Bukan pilihanku

Bukan pilihanku
Regina, Sarah Atau Alia?


__ADS_3

Keesokan harinya Arga masih berada di kantornya,ia akan ke SMA Nusa Bangsa 1, Untuk Melihat Lokasi dan menjadi Donatur Disana, Jujur saja Arga tidak ingin pergi langsung kesana, Arga hanya bersama Asistennya Rendy, Mereka Pun mengendarai mobilnya masing-masing, Arga dan Rendy bertemu di SMA Nusa Bangsa 1.


Arga Memakirkan mobilnya, Lalu ia segera menuju ruang kepala sekolah, Namun Arga menghentikan langkahnya ketika berpapasan dengan gadis itu, siapa regina? Dia sekolah disini, Tidak ada sapaan atau senyuman,Regina memilih untuk cuek saja, Untuk apa menyapa pria dingin didepannya.


Ketika Regina ingin melangkah kakinya, Tangannya Ditahan oleh Arga, Regina menatap tangannya itu, lalu menatap pria dingin disampingnya, Arga pun juga menatapnya tatapan mereka kini bertemu, Regina melepaskan Tangannya dari tangan Arga.


"Ruang kepala sekolah dimana " Tanya Arga


"Sudah ada Arahannya, tinggal baca saja pak" Kata Regina


Apa Pak? Tidak kak sepertinya biasanya, Regina meninggalkan Arga yang masih termenung di tempatnya, seperti bukan regina yang beberapa waktu lalu tertidur pulas di sofa miliknya.


Rendy Hanya Menatap Bosnya dengan Gadis SMA itu, Ada Apa mereka? mungkinkah ada hubungan? Daripada bertanya nanti semakin rumit.


"Ayo pak, kepala sekolah sudah menunggu" Kata Rendy


Dilain tempat Regina Hanya menatap dua pria itu, Untuk apa dirinya mencoba akrab dengan Arga, Balasan Arga sendiri membuatnya sangat kecewa kemarin, Hanya Makanan pun dipermasalahkan, dan hanya bertanya nama Arga juga keberatan, Cueknya sudah mengartikan bahwa dirinya memang tidak ingin di dekati wanita, Tapi regina Tidak ingin sakit hati sendirian,ia akan membuat Arga mencintai dan menyayangi dirinya lalu dia akan meninggalkan Arga.


Tenyata Mereka berpapasan saat pulang sekolah, Kebetulan Regina tidak membawa mobil, Ia memanggil Arga ya eh tapi hanya Asisten yang merespon.


"Ada apa dek" Tanya Rendy


"Saya mau nebeng pak" Kata Regina


"Saya antar ayo masuk" Kata Rendy


Arga menghentikan langkahnya, Ia menatap tajam Rendy, Mengapa Rendy akan mengantarkan regina.


"Biar saya saja ren, kamu kan banyak kerjaan di kantor" Kata Arga


"Tidak pak, Saya mau ikut bapak ini aja kan ya pak" Kata Regina


"Mari nona" Kata Rendy


Rendy dan Regina segera melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Arga, Namun Kali ini Tangannya kembali di pegang oleh Arga, Membuat Regina menghentikan langkahnya, Ada apa dengannya, Bagi Arga Regina adalah Gadis SMA Yang Masih manja, Maka dari itu dirinya tidak ingin meladeninya.


"Lepas " Kata Regina


"Rendy kamu duluan, tinggalkan kami berdua " Kata Arga


Jikalau nada Arga sudah tidak seperti biasanya Rendy memilih untuk pergi meninggalkan Mereka, Regina terus saja memanggilnya namun daripada terkena amarah si bosnya.


Arga menarik Tangan Regina, Hingga ia memasuki mobil, sungguh Arga dibuat emosi olehnya, Ketika Arga memasuki mobilnya regina meringis kesakitan menatap tangannya, Arga sangat kasar sekali.


Arga menatap Gadis disampingnya, apakah dirinya sudah keterlaluan, Sungguh tidak tega melihat wajahnya.


