
Seminggu Sudah Arga menetap di kota ini, Kini selesai dari kantor dirinya mampir di Toko Donat, Namun ketika ia lihat hanya sisa satu kotak yang berisi 12, Ia akan membelinya dan ia bawa pulang.
"Kak donat satu" Kata Regina
"Donat ya satu" Kata Arga
"Tapi dek mas donatnya tinggal satu kotak, yang isi 12" Kata Mbak
"Gak ada lagi ya kak" Tanya Regina
"Sudah habis dek " Kata mbak
"Bungkus buat saya aja mbak" Kata Arga
Regina melirik orang disampingnya ini menyebalkan bukan, Dirinya sangat menginginkannya tapi bagaimana bisa.
"Hmm kak apakah tidak bisa dibagi dua" Tanya Regina
"Saya yang duluan" Kata Arga
"Mas ini duluan dek" Kata Mbak
"Oh yaudah Kak" Kata Regina
Regina tidak ingin berdebat, Dirinya segera keluar dari toko roti itu, Ia menelfon Raka untuk menjemputnya namun tidak dijawab, bagaimana ia akan pulang mana sudah sore.
Arga menatapnya ia membawa dua kota donat, ya tadi ia sangat tidak tega melihatnya, Arga menghampirinya memberikannya sekotak donat, Regina menatap kotak itu, lalu dirinya menatap Arga.
"Terimakasih kak, aku tidak ingin lagi" Kata Regina
"Kenapa terlihat sangat kesal, Ambillah" Kata Arga
"Makasih kak" Kata Regina
"Kamu tidak pulang" Tanya Arga
"Aku sedang menunggu jemputan kak" kata Regina
"Tidak baik perempuan sendirian,saya antar saja" Kata Arga
"Makasih kak sebelumnya,tapi aku takut Merepotkan kakak" Kata Regina
"Sudah ayo, keburu malam nanti" Kata Arga
Regina menganggukkan kepalanya,ia Membututi Arga yang memasuki mobil, dirinya duduk disampingnya, Arga bertanya dimana alamatnya.
"Kakak yang waktu di bandara kan" tanya Regina
"Masih mengingatnya " Tanya Arga
"Masih, hmm makasih ya kak donatnya " Kata Regina
__ADS_1
15 Menit kemudian mereka sampai dirumah Regina, Arga mengantarkannya sampai depan pagar, Regina segera turun.
"Kakak tunggu" Kata Regina
Arga membuka kaca mobilnya, ia menatap gadis itu ada apa dengannya.
"Kakak gak mau mampir, Kakak terimakasih udah nganterin aku dan terimakasih donatnya " Kata Regina
"Sama-sama saya pamit" Kata Arga
Mengapa Arga terlalu cuek? apakah dia tidak bisa membuka hati untuk wanita lain, Apa kurangnya Sarah ataupun Regina? Alia kakak iparnya mana mungkin bisa diharapkan bukan, Setelah kepergian mobil Arga, Regina segera masuk, tentunya Penjaganya bertanya-tanya, nona muda diantar eh siapa?.
"Nona diantar siapa? kenapa tidak minta jemput saya" Tanya Pak Ali
"Diantar siapa ya, diantar Temen kok pak" Kata Regina
Regina segera memasuki rumahnya, Mama Dan Papa sedang berada diruang tamu, Regina langsung duduk Disamping Mamanya.
"Darimana Regina" tanya Papa
"Tadi regina mampir ke toko roti, regina mau beli donat" Kata Regina
"Kenapa Pulang tidak telfon papa" Tanya Papa
"Maaf papa, regina pulang diantar Temen regina" Kata Regina
"Sudah-sudah yang penting sudah pulang, Lain kali kabari mama atau papa" Kata Mama
Regina segera menikmati donat yang telah dibelikan oleh Siapa namanya? regina tidak bertanya siapa nama kakak tadi.
Keesokan harinya Regina akan berangkat ke sekolah, Ya sebentar lagi akan ujian, Tidak sabar menunggu hari kelulusan.
Setelah pulang sekolah Regina Jalan-jalan terlebih dahulu, Ia mampir ke mall, ya nanti akan minta jemput papa.
Tiba-tiba Ada Anak kecil Menabraknya, Regina menatap anak kecil itu, bukanya mereka pernah bertemu di bandara.
