Bukan pilihanku

Bukan pilihanku
Sengaja


__ADS_3

Keesokan harinya, Setelah beberapa hari Alin kembali ke kampus karena sekarang waktunya pak Rey yang mengajar, Alin tidak enak karena tidak mengganti uang belanjaannya, Mungkin setelah kelas Alin akan menggantinya.


Alin duduk di paling depan, Karena biasanya ia paling belakang, Dia Nita memang sedang aktif berdua, Nita teman Alin ya, Rey memasuki Kelas namun ia sedikit melirik ke arah Alin yang berada di meja depan, Rey hari ini tidak membawa mobil karena tadi ia berangkat bersama temannya, Tumben bukan, Rey berusaha fokus untuk mengajar namun terkadang yang tidak membuatnya fokus adalah Alin, mengapa ketika berada di dekatnya membuat dirinya salah tingkah.


Alin dengan Santai memperhatikan Rey, ia mencatat Semua materi yang diberikan Rey, Walaupun nantinya akan Rey share, Alin ketua kelas tentunya sebelumnya ia sudah komunikasi dengan Rey sebelum kelas dimulai.


"Oh ya bagaimana kalau hari ini kita ada Kuis" Kata Reynaldi


Semua Mahasiswa pun bersemangat dengan adanya Kuis dari Rey tersebut, Orang pertama yang berhasil menjawab Kuis tersebut Adalah Alin, Membuat Rey Tersenyum Manis Menatap Alin, Karena Alin orang pertama yang berhasil menjawabnya Rey memberikan Sebuah Kotak Kecil.


"Karena orang pertama yang berhasil menjawab akan saya berikan hadiah, Alin ini hadiah untuk kamu" Kata Reynaldi


Alin menerimanya, Banyak Teman-temannya yang bersorak karena Alin mendapatkan Hadiah Dari Rey.


"Terimakasih pak" Kata Alin


Alin juga tidak tahu apa isi dari kotak itu, Mungkinkah Jam Tangan, Dari rumah ia akan membukanya, Setelah selesai kelas Waktunya pulang, Alin segera mengejar Rey.


"Pak Rey tunggu" Kata Alin


Rey Menghentikan langkahnya, ketika mendengar suara Alin memanggilnya, Alin menghampiri Rey dengan penuh senyum manisnya, Membuat Rey semakin terpesona melihatnya.


"Pak, Saya mau ganti uang belanjaannya kemarin" Kata Alin


"udah gpp" Kata Reynaldi


"Gak bisa gitu pak, saya gak enak" Kata Alin


"Toh yang bilang enak siapa" Kata Reynaldi


"Bapak serius ya, bukan bercanda " Kata Alin


"Jadi kamu mau di seriusin sama saya" tanya Reynaldi


Dengan perkataan Rey membuat Alin menatap Tajam Kearahnya, Apa diseriusin tidak salah dengar Alin.


"Bapak apaan sih" Kata Alin


"Tadi katanya mau serius,ayo kapan mau di seriusin " kata Reynaldi


"Bukan gitu maksudnya " Kata Alin


"Maksudnya gitu juga gpp, Saya malah seneng dapat calon istri " Kata Reynaldi


"Gak lucu sumpah" Kata Alin


" Saya gak ngelucu,tapi saya mau seriusin kamu" Kata Reynaldi


Alin terdiam,ia masih terngiang-ngiang perkataan Rey, Jujur saja Rey bercanda atau serius, mana mungkin dia mau serius dengan Alin.


"Pak Hmm Gimana kalau Kita Ke Gramedia " Kata Alin


"Kamu ngajak saya" Tanya Reynaldi


"Disini kan cuma ada saya sama bapak, ya kali saya ajak siapa" Kata Alin


"Tapi saya gak bawa kendaraan " Kata Reynaldi


"Saya kan bawa, bapak yang nyetir ya" Kata Alin


"Saya ambil tas dulu, Mau ikut apa nungguin disini " Tanya Reynaldi


"Disini aja" Kata Alin


Reynaldi berpamitan kepada Alin, untuk mengambil tasnya di ruangannya, Tak butuh waktu lama Rey kembali lagi dengan membawa tas dan Jas ditangan, memang tadi Rey mengajar di kelas hanya mengenakan kemeja hitam yang membuat Rey semakin terlihat tampan dan Berdamage, mereka berdua jalan bersama menuju parkiran mobil, Alin memberikan kunci mobilnya untuk Rey yang menyetir mobilnya.


