
5 Bulan kemudian, Kini si kembar berusia 5 bulan, Dan Alia juga akan melangsungkan pernikahannya, Alin dan Rey turut hadir dengan membawa si kembar.
Kini acara akad nikah akan segera dilaksanakan, Alin menemani Alia dikamar ya, Alia sangat gemetaran, dan benar saja setelah akad dirinya resmi menjadi istri Geri.
"Selamat alia" Kata Alin memeluk Alia.
"Alin aku gak nyangka, aku sekarang jadi istri Geri" Kata Alia.
"Cie nyonya Geri sekarang, Gimana bahagia gak? hari yang kamu tunggu-tunggu kan" Tanya Alin
"Makasih Alin, makasih udah nemenin aku" Kata Alia
"Alia kita kan kakak adik kan, jadi sewajarnya dong" Kata Alin
Si kembar Tengah bersama mama papa Alin, mereka turut hadir karena waktu Alin menikah,Kini pertemuan pertama ketika sekian lama.
Papa Yuda Melihat Mama Lusiana yang tengah Mengendong Reagan, Dan Rilley bersama Reynaldi entah dimana,Papa Yuda pun menghampirinya.
"Ganteng banget ya, Gembul lagi" Kata Papa Yuda
Mama Lusiana memandang ke arah suara tersebut, ternyata papa Yuda, Dirinya terdiam, seketika ingatan di masa lalu kembali muncul.
"Mas Yuda" Kata Mama Lusiana
"Apa kabar Lusi, Cucu kamu ganteng ya, mirip sama papanya" Kata Papa Yuda
"Aku baik mas" Kata Mama Lusiana
"Syukurlah, Kita udah jadi Keluarga Lusi, jadi maaf atas kesalahan mama papa di masa lalu" Kata Papa Yuda
"tidak perlu dibahas mas, kita sudah berkeluarga jadi fokus saja dengan keluarga masing-masing" Kata Mama Lusiana
Mama Lusiana segera meninggalkan papa Yuda, dan papa Yuda memandang kepergian mama Lusiana, menurutnya mama Lusiana masih sama, dirinya tidak berubah, Jujur saja papa Yuda masih mencintainya,tapi takdir yang memisahkan mereka, kini ada mama Vina di hidupnya.
Alia anak Ketiga, Dirinya mempunyai Satu Abang dan satu kakak perempuan, Geri sendiri dirinya anak Kedua dari 4 bersaudara, Kenapa Geri memilih Alia, karena Geri tidak ingin orang tuanya menjodohkannya dengan anak temannya, mungkin sulit mendapatkan restu, pernikahan ini saja mama dan papa Geri hadir namun mereka seperti tidak menyukainya.
Kini setelah Alia turun, Geri pun segera memasangkan Cincin Ke jari manis Alia, begitupun Alia juga Memasangkan Cincin Ke jari Suaminya, setelah Alia mencium Tangan suaminya kini Geri yang mencium kening istrinya.
"Kamu cantik sayang" Kata Geri
"Makasih mas" Kata Alia
Tanpa disadari, Kini Lion juga datang, Ternyata Lion sahabat Geri, Astaga bagaimana ini, Apalagi setelah beberapa bulan mereka lost kontak, mungkinkah Alin bertemu lagi.
Tanpa disengaja Alin Dan Lion bertabrakan, Lion sepertinya mengenal gadis didepannya, Alin Mendongakkan kepalanya,ia menatap Lion, Kini tatapan mereka bertemu, Lion tersenyum menatap wajah cantik di depannya ini, setelah sekian lama mereka bertemu, Lion segera memegang Tangan Alin, tapi Alin menampiknya.
"Aku kangen kamu Alin" Kata Lion
"Aku, maaf kita gak bisa bicara" Kata Alin
"Kenapa, kenapa Alin" Kata Lion
__ADS_1
Alin segera meninggalkan Lion, ia tidak ingin ada bicara yang tidak enak karena lion mendekatinya.
Disini Lion sudah menikah, Bahkan menikah terlebih dahulu sebelum Alin, dan kini dirinya memiliki putra yang berusia 4 tahun, putranya dengan anak-anak Alin beda 4 tahunan.
"Mas cariin " Kata Reynaldi
"Aku nyariin mas" Kata Alin
"Mas disini sayang" Kata Reynaldi.
Kita lanjut ya guys, kenapa? karena nantinya akan lebih seru lagi, Kisah anak-anak mereka.
8 Bulan kemudian, Si kembar sudah memasuki 13 bulan, Mereka semakin aktif dan sangat pintar, membuat Daddy dan mommy bangga kepada mereka.
"Daddy" kata Reagan
"Daddy mana bang" Kata Rilley
"Gatau" Kata Reagan
"Anak-anak mommy udah bangun ya" Kata Alin
"Mom dad" Tanya Rilley
Sedangkan di rumah Alia, tepatnya rumah mertua, Alia bingung harus apa, 8 bulan pernikahan dirinya tidak kunjung hamil, mama mertua menuntutnya untuk segera hamil, tapi Alia sudah Berusaha.
