
Alia hendak melangkahkan kakinya untuk pergi namun Tangannya di pegang oleh seseorang, Alia menoleh ternyata Arga, mau apa dia, ini di depan Mama dan Geri apa yang akan mereka pikirkan, Alia hendak melepaskannya namun Arga menahannya, kini Arga menatapnya dengan tajam,bisa ia rasakan bahwa ada kemarahan di diri Arga, Alia bingung kenapa harus Arga yang menahannya,bukan suaminya sendiri, Tatapan mata kami bertemu,kini aku menatap mata itu dengan lama begitupun juga Arga.
"Bagus ya kalian, lihatlah istrimu dan adikmu Geri" Kata Mama
Alia menatap mama dan Geri, mereka hanya diam lalu tiba-tiba mamanya mengatakan itu semua, Ingin sekali ia melepaskan genggaman Arga tapi kenapa dirinya menahannya.
"Ini alasan kamu untuk pisah" Tanya Geri
"Bukan Arga yang menjadikan Alasannya,tapi aku sudah muak mas" Kata Alia
"Tatap mata aku Alia kalau sedang berbicara dengan aku" Kata Geri
Alia memberanikan diri menatap Geri dengan tubuhnya yang bergetar disisi lain mereka berdua sama-sama menggenggam tangannya, Menatap kakak-beradik ini Sama-sama menggenggam tangannya, Jujur saja Alia tidak ingin ada di posisi ini.
"Aku mau pisah mas, aku rela kalau kamu mencari istri selain aku, tapi tolong lepaskan aku" Kata Alia
"Tidak perlu mencari Alia, bang Geri sudah mempunyai istri, sadarlah Alia kamu hanya istri kedua" Kata Arga
Alia menatap Arga dengan penuh keheranan karena perkataan Arga barusan,apa dirinya istri kedua.
"Apa maksud kamu ga" Tanya Alia
"Benar ya aku katakan,dia sudah mempunyai istri Alia , kamu hanya dijadikan yang kedua" Kata Arga
Tiba-tiba masuklah Wanita yang berpakaian terlalu ketat, dan make up yang terlalu tebal, Alia menatap dirinya,ia bertanya-tanya siapakah dia.
"Hai maduku kenalin aku Gisa, istri pertama mas Geri" Kata Gisa
Kini Gisa Memeluk Geri, Alia hanya tersenyum kecut menatap mereka, lalu mengapa Geri memilih menikahinya,selama ini hanyalah sandiwara.
"Secepatnya mas aku akan mengirimkan surat pisah kita" Kata Alia
Tidak ada sepatah katapun dari Alia, ia segera pergi meninggalkan mereka, Arga mengejarnya lagi kini Alia tidak menghiraukannya, Hingga benar saja Arga terus saja menghentikannya.
"Alia jangan pergi" Kata Arga
"KENAPA GA, KENAPA BIARIN AKU PERGI GA" kata Alia
"Karena aku gak mau jauh dari kamu" Kata Arga
"Sadarkah kamu ga, aku hanya bekas kakakmu" Kata Alia
"Bekas? bahkan bang geri belum menyentuhmu" Kata Arga
"Tapi ga, kembalilah kepada mereka, biarkan aku pergi " Kata Alia
__ADS_1
"Aku gak akan biarin kapanpun kamu pergi " kata Arga
"Aku gak bisa ga, aku mau pergi, Udah ya ga, terimakasih atas semuanya " Kata Alia
Arga benar-benar tidak melepaskan Alia, bahkan dirinya terus saja menahannya, Arga tidak ingin ia sampai kehilangannya, Walaupun Arga tau mungkin mama dan abangnya akan marah dengannya, Arga berjanji akan membuat bahagia Alia, ia mengantarkan Alia kerumah orang tuanya,kalau tanya Alvian dimana dia sedang dirumah neneknya,jadi kini Arga akan mengurus Alia terlebih dahulu , Alia hanya menatapnya kenapa Arga begitu baik dengannya, kenapa ? kenapa bukan Arga yang ia lebih ia kenal, kenapa harus Geri kenapa, kenapa sungguh rumit,ia menginginkan Arga kenapa harus begini, cinta sayang? ia belum ada untuk Arga tapi dirinya nyaman.
"Hei mau beli sesuatu" Tanya Arga
"anterin aku pulang aja ga" Kata Alia
Kini mereka telah sampai dirumah Alia, Arga ikut masuk dengan membawakan barang-barangnya, Mama Vina dan papa Yuda heran kenapa putrinya pulang dengan adik Geri, bukan dengan Geri sendiri ada apa mereka?
