Bukan pilihanku

Bukan pilihanku
Pak Rey


__ADS_3

Hari Sabtu Minggu Adalah Hari yang ditunggu-tunggu oleh Alin,Karena Hari ini ia akan pergi jalan-jalan bersama Sahabatnya, Alia Risa Pitaloka, Sahabatnya mulai ia SMA hingga sekarang, Alia dua tahun lebih muda dari Alin, namun Alia juga semester 4 di Universitas Di kota ini, Alia udah punya pacar loh bahkan mau tunangan.


"Alin bangun kamu janji loh mau Jalan sama aku" Kata Alia ia berusaha membangunkan Alin.


Alia memang sudah dianggap sebagai Anak oleh Keluarga Alin, Karena Alia lah yang selalu ada untuk Alin.


"Apa sih Alia" Kata Alin


"Mandi gih aku nungguin loh" Kata Alia


"Emang jam berapa sekarang " Tanya Alin


"Jam 7 lah bangun cepet " Kata Alia


Alin pun bangun dari tidurnya,ia segera mandi dan bersiap-siap karena Alia sudah menunggunya, Oh ya yang belum tau Alia ia adalah Anak Teman Mamanya Alin, Teman waktu berada di kampungnya dahulu,dan siapa sangka sekarang putri mereka bersahabat, Sebenernya Mama Alin Dan Papa Alia pernah Menjalin Hubungan mereka hampir ke jenjang yang lebih serius,Namun Takdir berkata Lain, Mereka berpisah karena Orang tua Papa Alia tidak menyukai Mamanya Alin, Akhirnya mamanya Alin menikah dengan Papa Hendrawan.


Awalnya Mama Lusi melihat Alia seperti mengenalnya, Ternyata Alia adalah putri Yuda Handoko, Tapi Bagaimanapun masa lalu hanyalah masa lalu dan harus dilupakan toh mereka sudah sama-sama dewasa dan sudah mempunyai keluarga masing-masing.


Setelah Alin siap, Ia tak lupa memakai Make up tidak terlalu Tebal, Dan Memakai Dress Hitam dengan Jaket Levis Tentunya tak lupa dengan sepatu hak tingginya, Alia dan Alin memang suka Fashion jadi fashion mereka selalu update terbaru, Alin tak lupa pamit kepada Mamanya, Karena Papa dan Abangnya sedang Ada di kantor.


"Hati-hati Nak" Kata Mama Lusi


"Tentunya Mama, kita pergi dulu ya" Kata Alin


"Permisi Tante ikut yuk" ajak Alia


"Enggak deh Tante capek" Kata Mama Lusi


Alin dan Alia pun keluar dari rumah, Mereka mengendarai mobil Milik Alia dengan Alia yang menyetir, Biasanya Alin tapi sekarang Alia saja, Sesampainya di Mall mereka segera turun, Berkeliling Mall Siapa tau mereka akan Belanja bukan.


Saat Asik memilih Tiba-tiba Alin Menabrak Punggung seseorang Lagi, Memang tidak hati-hati Alin, Ya itu punggung Rey ia sedang berbelanja mengantarkan Mama dan Adiknya, dan Saat ia memilih kemeja tiba-tiba saja ada yang menabrak Punggungnya lagi, Rey menoleh ke belakang dan Tenyata Alin, Tatapan mereka berdua pun bertemu dan betapa kagetnya Alin mengapa harus pak Rey lagi, dimana-mana ada pak Rey memang.


"Pak Rey" Kata Alin


"Kamu suka sekali menabrak Punggung saya, Kalau saya sakit punggung kamu mau tanggung jawab" Kata Reynaldi


"Salah sendiri ngapain disini mana saya mau milih juga" Kata Alin


"Kan masih banyak jalan yang bisa kamu lewati siapa namamu Alin kan" kata Reynaldi


"Ya saya mau lewat sini aja, bapak aja ngapain harus kesini" Kata Alin


Delisha menatap Abangnya yang sedang berdebat dengan Gadis tersebut,ia menghampiri abangnya dan memberitahukan bahwa dia dan mamanya sudah selesai.