Setelah Sampai Di Gramedia mereka pun turun bersama, Alin memang ingin membeli buku dan Novel,Entah dengan Rey ia hanya ingin ikut atau juga mencari buku.

__ADS_1


Setelah selesai mereka pun langsung keluar, dan menuju Cafe terdekat, Bukan Alin yang mengajaknya namun Rey, lagi-lagi makan dengan Rey, seperti kencan bukan.


Memang Rey sekalian mengajak Alin Nongkrong dan Makan, Kesempatan untuk dekat dengannya bukan.


"Ini uangnya saya ganti" Kata Alin


"Udah gak usah" Kata Reynaldi


"Saya gak mau punya hutang sama bapak" Kata Alin


"Lama-lama saya Nikahin kamu sekarang juga kalau memaksa" Kata Reynaldi


"Lah kok nikah" Kata Alin


"Tunggu saya datang melamar kamu" Kata Reynaldi


"Hah, Gak lucu amat sih bercandanya" Kata Alin


Rey tidak menjawabnya ia hanya diam, tunggu saja harinya Rey akan melamar Alin dan menjadikannya sebagai istrinya.


Alin melanjutkan Makannya, Rey menatap Alin yang tengah menikmati Makanannya itu, Sepertinya memang Alin lapar, Alin yang ditatap seperti itu pun risih juga, Rey tersenyum melihat Alin yang salah tingkah karena ia tatap dari tadi, Rey melanjutkan Makannya agar tidak membuat gadis di depannya malu-malu.


Alia Dan Geri sedang jalan berdua, Alia melihat Sahabatnya sedang makan bersama Seorang cowok, Sepertinya kelihatan dekat, Alia dan Geri menghampiri mereka berdua, Alin yang melihatnya pun hanya menatap kedua insan yang sedang menuju ke meja mereka.


"Alin Boleh gabung" Kata Alia


"Boleh kok, Boleh Kan pak" Tanya Alin


Rey menatap kedua insan di depannya ini sebelum mengiyakannya, Rey duduk bergeser di samping Alin, Bahkan Jarak mereka sangat dekat.


"Sama siapa nih Alin" Tanya Alia


"Sama dosen aku, Kenalin ini pak Rey" Kata Alin


Alia tidak menyangka bahwa Alin sedang jalan berdua dengan dosen muda di kampusnya,Karena selama ini jarang sekali Alin mau jalan dengan pria lain.


"Santai aja" Kata Reynaldi


"Sudah lama pak" Tanya Geri


"Lumayan, soalnya nemenin Alin dulu beli buku" Kata Reynaldi


Alia tersenyum Mendengarnya, Bisa-bisanya Jalan berdua, Sepertinya sudah dekat mulai lama.


"Kalian Mau Disini lama" tanya Alin


"Kan baru datang" Kata Alia


"Siapa tau mau jalan-jalan kan" Kata Alin


"jalan-jalan berempat yuk, gimana mau gak pak" Tanya Geri


Rey melirik ke arah Alin, Alin tau apa arti lirikan matanya itu, Artinya ia memberi kode kepada Alin mau atau tidak jalan bersama.


"Yuk" Ajak Reynaldi


Rey berdiri dan Tangannya di depan Alin, Alin menerimanya, romantis sekali bukan, tapi cukup membuat Alin gemetaran.


Alia Bergandengan Dengan Geri, Dan Rey Mengandeng Tangan Alin, Bukan rencananya untuk jalan berdua dengan Rey, namun kebetulan aja.


"Mau beli sesuatu Lin" Tanya Reynaldi


"Hmm gak pak, mungkin bapak mau beli" Tanya Alin


"Gak ada sih, Kita ke supermarket aja yuk" ajak Reynaldi


Alin mengikuti langkah Rey yang memasuki Supermarket, Namun Rey berhenti mendadak membuat Alin kebingungan.

__ADS_1


"Rey" Kata Elina


"Lina" Kata Reynaldi


Alin menatap Kedua Orang di depannya ini, siapa yang sedang berbicara dengan pak Rey, mungkinkah pacarnya.