"Maaf kakak" kata Alvian
"Gpp kok, kamu kesini sama siapa" Tanya Regina
"Sama Onty dan Om" Kata Alvian
Dua sepasang suami-istri menghampiri mereka, Entah mungkin keluarga dari anak kecil yang di depannya.
"Astaga Alvian" Kata Sisilia
"Darimana aduh jangan ngilang nak" Kata Herry
"Kita pulang, makasih ya" Kata Sisilia
"Sama-sama kak" kata Regina
__ADS_1
"Kakak ikut Vian ya, Onty om boleh kan" Tanya Alvian
Herry dan Sisilia saling berpandangan, Mungkinkah Gadis SMA didepannya ini mau, Tapi Alvian terus memaksanya, Regina jadi tidak tega, Akhirnya dirinya Mengiyakannya, Regina ikut dengan Herry dan Sisilia.
Mereka sampai dirumah Arga, Alvian segera turun Herry dan Sisilia Memintanya untuk menjaga Alvian sampai papanya datang dan menitipkannya kepada regina karena ada urusan mendadak, Regina awalnya ingin menolaknya,tapi ia tidak tega sekali.
"Ayo kak masuk" Ajak Alvian
Setelah kepergian Herry dan Sisilia, Alvian mengajaknya untuk masuk, Alvian berlari ke kamarnya regina hanya duduk di sofa saja, Setelah menemani Alvian bermain dirinya lelah dan alvian sudah tertidur di kamar, Regina ia tertidur pulas di sofa untungnya dirinya sudah mengabari orang tuanya.
Arga yang memasuki rumah pun kaget melihat gadis SMA yang tengah tertidur pulas di sofa itu, Arga menaruh makanan yang ia beli di meja makan, lalu mendekati gadis itu, Arga menatap wajah cantiknya ini adalah gadis yang menginginkan donat kemarin bukan? kenapa bisa disini? dimana Alvian?.
Arga pun membiarkannya tertidur,ia menaiki tangga dan melihat dimana putranya, Setelah ia memastikan putranya dikamar barulah ia mandi, selesai mandi ia segera turun menyiapkan makan malam untuk dia dan anaknya,dan gadis itu belum terbangun,nyenyak sekali tidurnya, Regina yang mendengar suara berisik pun terbangun,ia melihat sekelilingnya ini akan rumahnya? lalu rumah siapa? Apakah dirinya nyasar? Regina segera bangun untuk mencari kamar mandi, lalu dirinya menangkap seseorang yang berada di dapur, Regina menghampirinya betapa terkejutnya dirinya itu adalah kakak kemarin bukan.
"Kakak kok disini" Tanya Regina
"Seharusnya saya yang tanya, mengapa kamu disini" Tanya Arga
"Aku tadi menemani Vian bermain, setelah Vian tidur lalu aku ketiduran di sofa,tadi kak Sisilia bilang aku harus menunggu papanya Vian, tapi aku ketiduran dimana papanya Vian, apakah belum datang" Tanya Regina
"Saya papanya Vian, Terimakasih sudah menemani anak saya" Kata Arga
"Apa kakak papanya Vian, oh memang kakak sangat mirip" kata Regina
"Seperti yang kamu lihat" Kata Arga
"Kakak lagi ngapain nyiapin makanan,hmm kebetulan aku lapar" Kata Regina
"Bukan buat kamu" Kata Arga
"Yah kok gitu" Tanya Regina
"Memang" Kata Arga
"Nama kakak siapa" tanya Regina
"Arga" Kata Arga
"Kenalin kak aku regina" Kata Regina
Arga menatap tajam kearah Regina, regina menjadi takut mengapa pria di depannya sangat dingin.
"Maaf kak aku pamit" Kata Regina
Regina mengambil tasnya lalu keluar dari rumah Arga, Ia memilih untuk pergi ke cafe menunggu papanya, Ternyata ada cafe di dekat jalan raya, Arga ingin menyusulnya tapi dirinya sudah hilang.
Namun ketika mengendarai motornya ia melihat gadis SMA tadi yang tengah duduk dicafe sepertinya menunggu seseorang,dan tak lama mobil pun menghampirinya turunlah seorang pria.
"Sudah lama nak, maaf macet dijalan" Kata Papa
"Gak dong pa, ayo pulang" Kata Regina
__ADS_1
Arga Menghela nafasnya, Kali ini gadis yang bernama Regina itu sudah aman, karena bersama papanya,ia kembali kerumahnya karena takut Alvian mencarinya.