Bukan pilihanku

Bukan pilihanku
Kisah Kita


__ADS_3

Kini Arga dan Kelly sudah kembali kerumahnya, Alvian dia bersama neneknya, Arga ingin menanyakan tentang profesi Kelly Mengapa dirinya tidak pernah bilang.


"Kenapa tidak memberitahuku bahwa kamu adalah seorang penyanyi dan model" Tanya Arga


"Maksud kamu apa ya" Tanya Kelly


"Saya suami kamu, seharusnya saya tau apa keseharian kamu" Kata Arga


"Bukankah kamu hanya menjadi suami hingga saya benar-benar hamil,lalu jikalau tidak kita pisah" Tanya Kelly


"Mbak saya gak akan meminta perpisahan " Kata Arga


"Tapi kenapa" Tanya Kelly


"Kita bisa jalani ini semua mbak" Kata Arga


"Kamu bisa dari cari yang lebih muda, dibandingkan saya bukan, toh kamu tidak mencintai saya" Kata Kelly


Arga sangat tidak bisa berpikir, mungkinkah Kelly sedang emosi, cemburu? Arga memeluk Kelly, namun Kelly bersikeras untuk melepaskannya, hingga Arga mempererat pelukannya, Kelly hanya pasrah ia pun membalas pelukannya, Walaupun Kelly sedang marah dengannya namun dipeluk oleh Arga membuat nyaman sekali.


"Arga lepas, saya tidak bisa bernafas" Kata Kelly


Arga pun melepaskannya, Kelly akhirnya bisa bernafas lega,Arga tersenyum menatap istrinya itu.


"Arga saya ingin pulang ke kampung halaman besok" Kata Kelly


"Saya akan ikut mbak" kata Arga


"Tapi Arga " kata Kelly


"Mbak jikalau ada apa-apa dengan mbak, siapa yang bertanggungjawab" Kata Arga


"Saya sudah terbiasa Sendiri" kata Kelly

__ADS_1


"Jangan menolaknya " Kata Arga


Kelly menghela nafasnya,kini Arga tidak ingin mendengar alasannya,oke mereka sekarang tidur, Pagi harinya mereka bersiap-siap ke bandara, Alvian ia titipkan di rumah Geri, Arga terpana melihat penampilan istrinya, sederhana, Arga membawa koper milik istrinya, Kelly hanya diam saja ketika Arga membawanya, 45 menit akhirnya mereka telah mendarat di kota X, Mungkin mereka akan naik taksi untuk menuju kerumah Kelly,tapi salah papanya telah mengirimkan supir untuk menjemputnya, Papanya Sangat menyayangi Kelly, berbeda dengan Mamanya yang selalu memperlakukan kamu berbeda,Kelly adalah putri sulung dia mempunyai Adik laki-laki, Kelly bisa dikatakan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan adiknya yang selalu meraih banyak prestasi.


Disepanjang perjalanan, Arga menatap wajah Kelly terlihat sendu, kenapa dengan dirinya bukankah seharusnya dirinya senang kembali kerumahnya, tetapi mengapa wajahnya terlihat sendu.


Setelah sampai Kelly turun, namun ia masih berdiri di depan pintu, Arga menatapnya lagi ada apa dengan istrinya ini, Terbukalah pintu Menampakkan Mamanya,mama menatap Kelly dengan tatapan tidak suka.


"Masih ingat pulang, untuk apa pulang" Kata Mama


"salahkah jika,aku pulang kerumah" kata Kelly


"Lebih baik jangan pulang" kata Mama


"Kelly pulang merindukan kalian" Kata Kelly


"Tapi sayang mama tidak merindukanmu" Kata Mama


Dulu waktu Mama Hamil Chiko, Ya Chiko adalah adik Kelly, Mama Hampir saja keguguran karena ulah Kelly, Mengapa? karena Kelly membasahi lantai,Kelly berniat akan mencoba mengepel, tapi apalah daya mamanya yang sedang hamil tua pun terpeleset hingga waktu itu mama harus melahirkan Chiko saat kandungannya berusia 8 bulan, untungnya bayinya masih bisa diselamatkan, apabila terlambat membawa kerumah sakit mungkin chicko sekarang tidak akan ada.