"Keterlaluan, Bapak kenapa kenapa sih main narik saya, Sakit ini kasar banget jadi cowok" Kata Regina


"Kamu sendiri yang melakukan kesalahan, Ada apa terus menguntit saya" Tanya Arga


"Tapi apa harus bapak kasar seperti ini ke saya, Orang tua saya saja tidak pernah kasar pak" Kata Regina

__ADS_1


"Kamu jangan membantah saya seperti ini" Kata Arga


Arga mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat regina takut, Ada apa dengannya, Regina sudah tidak bisa membendung air matanya, baru kali ini ia melihat pria yang kasar dan emosian.


"Bapak saya takut, berhenti" Kata Regina


Arga memberhentikan mobilnya di sebuah supermarket, Ia menatap Gadis disampingnya yang tengah mengusap air matanya, Gara-gara melihat Postingan Alia bersama Geri membuat dirinya sangat emosi hingga melampiaskannya kepada gadis yang tidak tau apa-apa ini.


"Hmm saya turun disini" Kata Regina


"Kenapa kamu menangis regina, Maaf jikalau saya menyakiti kamu, saya banyak pikiran hingga saya emosi dan melampiaskan ke kamu" Kata Arga


"Gpp saya tau pak, tidak seharusnya saya menganggu bapak bukan, saya tau disini saya hanya pelampiasan " Kata Regina


Arga memengang tangan Regina, Namun regina menepisnya, Sungguh pergelangan tangannya merah karena cengkraman tangannya tadi.


"Sakit ya, Maaf " kata Arga


"Tidak perlu minta maaf salah saya" Kata Regina


Regina tetap fokus menatap ke depan,tidak ingin melirik pria di sampingnya ini, Kini Arga menatap wajah cantik regina, mereka sangat dekat, Sungguh regina merasakan nafas Arga di kulitnya.


Namun ketika akan membelai rambut Regina, ia teringat Alia, hingga ia mengurungkan niatnya, Regina hanya menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Bapak mikirin perempuan lain ya, padahal disini ada saya" Kata Regina


"Maaf, Bukan begitu maksudnya " Kata Arga


"Kamu tau apa" Tanya Arga


"Tapi tolonglah move on pak, buka hati untuk regina,tapi jikalau bapak mengizinkannya, jangan sampai bapak menyesal dikemudian hari " Kata Regina


Gadis yang ia temui 3 Minggu ini, sungguh menyita perhatiannya, Sungguh Arga juga penasaran dengannya, Mengapa Arga tidak suka melihat Gadis ini berdekatan dengan pria lain, Regina menatap kedepannya hingga ia menangkap seseorang, Raka, bersama siapa dirinya sangat mesra, 2 Minggu menghilang ini ternyata, Regina segera turun menghampirinya, Raka terkejut melihat Regina.


"Jadi ini kak, Bukan kakak berjanji akan menikah dengan aku" Tanya Regina


"Maaf kakak gak bisa, kakak lebih memilih Lia dia lebih pantas, belajar lah untuk dewasa, jangan terlalu mengekang seseorang, Aku tidak mencintaimu aku hanya menganggap kamu adalah adikku" Kata Raka


"Cukup tau kak, kebaikan kakak selama ini palsu, Terimakasih kak untuk harapan ini, terimakasih kakak telah membuat aku sakit hati, sekarang kakak tidak perlu menghubungi aku lagi, Aku anggap kakak tidak pernah ada" Kata Regina


Regina segera kembali ke mobil Arga, Dan Arga hanya menatapnya, Regina kembali menangis, Mengapa Regina menangisi pria itu, Arga mencoba menenangkannya, sungguh ia tidak terima apabila regina sakit hati karena pria tadi, Arga segera turun menghampirinya.


"jadi cowok jangan kek gitu" kata Arga


"Bapak ini pacarnya dia, awas pak dia masih labil, suka egois dan gak bisa diatur" kata Raka


"Justru karena itu apabila menyayangi seseorang dengan tulus mana mungkin kita mempermasalahkan itu, Lihat kamu membuatnya menangis" kata Arga


Arga kembali ke mobilnya, Regina masih menangis, Arga menggenggam tangannya, ia segera melajukan mobilnya membawa regina ke taman, mungkin disana Regina bisa lebih tenang.


