Bukan pilihanku

Bukan pilihanku
Istri?


__ADS_3

Malam harinya Regina dan Hendra telah memasuki kamar regina, Regina bingung harus ngapain? Statusnya kini berubah menjadi istri, Apa ini membingungkan.


"Kenapa regina" Tanya Hendra


"Aku bingung kak harus ngapain" Kata Regina


"La terus mau ngapain, Kamu siap melakukannya,mari kita lakukan" Kata Hendra


"Kakak aku belum siap, tapi janji deh nanti pasti aku mau" Kata Regina


Hendra tersenyum menatap Regina, Lucu juga menikah dengan gadis yang bagus lulus SMA ini, Cantik manis, Hendra tidak menyangka juga harus menikah dengan gadis ini, Apalagi saat pertama bertemu dengan dirinya, dirumah Geri dan saat tau bahwa dirinya mempunyai hubungan dengan Arga.


"Kamu mau kuliah dimana, biar saya daftarkan" Kata Hendra


"Aku sih ngikut aja,kakak kan pindah kesini kan" Tanya Regina


"Saya sudah membeli rumah untuk kita tinggal berdua" Kata Hendra


"Oh ya, dimana " Tanya Regina


"Nanti pasti kamu tau, oh ya bagaimana kalau kita pulang ke kota X" Tanya Hendra


"Tapi aku nyaman disini kak" Kata Regina


"Takut bertemu Arga, kamu harus ingat ada saya yang menjadi pelindung kamu, kamu adalah istri saya sekarang " Kata Hendra


Jujur saja ini pertama kalinya, Sekamar dengan pria lain yang berstatus sebagai suaminya, Hendra sahabat Geri, lalu berati dirinya akan sering bertemu dengan Arga, Regina sudah bertekad untuk melupakan Arga, Mana mungkin sudah menikah akan tatap memikirkan pria lain.


"Yuk tidur, Besok kita bisa jalan-jalan kan" Kata Hendra


Regina hanya menganggukkan kepalanya, Ia paham suaminya bukan orang sini, jadi dirinya Menginginkan keliling kota bersamanya, Regina merebahkan tubuhnya di samping Hendra, Hendra menatapnya dan tatapan mata mereka bertemu, Tanpa disadari Hendra memeluk regina, membuat regina menjadi seperti ada yang menjalar ditubuhnya.


Keesokan harinya, Regina terbangun, Tetap saja dalam pelukan Hendra,ia tidak ingin menganggu tidurnya, bagaimana ini.


"Kakak bangun yuk" Ajak Regina


Hendra melepaskan pelukannya, membuat regina cemberut menatapnya, Hendra menatapnya dengan tatapan bingung,masih pagi kenapa cemberut?


"Ada apa" tanya Hendra


"Kenapa kakak melepaskan pelukannya, aku nyaman di dalam pelukan kakak" Kata Regina


"Nanti lagi ya, yuk mandi sarapan" kata Hendra


"Aku duluan ya kak" Kata Regina


Hendra tidak enak apabila bangun terlalu siang, karena ini dirumah mertuanya, Hendra mempunyai perusahaan di kota z yang sangat berkembang pesat dan dikenal banyak orang, Perusahaan cabang ada dimana-mana.


Regina selesai mandi dan telah memakai kaos dan celana panjangnya saja, dirinya memberikan handuk kepada Hendra.


"Siapkan bajuku ya, buka saja koper milikku" kata Hendra

__ADS_1


Regina hanya Mengiyakannya setelah Hendra masuk ke kamar mandi, dirinya segera menyiapkan Baju untuk suaminya itu, Regina pun berada di meja rias kenapa karena ingin dandan, ia menatap Hendra yang masih basah rambutnya dengan hanya mengenakan handuk saja membuat regina terbelalak melihatnya, Pemandangan segar sekali pagi ini.


"Ih kakak kok gak pakai baju" kata Regina


"Panggil Saya mas seperti kamu memanggil Arga" Kata Hendra


Hendra mendekati istrinya, membuat Regina sangat gugup, bagaimana tidak dengan mengenakan handuk saja dirinya mendekatinya.


Hendra tiba-tiba memeluknya, Ada apa dengannya, pagi-pagi sudah memeluk saja.


"Mas aku lapar " Kata Regina


"Saya ganti baju dulu" Kata Hendra


Regina menganggukkan kepalanya, setelah selesai bersiap-siap mereka turun, Mama dan papa telah menunggu mereka.


"Duh pengantin baru" Kata Papa Haris


"Ayo sarapan nak" Kata Mama Vivian


Mereka pun sarapan bersama, Setelah selesai sarapan, Regina pun membereskannya, Mas Hendra sedang berbicara dengan papa haris, sungguh terlihat akrab menantu dan mertua itu.


Ditempat Lain, Alia sedang menatap Arga, Arga yang dengan tatapan Kosongnya, Jujur saja Alia tidak ingin melihat Arga seperti ini.


"Ga makan yuk" ajak Alia


"Gak usah sok perduli" Kata Arga


Alia mengelus perut buncitnya, Yang kemungkinan anak mereka akan lahir Minggu ini, Antara senang ataupun sedih yang ia rasakan, Artinya dia akan berpisah setelah anak ini lahir dan bisa bersama Arga.


