
Pagi harinya Alia bangun terlebih dahulu, yang ia tatap pertama adalah wajah tampan suaminya, Tapi kenapa dirinya memikirkan Arga.
"Selamat pagi" Sapa Geri
"Pagi mas" Kata Alia
"Ikut pulang yuk, Aku mau beres-beres kita sementara menetap disini baru nanti aku beliin kamu rumah" Tanya Geri
"Mas gak perlu repot-repot beli rumah" Kata Alia
"Kita perlu Mandiri sayang, Ayo temenin" Ajak Geri
Akhirnya Alia menemani Geri untuk pulang kerumahnya, walaupun ia takut jikalau bertemu dengan ibu mertua maupun Arga.
Alia berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi sebentar bersama Geri, Setelah sarapan mereka pergi bersama, Geri mengendarai mobilnya menuju Ke Rumahnya, Alia jujur saja dirinya takut ketika sudah sampai disana nantinya, 30 menit akhirnya mereka sampai dirumah yang pernah Alia tempati selama 8 bulan, Alia tidak ingin turun namun Geri memaksanya.
"Turunlah aku yang akan melindungi kamu" Kata Geri
"Tapi aku takut mas" Kata Alia
"Ada aku disini" Kata Geri
Alia memberanikan diri untuk memasuki rumah itu, benar saja mereka disambut oleh Mama, Alia langsung menghentikan langkahnya begitupun Geri yang merasakan bahwa istrinya berhenti, Geri menatap istrinya yang ketakutan, Ia meremas tangan suaminya .
"Masih berani kamu kesini" Tanya Mama
"Apa maksud mama bertanya seperti itu" Tanya Geri
"Ya istri kamu yang ini masih berani kembali" Kata Mama
"Kami belum bercerai ma, justru kami akan rujuk" Kata Geri
"Mama gak setuju" Kata Mama
"Geri gak perlu mama setuju atau gak" Kata Geri
Geri mengandeng Tangan Alia, ia membawa Alia ke kamar mereka, Geri mengemasi barang-barangnya, setelah satu koper terisi penuh dirinya segera mengajak Alia untuk pulang.
"Kamu mau kemana Geri" Tanya Mama
"Geri bakalan tinggal sama istri Geri aja" Kata Geri
"Kamu ninggalin mama demi dia" Tanya Mama
"Yang mama maksud dia adalah istri Geri ma" Kata Geri
Datanglah Arga Dan Alvian, dan Arga membawa koper seperti Geri, Alia tidak berani menatapnya.
__ADS_1
"Papa bibi kembali" Tanya Alvian
Arga tidak menjawabnya, Geri menghampiri keponakannya itu.
"Vian sama papa mau kemana nak" Tanya Geri
"Vian tidak tau paman" Kata Alvian
Alia dan Arga sama-sama terdiam semua, tidak ada kata yang mereka ucapkan, Geri bertanya kepada adiknya itu ingin kemanakah mereka.
"Mau kemana ga" Tanya Geri
"Kami mau pergi ke luar kota bang, ada kerjaan disana" Kata Arga
"Kalian mau ninggalin mama " Kata Mama Lalu dirinya menatap tajam Alia.
"Semua gara-gara kamu, anak-anakku meninggalkan aku" Kata Mama
"Mama cukup" Bentak Geri
"Apa yang mama maksud, Bukan karena mbak Alia Arga pergi,karena ada perkejaan yang harus Arga laksanakan" kata Arga
"Geri dan Alia pamit, Arga Vian jaga diri baik-baik kalau ada apa-apa kabari Abang" Kata Geri
Geri meninggalkan rumah tersebut bersama Alia. Alia juga tidak ingin membalas perkataan mama mertuanya ia lebih baik diam, Dan Arga Hanya menatap kepergian wanita yang ia sayangi, begitupun Alvian dia hanya menatap Bibi dan Pamannya berserta papanya yang sekarang hanya diam saja.
Geri mengajak Alia ke pantai,karena dari tadi Alia hanya diam, ia takut Alia sampai kenapa-kenapa.
Alia hanya menatap Geri, Ia tersenyum, Walaupun Alia memang sudah dikecewakan oleh Geri.
