
Keesokan Harinya Pak Yudo Dan Papa Hendrawan melakukan rencananya Dengan memberitahu Putra-putrinya untuk datang ke sebuah cafe dengan alasan akan makan malam bersama keluarga, Pak Yudo memberitahu Lion karena lion adalah putra sulungnya.
"Lion nanti malam datang ke cafe, Kita makan malam disana" Kata Pak Yudo
"Baik pak Lion akan datang" Kata Lion
Sedangkan Dirumah Alin, Papa Hendrawan memaksa Alin untuk datang, Dengan terpaksa Alin Mengiyakannya, Alin tidak tau yang ia tau akan ada makan malam bersama di cafe.
Malam Harinya Alin berangkat ke cafe tersebut, Lion Sudah sampai duluan,ia menunggu keluarganya, Sesampainya di Cafe Alin segera turun ia mencari meja yang sudah dipesan oleh papanya tadi, Namun Alin menghentikan langkahnya ketika melihat meja yang dipesan papanya telah diduduki oleh pria lain.
"Maaf ini meja telah di pesan" Kata Alin
Lion Mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara lembut Alin, Lion terpana melihat Alin tanpa berkedip ia tetap menatap Wajah Alin, Hingga Alin menyadarkan Lion yang tengah melamun seperti itu.
"Maksud kamu" Tanya Lion
"Iya meja ini sudah dipesan papa aku" kata Alin
"Tapi ini meja keluarga kami, kami yang pesan" Kata Lion
"Kamu salah meja, ini mejaku" Kata Alin
"Nona tapi ini meja saya" Kata Lion
Lion dan Alin terdiam, Mereka saling memasang wajah bingung, Apakah orang tuanya memesan meja yang sama, ataukah kesalahan pemesanan tadi, Mereka segera menghubungi papanya masing-masing dan ternyata meja itu khusus untuk mereka berdua.
"Duduklah nona" kata Lion
Alin pun duduk di meja itu, tak pernah ia sangka bahwa papanya menyuruhnya datang ke cafe ternyata untuk bertemu dengan anak temannya.
"Jadi ini udah direncanakan, tapi aku sama sekali tidak tau" Kata Alin
"Nona kira saya tau" Kata Lion
"Maaf saya kira tadi salah" Kata Alin
"Siapa Namamu Nona" Tanya Lion
Lion William Handoko, Pria berusia 24 Tahun, 24 tahun tapi orang tuanya sudah menyuruhnya untuk segera menikah.
"Aerilyn" Kata Alin
"Lion" Kata Lion
"Panggil saja Alin" Kata Alin
Lion Tersenyum Menatap Alin, Pertemuan pertama mereka memang di awali dengan perdebatan namun lama-lama juga manis.
"Alin masih kuliah" Tanya Lion
"Iya kak, Masih semester 4" Kata Alin
Lion dan Alin Banyak Mengobrol, dan Lion juga menanyakan apa kesukaannya Alin, hingga hobinya, Mudah Akrab mereka berdua memang.
__ADS_1
"Kakak kesini gak dimarahin istrinya, hmm maksudnya makan semeja sama aku" Kata Alin
"Aku belum nikah loh, apa kamu mau jadi istri aku" Kata Lion
"Eh aku kira udah nikah" Kata Alin
"Belum nih, yang di depan aku mau gak aku ajak nikah" Kata Lion
"Kakak bercanda nih" Kata Alin
"Kalau aku serius kamu harus mau ya" Kata Lion
Alin Pun Terdiam, Dirinya malah Tiba-tiba Mengingat Rey, Karena biasanya Rey yang suka bercanda dengan dirinya, Mengapa Rey sih jelas-jelas ada Lion disini, Alin Tersenyum ketika Lion membicarakan niat yang serius.
"Oh ya mau makan apa" Tanya Lion
"Samain aja kak" Kata Alin
Alin Dan Lion pun Makan berdua, agak Canggung sih bagi Alin, tapi ia harus berusaha untuk biasa saja, Toh lama-lama juga kebiasaan, Alin sangat suka dengan sifat Lion, dengan cara Lion memperlakukan wanitanya, Lion baik tidak cuek, bahkan sangat perhatian.
Lion mengantarkan Alin pulang, Setelah itu Lion juga pamit untuk pulang.
Pagi Harinya Alin akan berangkat ke kampus, Tiba-tiba Alin Berpapasan dengan Rey, Alin Tidak berani menatap Rey, Namun Rey menatap gadis di depannya ini, Rey memengang tangan Alin, ia lupa bahwa ia mengenakan cincin tunangannya, Alin Mendongakkan kepalanya menatap Rey, Tatapan Mata mereka bertemu,Alin yang merasakan tangannya di pegang oleh Rey pun langsung menatap Tangannya,betapa kagetnya ia melihat cincin di jari Rey, Sepertinya cincin tunangan, Alin segera melepaskan Tangannya, Alin meninggalkan Rey yang masih berdiri menatap kepergiannya.
Dikelas pun Alin memilih untuk berjaga Jarak dengan Rey, Ia memilih untuk duduk di paling belakang, Rey Tetap menatap Alin, Rey ingin bicara berdua dengan Alin namun apa bisa, Kapan waktunya, Rey tau Alin tadi melihat cincin tunangannya,tapi bagaimanapun memang Rey dan Alin tidak ada apa-apa,Rey mencintai Bella, dan sekarang mereka sudah bertunangan.