Kelly tidak dipersilahkan untuk masuk, mamanya Meninggalkannya begitu saja, Kelly duduk di sofa yang ada di teras, ia menangis, Arga yang tidak tega melihatnya pun memeluknya, Kelly langsung memeluk erat suaminya.


"Bawa saya pulang ga, saya gamau disini" Kata Kelly


Apa bawa pulang? mereka baru saja sampai, kemarin Kelly yang ingin pulang, Bagaimana jikalau Kelly pulang sendirian, dan sekarang dirinya sekarang seperti ini, bagaimana tega Arga, Entah apa permasalahan mereka berdua.


"Ada saya disini mbak, mbak harus kuat, kita nginep di hotel aja ya" Kata Arga


Papa yang melihatnya pun menghampiri mereka, Ada apa dengan putrinya, mengapa tidak masuk.


"Kelly kenapa nak" Kata Papa


Kelly segera melepaskan pelukannya, ia memeluk papanya, Kelly menumpahkan segala isi hatinya,Arga hanya menatapnya, Ia Tidak tega melihat istrinya menangis.

__ADS_1


"Papa Kelly mau pulang, Kelly gak diharapkan disini" kata Kelly


"Jangan berkata seperti itu nak" Kata Papa


"Jangan nangis, kamu harus kuat" Kata Arga


Dua lelaki di depannya ini memberikan semangat, Arga dan papanya adalah orang yang selalu menjadi sandaran terbaik baginya, Kelly pun tersenyum menatap keduanya, papa mengajaknya untuk masuk, dengan langkah yang agak ragu Kelly masuk kerumahnya.


"Apa maksud kamu hah, mau mengusir Kelly" Kata Papa


"Papa belain aja anak kesayangannya papa" Kata Mama


"Sadar ma, dia anak kita, putri kita" Kata Papa


"mana ada putri yang tega mencelakai mama dan adik sendiri pa" Kata Mama


Kelly dan Arga saling berpandangan, Apa mencelakai, apa maksud mama.


"Apa ma, aku mencelakai mama dan Chiko? kapan itu ma" Kata Kelly.


"Apa kamu lupa, kamu hampir membuat saya kehilangan Chiko gara-gara ulah kamu" Kata Mama


"Cukup, kamu yang selalu menyuruhnya untuk mandiri bukan, hingga kamu yang menyuruhnya mengepel saat itu, dan kamu juga yang Terpeleset dan hampir kehilangan Chiko sekarang kamu menyalahkan Kelly, Kelly tidak salah ma, Dia hanya korban , kamu yang terlalu menuntun Kelly, sedangkan kamu Dengan Chiko kamu selalu memanjakannya ma, padahal Kelly dan Chiko itu sama-sama anak kita, tapi kamu kenapa membenci Kelly" Kata papa


Kelly terdiam, kejadian 18 tahun lalu yang menjadi alasannya mama benci dengannya karena itu, Kelly menangis, tenyata ini alasannya


"Mama papa, Kelly pamit, niat Kelly pulang kemari untuk bertemu kalian,Dan melepaskan rindu, tapi nyatanya Kelly mendapatkan perlakuan yang tidak enak, bahkan di depan suami Kelly sendiri mama tega berbicara seperti itu, Kelly paham ma, Kelly bukan anak yang mama harapkan,anak mama hanya Chiko bukan Kelly, Terimakasih ma, sudah melahirkan Kelly, Namun jikalau Kelly bisa memilih Kelly ingin memilih hidup bersama dengan yang lainnya, Kelly pamit terimakasih, papa jaga kesehatan Kelly akan sering menelfon papa" Kata Kelly


Papa menatap putrinya,ia tidak tega menatap putrinya yang Menangis, mama dirinya membuang muka, Kelly segera meninggalkan rumah, Arga mengejarnya, Sungguh luka yang terdalam, mengapa ia harus ada jikalau tidak diharapkan.


Arga memeluknya lagi, Kelly masih diam ia masih menangis dalam pelukannya, Kelly tidak tau lagi harus apa, kini yang bisa ia harapan hanya papa dan Arga,Hanya mereka berdua.


Arga mengajak Kelly untuk menginap di hotel, Kelly mengikuti langkah Arga dengan pelan, ia masih dengan tatapan kosongnya dan wajahnya yang sangat sendu, bagaimana menghiburnya, Bagaimana agar Kelly bisa tersenyum lagi.

__ADS_1


__ADS_2