Arga menatap Alia, Ia mendekatinya,dan mengelus perut Alia, Alia pun hanya diam menatap Arga mengelus perutnya, Apakah Arga sudah berubah? setelah Regina menikah dengan Hendra.


"Sehat-sehat sama bayi kamu, jangan pisah sama bang Geri, Anak kamu butuh ayah, jangan menuruti ego kamu" Kata Arga


"Tapi aku cinta sama kamu ga" Kata Alia


"Maaf Al, aku akan menikah, Mana mungkin aku menerima kamu" Kata Arga


"Kamu harus menikah sama aku ga, gak mau" Alia


"Kamu sadar kalau kamu istri saya Alia" Bentak Geri


Alia menghentikan langkahnya, Kini Geri terlihat sangat marah, Geri muak dengan semua ini, dirinya sudah berubah tapi istrinya malah main-main.


"Pikirkan masa depan anak kita Alia" Kata Geri


"Aku tidak mencintai kamu" Kata Alia


"Apa yang membuatmu berbohong, Jangan gila" Kata Geri


Alia memengang perutnya,kini kontraksi, Geri segera membawa Alia kerumah sakit, Benar saja setelah mendapatkan penanganan, Alia pembukaan 8, Alia menggenggam tangan Geri, Geri tidak tega menatap Alia. hingga 1 jam kemudian pembukaannya lengkap namun ketubannya belum pecah, 5 Menit kemudian ketubannya pun pecah Alia diizinkan untuk mengejan, 30 menit Lahirlah Bayi Perempuan dengan kelahiran normal yang sangat Cantik dan mirip seperti Geri, Karena sewaktu Hamil Alia membenci suaminya itu.

__ADS_1


Bayi merah itu segera mendapatkan ASI dari ibunya,Geri menangis Haru kini dirinya menjadi seorang ayah, setelah itu bayi dan ibunya akan dibersihkan dan dipindahkan keruang rawat inap.


Geri mengendong putrinya dan Mengadzani, Alia hanya menatap keduanya, Alia tidak mungkin menjauhkan putrinya dari ayahnya karena cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayahnya, Mana mungkin dirinya ingin berpisah, ia tidak mau putrinya menjadi korbannya hanya demi omnya.


Semoga putrinya tidak mengetahui apa kisah Orang tuanya dulu, Geri telah berubah Demi dirinya,tapi dirinya yang sangat egois.


Arrayan Geri El Fadgham, Pria berusia 28 tahun itu, yang menjadi suami Alia, Kini menjadi Seorang Ayah, Tampan dan Gagah seperti papanya.


Sedangkan Dirumah Hendra Ia mendapatkan Kabar bahwa Geri sudah resmi menjadi ayah, Hendra ingin mengajak Alia untuk kerumah Geri.


3 Hari kemudian, Alia sudah diperbolehkan pulang dengan putri cantik mereka, Kini Hendra dan regina telah menuju rumah Geri.


Sesampainya Dirumah Geri, Ada mertuanya Geri tenyata mama papa Alia, Alia menatap Hendra dan Regina, sungguh terlihat sangat bahagia.


"Masuk" Ajak Geri


"Selamat ya atas kelahiran putrinya" kata Hendra


Regina mendekati Alia, ia memberikan Kado yang mereka beli kemarin, Alia tersenyum menerimanya, Kini Alia belajar dewasa berdamai dengan keadaan, ia akan menganggap regina sebagai adiknya.


"Mau gendong sini" Kata Alia


"Tapi kak mana bisa aku" Kata Regina


"sini aku ajarin, gak lama juga kan 6 bulan lagi gendong sendiri" Kata Alia


"Kakak tau kalau aku hamil" Tanya Regina


"Tau mas Geri yang bilang" Kata Alia


Regina menggendong bayi perempuan itu, Cantik sekali ini adalah Geri versi perempuan sama seperti dirinya Haris versi perempuan, Arga menuruni anak tangga, ia menatap gadis yang sangat ia cintai regina, Regina bersama Alia dan dimanakah Hendra.


Ia duduk di depan mereka, Alia menatap dirinya dengan tatapan tajam, Untuk regina ia fokus menatap bayi perempuan ini.


"Anteng banget di Gendong Aunty ya nak" Kata Alia


Kini dua wanita yang ia cintai dihadapannya, Arga memandangi keduanya, tampak akur sekali.


"Lihatlah mas dia adalah kak Geri versi perempuan" Kata Regina


"Sama seperti kamu, pak haris versi perempuan" Kata Geri


"Kak Geri bisa aja" Kata Regina


"Sangatlah mirip" Kata Hendra


Hendra duduk disampingnya, Dan Geri duduk disamping Alia, Arga serasa panas melihat keduanya.


Hendra dan Geri berada di taman belakang,dan Alia beserta putrinya sedang istirahat, Tinggal Regina, ia mendekati Regina, Regina hanya diam.


Regina memilih menghindar, Untungnya Hendra cepetan datang, bisa saja Arga mengajaknya berbicara.

__ADS_1


__ADS_2