " kata Alin
Dengan polosnya Alin mengatakan hal itu membuat Rey mencubit hidungnya, Alin mengeratkan pelukannya, Rey pun mengelus rambut istrinya itu, usianya memang masih 18 tahun, Jadi ibu muda nantinya.
Malam Harinya mereka bersiap-siap untuk kencan bersama, Alin hanya mengenakan Celana Jeans dan Jaket Levis, Sama dengan Rey mereka serasi namun jaket Rey warna hitam, Tumben Rey tidak memakai pakaian formal, Tentunya tidak ini kan kencan bukan mau ke kantor ataupun mengajar.
Mereka berpamitan kepada mamanya, setelah itu Rey dan Alin memasuki mobil rey, kali ini Rey memakai mobil putih tidak mobil hitam yang biasanya Rey pakai.
"Mas lain kali naik motor yuk" Kata Alin
"Setelah kamu lahiran, baru mas ajak naik motor" Kata Reynaldi
"mas ih masih 8 bulan lagi" Kata Alin
"Ditunggu sayang, biar cepet-cepet ketemu dedek bayi" Kata Reynaldi
Ketika anak mereka lahir nantinya, Rey berusia 24 sedangkan Alin Berusia 19 tahun, Tidak terlihat seperti seorang suami-istri melainkan seperti seorang kekasih.
Sesampainya Cafe, Alin dan Rey segera turun, Rey mengandeng Tangan Alin untuk memasuki cafe tersebut, awalnya Alin menolaknya karena tidak enak dilihat teman-temannya,Tapi Rey memaksanya.
Saat mereka menuju meja, Teman-temannya terpesona melihat mereka berdua, awalnya memang seperti ragu karena pak Rey mengandeng Tangan wanita lain, dan wanita itu Alin, Rey mendekati arah meja, Tentu banyak pertanyaan kenapa mereka bisa bersama.
"Loh pak Rey kok sama dia" kata Anggie
"Loh gak mungkin bapak jemput dia kan" Kata Anggita
"Alin Lo datang sama pak Rey" Kata Anggun
"demi apa mereka datang berdua" Kata Yulia
"Apa ini kemesraan di depan gue" Kata Sintya
"Bapak kok bisa datang bersama" Tanya Nino
"Oh ya kenalin ini Istri saya, Alin udah pada tau kan, kami udah menikah jadi tentu kami datang bersama karena serumah " Kata Reynaldi
Rey dan Alin duduk berdampingan, Tentunya Anggie dan Anggita cemburu melihatnya,tidak terima bahwa Alin sudah menikah dengan pak Rey, demi apa pak Rey yang mereka idamkan menjadi suami temannya sendiri.
"Mau pesan apa sayang" Tanya Reynaldi
"Samain aja kayak mas,Mas tau kan aku gak suka apa" Tanya Alin
"Mas tentunya tau dong sayang" Kata Reynaldi
__ADS_1
Alin Tersenyum Menatap suaminya, Mungkin tidak pernah menyangka bahwa Orang yang disampingnya kini resmi menjadi suaminya, padahal mereka awal bertemu hanya sebagai mahasiswi dan dosennya, ternyata mereka sampai juga di pelaminan dan menjadikannya mereka suami-istri.