"Kita buka lembaran baru mas, demi anak-anak kita nantinya " Kata Alia
Geri memeluknya, Alia membalas pelukannya, mereka duduk berdua di tepi pantai menikmati pemandangan yang indah.
Namun ada yang menganggu mereka yaitu Gisa, Gisa menghampiri Geri membuat Alia hanya menatapnya.
"Ada apa hah" tanya Geri
"David tidak ketemukan" Kata Gisa
Geri segera membawa Alia untuk pergi meninggalkan Gisa, Alia bertanya-tanya mengapa mereka seperti itu, Alia akan menanyakannya nanti.
"Mas ada apa dengan Gisa, dia lagi hamil bukan" Tanya Alia
"Gisa hamil anaknya David, Bukan anakku " Kata Geri
Alia Yang Mendengarnya pun ikut prihatin, Bagaimana bisa, bahkan Gisa lebih menang darinya karena Geri selalu bersamanya, Walaupun Alia adalah istri kedua tapi sekarang dirinya adalah istri satu-satunya.
__ADS_1
Sedangkan Kota X Arga dan Alvian sedang berada di bandara mereka baru saja sampai, Namun tiba-tiba Arga menabrak seseorang Gadis yang masih memakai Seragam SMA, Gadis SMA itu pun menatap Arga tatapan mereka bertemu.
"Maaf tidak sengaja" Kata Arga
"Gpp kok, Maaf ya" Kata Gadis SMA
Gadis SMA itu masih berdiam diri disitu, dirinya sedang menunggu Pria yang ia cintai, Arga masih menatapnya lalu dirinya pergi dari hadapan gadis SMA itu.
Gadis Itu Adalah Regina Emily Yasmine Humaira, Dia adalah Gadis yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA, Berusia 17 Tahun, Putri Semata wayang dari Haris Handaka dan Vivian Adista.
Regina mencari-cari dimana Raka, Ia melambaikan tangannya menatap Raka, Raka segera menghampirinya, Regina memeluk Raka dengan erat, Sedangkan Arga hanya menatap mereka berdua, mungkinkah mereka adalah sepasang kekasih.
"Akhirnya Kak Raka pulang" Kata Regina
"Hehehe" kata Raka
Raka dan Regina adalah Sahabat mulai dari kecil, Raka Pria yang lebih tua darinya 3 tahun, Namun dirinya meninggalkan Regina karena ia akan melanjutkan Pendidikannya di negara lain.
Regina Menyukai Raka, Namun Raka sepertinya tidak menyukainya dia hanya menganggap bahwa Regina adalah adiknya sendiri.
"Kenapa masih pakai seragam" Tanya Raka
"Aku kan langsung dari sekolah kak" Kata Regina
"Kita pulang yuk" Ajak Raka
Sedangkan Arga dan Alvian mereka telah sampai dirumah Arga, Arga memang sudah membelinya, Karena dirinya akan menetap disini, Bahkan rumah ini sudah lengkap dengan peralatan lainnya.
"Kalian udah datang " Tanya Sarah
"Sarah kamu disini" Tanya Arga
"Aku tau kalau kamu bakalan pindah kesini mas" Kata Sarah
Sarah dan Arga mereka memang teman dekat,dari dulu Sarah menyukai Arga bahkan sebelum Arga menikah dengan Laras mama dari Alvian, Arga tau memang ini komplek perumahan yang juga Ditempati oleh Sarah mereka tetangga.
" Mas Aku membawakan makanan untuk kamu dan Vian" Kata Sarah
"Kenapa kamu repot-repot" Tanya Arga
Di kota ini, Adik Papa juga tinggal di kota ini, Jadi Arga bisa meminta bantuan tantenya untuk menitipkan Alvian jikalau dirinya bekerja.
"Vian laper kan Tante udah bawain makanan" Kata Sarah
"Kita masuk saja Sarah, Kasihan Alvian capek" Kata Arga
Mereka duduk di depan rumah, Sarah membukakan Makanan yang ia bawa, ya mereka makan di depan rumah secara bersamaan, Arga Menyuapi Alvian makan , Sarah ingin dekat dengan keduanya.
__ADS_1
"Mas Arga aku pamit ya, takut dicariin mama" Kata Sarah
Arga mengiyakannya, Ia mengantarkan Sarah dari depan pagar, lalu dirinya masuk dan menutup kembali pagarnya.