"Bang mama sama aku udah selesai " Kata Delisha


Rey menoleh kearah adiknya,ia menganggukkan kepalanya, Dan Alin juga Menoleh ke arah gadis yang memanggil pak Rey dengan sebuah Abang .


"Gara-gara kamu saya belum dapat apa-apa " Kata Reynaldi


"Gara-gara bapak sendiri " Kata Alin

__ADS_1


"Saya gak mau tau pilih kan buat saya yang menurut kamu cocok" Kata Reynaldi


"Eh ya gak mau pilih aja sendiri " Kata Alin


"Jadi gak mau, oke jangan harap bisa ikut kelas saya" Kata Reynaldi


"Main ngancem Segala" Kata Alin


Alin mempunyai ide ia akan memilihkan Kemeja dan beberapa kaos yang banyak untuk Rey, setelah selesai Memilih Alin memberikan beberapa kemeja dan kaos tersebut kepada Rey.


"Menurut saya ini cocok untuk bapak, semoga bapak suka" Kata Alin


Alin pun pergi meninggalkan Rey sendiri dan Rey menatap kepergian Alin tersebut, Rey menatap beberapa barang yang dipilih oleh Alin tersebut,ia pun segera ke kasir karena mama dan adiknya menunggu ternyata antri cukup lama, hingga Alin selesai memilih Kemeja dan Dress tak lupa dengan celana panjang Warna Hitam dan Putih, Alin ikut mengantri ke kasir Dibelakang Rey, Alia ia sedang sibuk memilih belum memenuhi pilihannya, Rey yang sadar akan keberadaan Alin pun menoleh kebelakang.


"Taruh sini lama kalau ngantri" Kata Reynaldi


"Tidak pak, untuk apa bapak yang membayarnya" Kata Alin


"Apa kamu tidak melihat Antrian masih panjang, mau kamu kapan bayarnya, keburu malam" Kata Reynaldi


Alin pun menghela nafasnya, memang sangat panjang jikalau ia mengantri mungkin akan lama, dan apalagi sangat panjang seperti ini, Mama Dan Delisha tetap menatap Rey dan Gadis disampingnya itu, Mau tidak mau Alin menaruh Bajunya dengan belanjaan Rey, Ya ia akan mengganti uang belanjaannya nanti.


"Nanti saya ganti ya pak" Kata Alin


"santai" Kata Reynaldi


Tepat Giliran Rey, Belanjaannya sangat banyak Karena 4 orang, Rey menyuruh kasirnya untuk Menjadikan satu namun untuk belanjaannya Alin ia menyuruh untuk di sendirikan, Alin tetap berada di samping Rey, mungkin banyak yang mengira bahwa Alin menunggu suaminya membayar Belanjaannya, Setelah Selesai Rey menyerahkan Paper bag berisi belanjaan Alin kepada dirinya, Alin pun menerimanya, walaupun ia gak enak Dengan Rey, tiba-tiba Alin mendapatkan Telfon dari Alia, Alia bilang ia ada janji dengan pacarnya dengan terpaksa meninggalkan Alin sendiri, Alin kesal karena ia harus pulang sendirian.


"Kenapa" Tanya Rey


"La terus" Tanya Rey


"Ya gak terus pak, saya mau pesen taksi dulu buat pulang kan saya gak bawa mobil" Kata Alin


Rey tersenyum menatap Raut wajah Alin yang kesal, juju saja Rey gemas melihat Alin yang sedang marah ataupun kesal, Bukannya kesempatan untuk mengantarkan Alin pulang sekarang.


"Saya antar" Kata Reynaldi


"Gak perlu saya bisa pulang sendiri" Kata Alin


"Udahlah sekalian, belum tentu juga kamu dapat taksi" Kata Reynaldi


Alin terdiam, Ia memikirkan apa yang Pak Rey katakan barusan,Kalau iya ia dapat taksi kalau tidak mana mungkin ia jalan kaki, Untuk kedua kalinya Alin menerima tawaran Rey.