"Mbak kenapa bingung" Tanya Arga
" Kalau sedih cerita deh sama aku" kata Aldo
"Aku gpp" Kata Alia
"Aku tau, mbak dituntut kan sama mama , Sabar mbak, kan baru 8 bulan menikah" Kata Arga
"Aku kurang sabar apa, Aku sabar ketika pernikahan ku disembunyikan, bahkan ketika tidak menggelar resepsi pun aku sabar, bahkan disaat mama papa tidak hadir aku sabar, aku tidak mempermasalahkan, Lalu apa gunanya aku menikah dengan mas Geri, hanya untuk mempunyai anak?" Tanya Alia
"Kalau mungkin mbak bisa milih, mending mbak jangan menikah dengan mas Geri, tapi ini terlanjur mbak, kenapa kalian tidak ke dokter mbak, periksa mungkin diantara mbak dan mas Geri ada yang bermasalah" Kata Arga
Arga ini udah menikah ya, Dia menikah sebelum Geri, dan kini dia mempunyai putra berusia 3 tahun, namun istri Arga meninggal saat melahirkan putranya, Alvian Marvell Ravindra putra Ardhana.
"Papa" Kata Alvian
"Ya nak" kata Arga
Alia menatap keponakannya itu, ya anak Arga dengan Indah, Alvian tampan seperti Arga, bahkan bisa dikatakan Arga lebih tampan dari Geri, Bahkan sifatnya saja beda jauh dengan Geri.
"Papa sama bibi" Kata Alvian
"Papa disini nemenin bibi, kasihan sedih karena paman belum pulang" Kata Arga
"Sini nak duduk sama bibi" Kata Alia
__ADS_1
Alvian pun duduk di pangkuan Alia, Arga yang tengah menatap mereka berdua hanya tersenyum miris, karena kemungkinan Alvian kurang kasih sayang seorang ibu, hingga sekarang dia nyaman dengan bibinya .
"Bibi jangan sedih, disini kan ada Vian, bibi bisa main sama Vian kan" Kata Alvian
"Tentu saja bibi akan main dengan Vian, kapanpun bibi akan selalu menemani Vian" Kata Alia
Alia dan Alin hanya beda 2 tahun, ya Alia yang lebih tua, seperti adik-kakak bukan, Handphone Alia berbunyi tertera Alin.
Arga hanya menatap kakak iparnya yang tengah menerima telfon itu, sepertinya dari sahabatnya. selesai menerima telfon Alia duduk disamping Arga, Arga meliriknya,kenapa jantungnya berdetak kencang saat di dekat kakak iparnya ini, mungkinkah Arga menyukai Alia.
"Kamu mau aku kenalin sama temenku gak" Tanya Alia
"Temen maksud kamu" Tanya Arga
"Iya temen aku, siapa tau kamu cocok juga" Kata Alia
"Boleh kok, Kapan bisa bertemu" Tanya Arga
"Aku hubungi temen aku dulu ya, nanti aku ikut kamu kalau kamu ketemuan gpp kan" tanya Alia
"Gpp kok" Kata Arga
Alia menghubungi Alin, untuk menelfon Risa ya mereka bertiga akan janjian bersama, Alin dan Risa akan berangkat bersama, Arga dan Alia akan menyusul.
keesokan harinya, Alin tengah bersiap-siap,sikembar sedang dirumah Mama Lusiana, Ia sudah izin kepada mas Rey untuk pergi, ya Risa menghampiri Alin kerumahnya.
Untuk Arga dirinya juga sudah siap, tinggal menunggu kakak iparnya, Alia sudah izin dengan Geri bahwa dirinya akan pergi bersama Arga,karena akan mendekatkan Arga dengan sahabatnya.
Arga telah memasuki mobil terlebih dahulu, kini Alia bingung harus duduk dimana.
"Masuk mbak" Kata Arga
"Aku duduk di belakang aja ya" Kata Alia
"mbak aku bukan supir mbak,duduk di depan aja mbak" kata Arga
Alia mengiyakannya kini dirinya duduk disamping Arga, Arga fokus menyetir dan Alia menikmati perjalanan.
Alin dan Risa telah sampai di mall, mereka tengah menunggu Alia dan Arga, ya benar saja Arga dan Alia kelihatan, mereka segera menghampiri Alin, Arga terpana melihat Alin, Arga kira Alin yang akan dekat dengannya.
"Arga kenapa memandang Alin seperti itu" Kata Alia
"Jadi dia namanya Alin" Tanya Arga
"dia Alin ga" kata Alia
" Cantik " Kata Arga
"Cantik lah umur 19 an, tapi udah nikah ga, udah punya anak" Kata Alia
Arga kini paham berati yang disampingnya Alin yang akan dijodohkan dengannya, Oke kini Arga kencan dengan Risa.
__ADS_1