"Apa kabar kamu" Kata Elina


Rey diam tidak menjawab, justru ia malah mengandeng Tangan Alin, Alin Hanya menatap Rey tidak percaya karena tiba-tiba saja ia mengandeng tangannya.


"Baik" Kata Reynaldi


"Kamu kok cuek sih Rey" kata Lina


"So saya harus apa" Kata Reynaldi


"Kamu kayak bukan Rey yang dulu" Kata Lina


Alin seperti obat nyamuk gak sih diantara dua insan ini,sudah tangan di gandeng Rey bagaimana ia bisa kabur.


"Memang Bukan Rey yang dulu, karena Rey yang dulu adalah Rey yang bodoh yang bisa anda manfaatkan, Tapi tenang Rey yang sekarang tidak sebodoh dulu, justru Rey sekarang lebih licik dari anda, Bagaimana Langgeng udah punya anak berapa?" Kata Reynaldi


Lina terdiam dengan semua ucapan Rey, ia tidak pernah menyangka bahwa Rey akan sekejam dan licik seperti sekarang, seperti bukan Rey yang gampang Lina bohongin dulu.


"Pak masih lama gak sih, Kalau masih lepasin saya mau kabur" Kata Alin berbisik-bisik di telinga Rey, Rey hanya tersenyum mendengarnya, Alin ingin kabur, Namun Rey malah merangkul pinggang Alin dan membuat Lina cemburu melihatnya.


"Rey jujur saja aku masih cinta, aku belum menikah Rey, aku mau nikah sama kamu" Kata Lina


"Masih cinta, Kalau belum sadar tolong sadar Anda ninggalin saya disaat saya sedang sayang banget sama anda, dan saya memperjuangkan anda tapi apa balasan anda memilih seseorang yang lebih berada di bandingkan saya, disaat saya tidak mempunyai apa-apa dulu, Dan untungnya anda meninggalkan saya, jadi saya tau bagaimana wanita yang tulus mencintai saya dan menerima saya dengan apa adanya,bukan ada apanya, dan oh ya anda mau menikah dengan saya, tentu saja saya tidak bisa, karena saya sudah mempunyai calon istri" Kata Reynaldi


"Calon istri mana mungkin, jelas-jelas kamu mencintai aku Rey, mana mungkin kamu berpaling " Kata Lina


"Itu mungkin saja, karena dulu saya ditinggalkan dan anda membuang saya selayaknya sampah,apa anda Tidak malu mau balik dengan saya" Kata Reynaldi


"Rey plis aku mau nikah sama kamu, aku cinta kamu Rey" Kata Lina


"Kenalin ini calon istri saya, Alin" Kata Reynaldi


Alin menatap Rey dengan tajam, bisa-bisanya Mengakui dirinya sebagai calon istrinya, Alin tidak mau terlibat permasalahan antara kedua insan ini.


"Gak mungkin Rey" Kata Lina


"Kenalin Mbak, Saya pacarnya mas Rey, Lebih tepatnya calon istrinya" Kata Alin


Reynaldi Tersenyum ketika Alin mengatakannya, Benar-benar bisa diajak kompromi gadis di sampingnya ini.


"Mana mungkin ada yang bisa gantiin aku dihati kamu" Kata Lina


"Mungkin, buktinya saya sudah mempunyai calon istri ya kan sayang" Kata Reynaldi


"Mas yuk pulang,capek nih, tadi kan mau Belanja kita belanja dulu ya mas" Kata Alin


"Rey harus bisa jadi milik gue" Kata Lina


Rey dan Alin meninggalkan Lina yang sendirian,mereka menuju Ke tempat para Snack, entah Alin mungkin ini membeli beberapa camilan.


"Pak saya mau beli camilan bapak mau" tanya Alin


"kok pak tadi aja panggil saya mas" Kata Reynaldi


"La tadi kan pura-pura aja" Kata Alin


"Kalau gak pura-pura ya gpp" Kata Reynaldi


"Jadi bapak mau gak" tanya Alin


"Samain" Kata Reynaldi

__ADS_1


Alin memilih Beberapa macam Snack dan memasukannya di troli belanja yang di dorong oleh Rey, Tak lupa dengan Camilan Kesukaannya, Dan masih banyak yang lainnya, selesai itu Alin segera Membayarnya,kali ini Alin karena ia tidak mau apabila terus-terusan Rey yang membayarnya.


__ADS_2