Sesampainya di taman Arga mengajaknya untuk turun, Walaupun masih berkaca-kaca, Mereka duduk di Kursi taman, Arga merangkul Regina.

__ADS_1


"Bersandarlah di bahuku, kamu membutuhkan tempat untuk bersandar, Aku siap menjadi sandaran kamu" Kata Arga


Tanpa basa-basi Regina langsung memeluknya, Arga pun membalas pelukannya, Regina menangis di pelukannya,banyak orang yang menatap mereka, Regina menumpahkan air matanya hingga basah Kemeja Arga, setelah ia merasa tenang ia tetap memeluk Arga, Arga mengelus rambutnya, Kini Regina melepaskan pelukannya, lalu menatap Arga.


"Terimakasih pak" Kata Regina


"Panggil aku mas dek" kata Arga


"Mas Arga" Kata Regina


"Bersandarlah jikalau kamu butuh sandaran" Kata Arga


Kini senyuman Regina terukir di pipinya, Sungguh manis Arga benar-benar terpana dengan gadis yang membuat kemejanya basah karena air matanya ini.


"Mas maaf Kemejanya jadi basah" Kata Regina


"Gpp nanti mas cuci kok dek dari rumah" Kata Arga


"Aku menyukai Panggilan itu mas" Kata Regina


"Sungguh, jangan bersedih bagaimana kalau nanti malam kita nonton" Tanya Arga


"Bagaimana dengan Vian mas" tanya Regina


"Vian bersama Aunty nya" Kata Arga


"Kalau gitu mas jemput aku ya" Kata Regina


"Tentu mas akan menjemputmu, Kamu mau makan gak, ayo kita makan" Ajak Arga


Regina Mengiyakannya,mereka memasuki mobil dan menuju restoran,kini Arga sudah tidak sedingin tadi, Arga Memakirkan mobilnya di restoran, ia mengandeng Tangan Regina, Banyak pasang mata menatap mereka, Arga mengajak untuk duduk di kursi paling pojok, dengan pemandangan yang indah.


Regina sungguh sangat menyukainya, Ternyata tidak dingin seperti kulkas lagi, Setelah selesai memesan makanan,Arga mengajaknya untuk mengobrol, Entah mengapa Arga sangat menyukai dirinya tersenyum daripada melihat Regina yang sedih seperti tadi, Regina menatap es krim, Apa Arga memesannya.


"Mas ini eskrim siapa" Tanya Regina


"Makanlah agar mood kamu kembali dek" Kata Arga


"Sungguh, suapan pertama untuk mas" Kata Regina


Arga menerima suapan itu dari regina, ia tersenyum menatapnya, Sungguh kini regina dibuat meleleh dengan senyuman Arga, Manis dan Tampan,idaman sekali, Arga memikirkan untuk menerima regina dan melupakan Alia, Kini dirinya akan fokus dengan Alvian dan juga regina.


"Boleh aku kirim sarapan pagi untuk mas dan Alvian" Tanya Regina


Dan Regina tidak mempermasalahkan Soal status Arga, Menurutnya itu hanya status toh tidak akan jadi masalah.


"Boleh, mas senang kalau kamu masakin mas" Kata Arga


Malam Harinya benar saja, Arga menjemputnya, Regina sudah pamit kepada mama dan papa, mereka mengiyakannya, Papa mama regina juga kepo putrinya pergi dengan siapa, mengapa regina dandan juga, biasanya tidak pernah, mungkinkah mereka akan kencan, Arga mengajaknya foto berdua, Dan Arga menggunggah Foto tersebut di story, Benar saja Alia langsung melihatnya .


Ditempat Lain Alia menatap foto berdua itu, membuat sakit hati, Bagaimana Arga secepat itu melupakan dirinya, 3 Minggu Arga meninggalkan dirinya, Hingga kandungannya kini memasuki bulan ke 10.

__ADS_1


Arga terus mengunggah foto Regina, Sungguh manis senyumnya, Regina tidak tau bahwa diam-diam fotonya diambil oleh Arga, dan dibuat story, Benar-benar Diratukan oleh Arga Regina.


__ADS_2