Bukan pilihanku

Bukan pilihanku
Dua Aunty


__ADS_3

Hendra dan Regina masih dirumah Geri, mereka memang ingin pulang tapi Alia menahannya, Dan disini juga ada Alin dan Rey, Geri masih mempersiapkan Nama untuk putri kecilnya.


"Beri nama siapa nih kak" Tanya Regina


"Masih cari inspirasi" Kata Geri


"La Lo kan cerdas ger" Kata Hendra.


Alia mengendong putrinya, Ia tersenyum menatapnya, Bahagia ketika dirinya mengendong putrinya ini.


"Lihatlah, Dua Aunty yang sangat cantik baby" kata Alia


"Kalau udah besar nginep ya dirumah Aunty" Kata Alin


"Ayo aunty regina kapan nih kasih adik, Biar kita bisa menjadi teman ya Lin" Tanya Alia


"Iya ayo regina kapan" Tanya Alin


Kini Alin, Alia dan Regina mereka bersahabat, suami-suami mereka juga bersahabat, Jadi senang punya sahabat banyak.


"6 Bulan launching kak" Kata Regina


Arga menghentikan langkahnya ketika mendengar 6 bulan lagi launching, Artinya Regina sedang hamil, Dirinya sangat mengharapkan Regina bisa bersamanya.


"Mas pulang yuk" Ajak Regina


"Kita pulang duluan ya, Kasihan bumil udah mulai rewel" Kata Hendra


Regina mengandeng Lengan Hendra, mereka segera keluar rumah Geri, Arga hanya menatapnya saja, Jujur saja Arga cemburu melihatnya.


Alin yang menatap wajah Arga jadi bertanya-tanya, Ada apa Arga dengan regina, Mungkinkah mereka ada hubungan.


Sepulang dari Rumah Geri, Regina mengajak Hendra untuk Membeli Bakso mercon, dirinya sangat menginginkannya, Untungnya Hendra mengizinkannya.


Kini Arga Sudah Ada Di Barr, ia sangat frustasi dengan keadaannya, Hingga tanpa sengaja satu kesalahan Antara dirinya dengan wanita itu, Pagi harinya Arga menatap Wanita disampingnya apa yang ia lakukan, Astaga.


"Kamu" Kata Wanita itu


"Maaf mbak, Kenapa bisa seperti ini" Kata Arga


"Kenapa kamu merenggut semuanya" Kata Wanita itu


Wanita itu bernama, Kelly Liliana Fahrichia Velyyta, Wanita berusia 28 Tahun, ya lebih tua dari Arga 3 tahun, tapi wajahnya terlihat masih 17 tahun astaga.


"Saya akan bertanggungjawab mbak" Kata Arga


"No bocah kek kamu, mana mungkin bisa memenuhi kebutuhan saya" Kata Kelly


"Percayalah saya bisa melakukannya" Kata Arga


"No saya tidak mau menikah dengan kamu" Kata Kelly


"Mbak, Tolonglah pikirkan lagi, bagaimana jikalau ada kehidupan disana, Apakah dia tidak membutuhkan figur seorang ayah" Tanya Arga


Kelly Memengang perutnya, Mungkinkah Akan hadirnya seorang anak, Tapi mereka melakukannya ha ni ya sekali, namun Kelly sekarang adalah masa suburnya, Kelly menangis jikalau memang benar terjadi.


"Mbak umur berapa" Tanya Arga


"Saya 28 kamu" Tanya Kelly


"Saya 25 mbak, gpp walaupun saya masih muda, saya yakin bisa bertanggungjawab" Kata Arga


Kelly menatap mata Arga, Kelihatan Arga serius dengan ucapannya,Tapi apakah dirinya harus menikah dengan pria yang lebih muda 3 tahun darinya.

__ADS_1


"Saya pernah menikah dan sekarang saya mempunyai satu putra" Kata Arga


Kelly Tidak bisa berkata-kata,ia ingin menolaknya tapi bagaimana jikalau ada kehadiran seorang anak, Mau tidak mau Kelly menerimanya, Arga segera akan menikahi Kelly, mungkin seminggu lagi.


Seminggu kemudian, Kini Kelly dan Arga resmi menjadi suami-istri, Kelly bingung ia harus bahagia atau sedih, Disisi lain ia sudah menikah, disisi lain ia tidak bisa menerimanya.


"Hore Vian punya mama" kata Alvian


Kelly hanya diam tidak meresponnya,ia belum siap jikalau Alvian memanggilnya dengan sebutan mama, Arga yang bisa mengartikan diamnya Kelly pun segera menyuruh Alvian untuk ke kamarnya.


"Jikalau tidak bisa menerima saya, tolong terimalah Alvian mbak" Kata Arga


"Saya belum siap, kamu bukan yang menginginkan pernikahan ini" Kata Kelly


Arga Menghela nafasnya,ia harus banyak bersabar menghadapi istrinya itu, walaupun Kelly lebih tua darinya,tapi sifatnya yang membuat Arga menjadi menambah sabar lagi.


Pagi harinya, Kelly belum bangun, Namun Arga sudah bangun, Ia berusaha membangunkan Kelly, sekarang statusnya berubah harusnya bisa menempatkan dirinya bukan.