"Baiklah saya ikut bapak" Kata Alin


"Oke, tunggu saya dulu" Kata Reynaldi


Selesai Membayarnya Rey mengajak Alin untuk keluar Mereka menghampiri Mama dan Delisha, Membuat Alin terkejut ketika Rey berhenti ke cafe dan satu meja dengan dua perempuan, yang satunya mama Rey namun yang satu kalau ia pacarnya Rey bisa bahaya, Alin pun pamit kepada Rey dengan alasan ia ingin pulang sendiri,namun Rey tidak mengizinkannya, Mama Yuliana yang menatap Putranya dan Gadis disampingnya pun hanya tersenyum.


"Duduk nak" Kata Mama Yuliana

__ADS_1


"Tapi Tante" Kata Alin


"Duduklah Kak, kita makan bersama ya kan bang" Kata Delisha


"Mama ini Alin Mahasiswi aku di kampus" Kata Reynaldi


"Salam kenal ya nak" kata Mama Yuliana


"Iya Tante senang berkenalan dengan Tante" Kata Alin


"Oh ya ini adiknya Rey, Delisha" Kata Mama Yuliana


Apa adiknya Rey, Alin kira pacarnya Rey.


"Mama sama Delisha sudah pesan" Kata Reynaldi


"Belum nungguin Abang" Kata Delisha


"Mama pesan apa, dan Delisha, Kamu mau pesan apa" Kata Reynaldi


"Mau pesan apa nak" Tanya Mama Yuliana


"Tidak Tante masih kenyang" Kata Alin


"Rey pesen makanan kesukaan kamu dua sama Minumannya ya dua, Mama Mau ini dan ini samain seperti biasanya " Kata Mama Yuliana


"Delisha sama juga ya Bang" Kata Delisha


Mama Yuliana tentunya senang karena menganggap bahwa Alin adalah Pacar putranya, walaupun mungkin Rey tidak mengakuinya tapi Mama Yuliana sangat mendukung apabila Rey dengan Alin, Makanan datang Alin terheran mengapa banyak sekali, Mama Yuliana memaksa Alin untuk makan makanan kesukaan Rey, Bagaimana lagi ia pun harus Menurutinya, seperti dinner keluarga bukan.


"Alin udah semester berapa" Tanya Mama Yuliana


"Udah semester 4 Tante" Kata Alin


"Dimakan kenapa cuma dilihatin, Mau disuapin" Tanya Reynaldi


"Eh enggak pak" Kata Alin


"Diluar masih aja panggil pak kak" Kata Delisha


"Kan pak Rey dosen di kampus jadi panggil pak" Kata Alin


Rey melanjutkan Makannya, Ia masih melirik Alin yang tengah makan di sampingnya, Rey heran Alin cepat Akrab dengan Mama dan Adiknya, Padahal mantan-mantannya yang dulu sangat susah untuk akrab dengan mama Atupun adiknya.


Setelah Selesai Makan, Mereka pun segera memasuki Mobil yang dikendarai oleh Rey, Mama Yuliana menyuruh Alin untuk duduk disamping Rey karena awalnya Alin ingin duduk di belakang karena depan Mama Yuliana.


"Duduk di depan aja temani Rey" Kata Mama Yuliana


"Enggak Tante, Tante aja saya dibelakang" Kata Alin


"Udah biar Tante sama Delisha aja dibelakang" Kata Mama Yuliana

__ADS_1


Dengan terpaksa Alin duduk disamping Rey, Alin hanya menatap jalan saja, Dan Rey ia fokus menyetir mobil namun terkadang ia melirik ke arah Alin.


Bukan pulang namun mama Yuliana meminta Alin untuk main kerumah, Alin tidak bisa menolaknya bagaimanapun Mama Yuliana sudah baik dengannya,dan akhirnya Sampai malam Alin berada di rumah Pak Rey.


__ADS_2