Selesai Kelas Alin ingin pergi Meninggalkan Kelas, Namun Ketika keluar Tangannya ditarik oleh seseorang membuat dirinya tiba-tiba memeluk tubuh orang yang menariknya itu, ternyata adalah Rey, Alin pun segera melepaskan pelukannya, Rey malah menahannya ia justru mengeratkan pelukannya.
"Kenapa" Tanya Reynaldi
"Gpp lepasin" Kata Alin
Alin segera menjauh darinya, Ia segera meninggalkan Rey, Namun Ditahan oleh Rey.
"Bapak mau apa sih" Tanya Alin
"Kenapa sih kok menghindari saya" Kata Reynaldi
"Lebih baik kita jaga jarak, bapak udah tunangan kan, saya gak mau dikira perebut calon suami orang" Kata Alin
"Jadi ini yang ngebuat kamu menjauh dari saya" Kata Reynaldi
"Sebaiknya Kita Jaga jarak pak, saya tidak ingin ada kesalahpahaman antara kita" Kata Alin
Alin pun meninggalkan Rey, Ia segera memasuki Mobilnya dan segera meninggalkan parkiran kampus.
Alin tidak habis pikir dengan Rey, Bagaimana bisa ia tetap mendekati Alin, sedangkan Rey saja sudah bertunangan.
Mobil Rey Membututi Mobil Alin, pada akhirnya Alin Berhenti di sebuah Cafe, Ia akan bertemu Dengan Leon Adik Lion.
Rey sengaja Membututi Alin hingga Rey tau bahwa Alin sedang bertemu dengan Seorang.
"Alin ya" Kata Leon
__ADS_1
"Iya boleh aku duduk" Kata Alin
"Hmm silahkan" Kata Leon
Leon memandangi Alin, Cantik dan Fashionable Cocok lah buat menjadi istrinya, Rey menatap tidak suka kepada mereka berdua karena apa karena Rey tidak ingin Alin dekat dengan pria lain selain dirinya.
"Maaf ya aku telat, baru selesai kelas soalnya" Kata Alin
"Santai aja" Kata Leon
Alin terdiam, Memang Leon sangat cuek dibandingkan Lion mereka sangat beda jauh, Tapi yang Alin rasa memang nyaman dengan Lion, Leon tersenyum ketika gadis di depannya sedang sibuk bermain handphonenya,
"Aku akan ngomong sama papa, Segera aku lamar" Kata Leon Dalam Hati
Alin dan Leon Mengobrol Dengan santai membuat Rey semakin Kesal melihatnya,Rey pergi dari cafe itu daripada ia semakin kesal melihatnya.
Sore harinya mereka pulang kerumah masing-masing, Leon sesampainya Dirumah ia langsung bicara dengan Papanya,ia menginginkan pernikahan secepatnya dengan Alin.
"Pa Leon mau Alin segera menjadi istri Leon" Kata Leon
"Hah maksud kamu" Kata Yudo
"Iya pa Leon mau nikah sama Alin secepatnya " Kata Leon
"Alin nyaman gak sama kamu, kalau Alin nyaman sama Lion kamu bisa apa" Kata Yudo
Leon segera meninggalkan Papanya,ia memasuki kamarnya,kenapa harus Lion sih, bagaimana Kalau Alin memilih Lion.
"Kamu dengan Alin bagaimana " Tanya Yudo
"Lion nyaman pa, Lion mau lebih dekat dengan Alin, Kalau bisa kita melangkah ke jenjang yang lebih serius pa" Kata Lion
Yudo sangat bingung,kedua putranya sangat menginginkan Alin, Mana mungkin Alin akan menikah dengan keduanya,toh bagaimanapun nanti keputusan Alin mereka harus menerimanya.
Yudo menelfon Hendrawan untuk membicarakan tentang Kedua putranya dan putrinya, Mungkinkah Hendrawan menyukai yang mana.
"Aku Milih Lion Apa Leon sih" kata Alin Dalam Hati
Disisi Lain Alin Nyaman Sekali dengan Lion, Tapi Ia tidak mungkin juga menyakiti Leon, Walaupun Leon sangat cuek dengannya,Tapi Bagaimanapun juga Leon adik Lion bukan.
Kenapa saat terdiam, tiba-tiba bayangan Rey Muncul, Ya kali Rey, Leon, Lion, Rey sudah Mempunyai calon istri mana mungkin ia akan merusaknya.
Sedangkan Dirumah Rey, Rey Masih memikirkan Alin, Tapi sekarang Ada Bella, Bella memasuki Rumah Rey, Ia melihat calon suaminya yang tengah Duduk Di meja, Bella memeluk Rey membuat Rey kaget tiba-tiba, Rey Kira Alin yang memeluknya, Memang dulunya Alin Tidak mau memeluknya, Jadi Rey yang kadang memeluk Alin Terlebih Dahulu,
"Yang kok melamun aja sih" Kata Bella
"Enggak kok, Tumben kesini" Kata Reynaldi
"Jalan Yuk, Beli cincin kan pernikahan kita bulan depan" Kata Bella
Rey Malah Memikirkan Alin, dia Juga tau ukuran cincin Manis Alin, Reynaldi Akhirnya memutuskan Jalan Dengan Bella, Mereka akan menuju mall yang dekat.
Siapa Sangka Rey akan menikah dengan Bella, Pada Akhirnya Dulu Lina yang selalu bersamanya dan selalu dihatinya,namun sekarang Bella yang memiliki Tempat itu.
__ADS_1