"Apaan sih kamu,saya ngantuk" Kata Kelly


"Kamu seorang istri, Harusnya kamu lakukan tugas kamu sebagai istri dan seorang ibu" Kata Arga


Kelly menatap Tajam Arga, baru kali ini ada orang yang bicara keras Padanya,jujur saja Kelly tidak suka, Kelly benci Arga.


"Kau menyuruhku memasak " Tanya Kelly


"Tugasmu " Kata Arga


Kelly segera meninggalkan Arga, ia segera memasak apa yang ada di kulkas, Dia jago memasak,tapi dirinya tidak suka dengan cara Arga yang berbicara keras padanya.


Makanan sudah tertata rapi di meja makan, saatnya sarapan,tapi Kelly harus mengajak suaminya terlebih dahulu bukan.


"Sudah matang" Kata Kelly


"Lalu saya harus apa" tanya Kelly


"Jadi perempuan yang lemah lembut mbak" Kata Arga


"Jadi kau tidak terima, baguslah kau bisa menceraikan saya" Kata Kelly


"Kamu selamanya akan bersamaku, membesarkan anak-anak kita" Kata Arga


"No saya tidak mau" Kata Kelly


Arga Tersenyum Menatap istrinya, Lucu juga menggoda Kelly, Walaupun dirinya belum bisa memahami sifat istrinya ini.


"saya rindu mama papa, boleh saya pulang" Kata Kelly


"Saya antar, karena kamu adalah istri saya" Kata Arga


"Saya harus menjelaskan apa kepada orang tua saya" Kata Kelly


"Jelaskan kalau kamu sudah menikah dan saya suami kamu" Kata Arga


"No apa kata orang tua saya nanti, saya tidak mau orang tua saya berpikir macam-macam" Kata Kelly


"Saya antar, saya titipkan Alvian ke kakak saya, Ayo sarapan" Kata Arga


Kelly mengiyakannya,ia Membututi Arga, Mereka duduk secara Berhadapan dengan Alvian di sampingnya.


"Masakan mama enak ya pa" Kata Alvian


Arga hanya tersenyum,lalu menatap Kelly, Kelly hanya terdiam saja, Harus bagaimana dirinya.

__ADS_1


"Makasih sayang, yuk tambah lagi " Kata Kelly


Pertama kalinya Kelly ada teman untuk sarapan,ya walaupun Kelly belum mengenal Alvian dan arga sepenuhnya.


"Mama ikut ke rumah bibi" Tanya Alvian


Kelly menatap Alvian dengan tersenyum, lalu menatap Arga dengan penuh tanda tanya, Bibi siapa yang Alvian maksud.


"Mama gatau sayang, papa belum tentu mengizinkannya" Kata Kelly


Yang mengetahui Penikahannya adalah Geri dan Papa Kelly, Karena Kelly sudah menghubungi papanya dan papa menyerahkan Kelly kepada Arga.


"Alvian mandi ya, kita bentar lagi otw " Kata Arga


Kelly hanya diam membisu, bagaimana dengan dirinya, apakah akan dirumah sendiri.


Setelah selesai beberes, Kelly duduk di sofa kamar, Arga sedang mandi, entah apa yang harus Kelly lakukan.


"Gak mau mandi mbak" Tanya Arga


"Pinjam kamar mandinya" kata Kelly


Setelah selesai mandi, Kelly Bersiap-siap untuk tidur kembali, Namun Arga mencegahnya.


"Kenapa, saya sudah selesai memasak, Kalau untuk nyapu ngepel saya bisa lakukan nanti, saya capek mau istirahat" Kata Kelly


"Tidak mau ikut kerumahnya bang Geri" Kata Arga


"Saya gak mau ikut, kamu saja tidak mengajak saya" Kata Kelly


"Saya mengajak kamu, mari ikutlah" Ajak Arga


"Saya akan bersiap" Kata Kelly


Setelah selesai Bersiap-siap mereka segera menuju rumah Geri, Sesama dirumah Geri, Mereka turun, Kelly membawa paperbag berisi baju bayi untuk keponakannya.


"Masuk ga" Kata Alia


"Selamat ya mbak, ini ada baju untuk si kecil" Kata Kelly


Alia menerimanya, Kelly memang cepat akrab, walaupun sikapnya kadang sulit ditebak.


"Cantik ya bibi mama aku" Kata Alvian


"Cantik sayang" kata Alia


"Namanya siapa mbak" Tanya Kelly


"Zakiya Adrica Aeri El Fadgham " Kata Alia


"Nama yang bagus, panggilannya KIA" Tanya Kelly


"Iya Aunty,namaku kia" Kata Alia


Kelly mengendong KIA, ia mendekati Arga, Arga menatap istrinya itu, ia bahagia saat bersama bayi, apakah ia menyukai bayi.


"Minta fotoin dong" Kata Kelly


Arga mengiyakannya,ia memfoto istrinya menggunakan handphone miliknya, Sebelumnya Arga sudah menghapus foto masa lalunya.


"Terimakasih om" Kata Kelly


Apakah Arga akan mencintai Kelly, mungkinkah hatinya akan milik Kelly, Kelly adalah istrinya, satu-satunya.

__ADS_1


__ADS_2