"Kenapa pulang bersama Arga Al" Tanya Papa Yuda
"Kami berpisah" Kata Alia
"Kok bisa kalian baru saja nikah 8 bulan loh" Kata Mama Vina
"Untuk apa Alia bertahan dengan pria yang pintar bersandiwara seperti Geri ma, mending Alia sendiri" Kata Alia
"Maksud kamu bagaimana nak" tanya Mama Vina
"Ada apa dengan kamu nak" Kata Papa Yuda
"Ternyata baik Geri ke Alia hanyalah sandiwara, tenyata dia juga mempunyai istri, lalu untuk apa selama ini kita pacaran sampai menikah pa ma, kalau pada akhirnya Alia menjadi yang kedua Alia gak mau menjadi Pelakor, maka dari itu Alia mundur, walaupun istri sahnya Alia" Kata Alia
"Hanya mempermainkan perasaan Alia" Kata Alia
"Papa yakin kamu bisa sendiri,papa yakin kamu bisa adanya Geri" Kata Papa Yuda
"Tentunya kan aku masih punya papa sama Mama dan Alin dan Abang yang selalu menguatkan aku" Kata Alia
"Dan kamu nak Arga " Tanya Papa Yuda
"saya mengantarkan mbak Alia om, selebihnya saya pamit undur diri" Kata Arga
Arga pun berpamitan dengan kedua orang tua Alia, kini Arga melangkahkan kakinya menuju keluar, disusul oleh Alia, kedua orang tua Alia heran melihat putrinya yang mengejar adik iparnya.
"Arga kamu bakalan sering hubungi aku kan" Tanya Alia
Arga menghentikan langkahnya, Ia bingung harus bagaimana, Dan Alia tiba-tiba memeluknya dari belakang, Kini Alia terisak di punggung Arga, hingga Arga merasakan punggungnya basah karena air mata Alia.
Arga mengembalikan badannya menatap Alia, Alia tetap menundukkan kepalanya ia tidak berani menatap wajah adik iparnya ini, Arga memengang dagu Alia hingga kini dirinya bisa menatap leluasa wajah cantik di depannya ini.
"Kenapa nangis" tanya Arga
__ADS_1
"Kamu akan selalu sama aku kan, walaupun aku bukan kakak ipar kamu" Kata Alia
"Pertanyaan apa itu Alia, kamu membutuhkan aku telfon aja, aku selalu siap untuk kamu, jangan nangis Al, aku gak mau seseorang yang aku sayangi menangis seperti ini, besok akan aku bantu kamu mengurus perpisahan kamu ya" Kata Arga
"Apa kamu benar-benar yakin ga telah memilihku" Tanya Alia
"Aku yakin Al, kita bisa jalani ini semua Al" Kata Arga
"Terimakasih ga udah memilih aku" Kata Alia
Kini Alia memeluk tubuh Arga lagi, dan Arga juga membalas pelukannya, Untuk ketiga kalinya ia mendapatkan pelukan ternyata dan terhangat baginya.
"Arga maaf bajumu jadi basah" Kata Alia
"Gpp Al, jangan sedih ya besok aku kesini lagi" Kata Arga
"Hati-hati salam buat Vian ya ga" Kata Alia
"Iya kamu jangan lupa makan, nanti aku kabarin lagi" Kata Arga
"Siap, kamu juga ga" Kata Alia
Setelah kepergian Arga ,kini Alia memasuki rumahnya kembali, timbul pertanyaan untuk Alia, menatap dirinya bisa sedekat itu dengan Arga, Alia menelfon Alin,mereka akan bertemu,tapi kemungkinan Alin akan kemari bersama si kembar.
Malam harinya Alin kesini bersama si kembar dan Rey, Alia sangat merindukan adiknya itu, Alia memeluk alin, Rey hanya menatap keduanya tidak heran lagi mereka memang seperti itu.
"Aku rindu kamu Alin" Kata Alia
"Aku juga Al, maaf ya aku gatau Kalau kamu sempet sakit" Kata Alin
"Gpp untungnya ada Arga yang merawat aku" Kata Alia
"Apa arga" Tanya Alin
"Ceritanya panjang Lin, nanti aku ceritain ya" Kata Alia
Reagan dan Rilley memeluk Alia, Onty Al ya mereka memanggilnya Onty Al, Sebenernya Alin menyuruhnya memangilnya bunda tapi Alia menyarankan Onty saja agar tetap muda.
"Onty kembali" Tanya Reagan
"Ya Onty kembali" Kata Rilley
"Ya nak Onty kembali tentunya" Kata Alia
Mungkin jikalau Geri menginginkan seorang anak, mungkin Alia kini tengah hamil, nyatanya tidak, oke tidak masalah, Alia bisa bahagia tanpa Geri.
__ADS_1
Kenapa harus memikirkan Geri sih, bukanya ia nyaman dengan Arga, tapi bagaimanapun Geri pernah dihatinya walaupun mungkin Geri seperti itu.
Dan Alia sekarang tengah curhat kepada Alin, jujur saja Alin terkejut dengan apa yang dikatakan Alia, Dirinya sempat tidak percaya,tapi nyatanya itu fakta, bahwa Alia hanya istri kedua, gak pernah menyangka bukan bahwa Geri seperti itu.