Bukan pilihanku

Bukan pilihanku
Adik Devan?


__ADS_3

Adik Devano kembali, Dia bernama Giovanni Joan Mahatama, Gio sendiri Berusia 25 tahun, memang gio lama tinggal di luar negeri, Bella dikejutkan dengan kedatangan seseorang pria, siapa dia.


"Maaf cari siapa" Tanya Bella


Bella tinggal dirumah keluarga Mahatama, tinggal bersama Mertuanya, untuk Vitaloka dirinya tinggal dirumah Bella dulu bersama Devano,Ketika Bella membukakan pintunya, Ia justru terkejut melihat pria di depannya ini, siapakah dia.


"Siapa kamu" Kata Giovanni


"Aku, Bella istrinya mas Devan" Kata Bella


"Istri bang devan Bukannya Vita, kenapa kamu" Kata Giovanni


"Tapi aku juga istrinya" Kata Bella


"Jadi kamu istrinya bang devan yang kedua, sayang sekali" Kata Giovanni


Giovanni sepertinya menyukai gadis di depannya ini, Tapi ternyata dia adalah istri kedua abangnya, Dafa berlari memeluk gio, gio pun membalas pelukannya.


"Mama om gio kenapa gak disuruh masuk" Kata Dafandra


"Om gio" tanya Bella


"Iya Mama dia adik papa, om papa lagi dirumah bunda " Kata Dafandra


Bella tidak tahu jika laki-laki di depannya ini adalah adik iparnya,Bella pun mempersilahkan masuk, gio pun masuk langsung duduk di ruang keluarga.


"Kamu daripada menjadi istri kedua, mending jadi istriku,aku menjadikan kamu satu-satunya " Kata Giovanni


"Tapi kami terlanjur menikah gio" kata Bella


Devano memasuki rumahnya,ia melihat adiknya yang baru saja datang, Devano langsung memeluk istrinya dan Mengecup keningnya.


"Bang istri Lo 2, bagi satu apa" Kata Giovanni


"Ya nikah lah" Kata Devano


"Mas udah pulang aja" Kata Bella


"Mas kangen sama kamu" Kata Devano


setelah kepergian Bella dan Devan, Gio masih asik di ruang keluarga, hingga saat itu Bella berbunyi,Gio pun segera membukakan pintunya, Ternyata wanita cantik,gio sangat terpana dengannya.


"Bella ada" tanya Alin


"Bella ya ada, silahkan masuk" kata Giovanni


"Oke terimakasih" Kata Alin


Giovanni masih memandangi gadis itu, dia memanggil kakak iparnya itu, turunlah Bella dan Devan bersama, Gio menyeret abangnya ia menanyakan siapa gadis itu.


"dia siapa bang" Kata Giovanni


"Istrinya bang Rey, mau Lo deketin" Kata Devano


"Cantik banget,masih muda lagi, duh gue juga mau" Kata Giovanni


"Bang Rey ganteng ya istrinya cantik lah, gimana sih Lo peak" Kata Devano


Bella Mengernyitkan dahinya, ada apa Alin kemari, tidak sekarang kak Alin bukan Alin, karena dia istri kakak sepupu Devano.


"Kak ngapain kesini, dimana kak Rey" Kata Bella


Oh ya mereka sudah berdamai ya, karena sudah menjadi Keluarga,dan Rey juga sudah melupakan masa lalunya bersama Bella.

__ADS_1


"Mana Dafa, kami mau ngajak Dafa besok liburan, sama Diffandra" Kata Alin


"Saya gak diajak kak" Kata Giovanni


"Diffa ada dirumah kak, sama Vita" Kata Devano


Dafandra memeluk Alin,Alin membalas pelukannya, Bagaimanapun Dafa seperti anaknya sendiri, walaupun sebentar lagi mereka akan mempunyai anak sendiri.


"Ikut bubu yuk" Ajak Alin


"Wah bubu sama baba mau kemana" Kata Dafandra


"Jalan-jalan dong, Kita jemput adik Diffa nanti sama baba" Kata Alin


"Mau banget" Kata Dafandra


Alin kerumah Devan memang tidak membawa mobil, rencananya akan keluar dengan Alia, Tapi ia capek mau langsung kerumah aja, Giovanni menawarkan untuk mengantarnya pulang, sekaligus ingin bertemu dengan mama dan papa.


"Kalau gak keberatan kakak saya antar pulang" Kata Giovanni


"Saya takut Merepotkan" Kata Alin


Jadinya Alin pulang bersama Gio, tak lupa mereka menjemput Diffandra terlebih dahulu, selesai itu mereka langsung pulang, Ternyata mas Rey sudah pulang.


"Gio, Kok sama Alin" kata Reynaldi


"Tadi kan kak Alin kerumah, aku sekalian bang" Kata Giovanni


"Terimakasih udah mengantarkan istri Abang ya" Kata Reynaldi


"Baba" kata Dafa dan Diffa


"Hai sayang, baba kangen deh sama kalian" Kata Reynaldi


"Mas Alia nanti lamaran,kita disuruh kesana" Kata Alin


"Kita kesana lah nanti" Kata Reynaldi


"Beneran mas" Kata Alin


"Iya, kamu gak capek, istirahat gih, saya takut anak kita kenapa-kenapa kalau kamu banyak aktivitas " Kata Reynaldi


"Makasih mas" Kata Alin


Alin tidak sengaja Mencium pipi Rey, membuat Rey terbelalak, Ternyata Alin cukup berani, Memang mungkin mereka ditakdirkan bersama, apalagi sekarang Alin sedang hamil, hal yang paling ditunggu-tunggu.


Malam Harinya Mereka bersiap-siap untuk ke rumah Alia, Alin tengah siap mengenakan dress warna hitam, dan Rey juga memakai jas warna hitam.


"Mas aku gak kelihatan berisi kan, aku akhir-akhir ini suka makan, walaupun pagi harinya selalu muntah-muntah" Kata Alin


"Udahlah,mau gimanapun kamu cantik" kata Reynaldi


"Mas serius" Kata Alin


"Serius lah, masak gak serius,kalau gak serius gak mungkin kamu saya nikahi" kata Reynaldi


"Tau gitu mending gak mau nikah sama kamu mas" Kata Alin


"Tapi sekarang nyatanya kamu jadi istri saya kan, bahkan sekarang mengandung benih saya kan" Kata Reynaldi


"Mas gak lucu ya" Kata Alin


"Saya gak ngelucu loh Alin" Kata Reynaldi

__ADS_1


"Tau ah kesel sama mas" Kata Alin


Rey Tersenyum melihat tingkah laku istrinya,entah ada apa dengan istrinya ini, sedikit-sedikit ngamuk, sedikit-sedikit marah, terkadang Rey bingung dengan sifatnya.


"Hey jangan ngambek" Kata Reynaldi


"Apa sih" Kata Alin


"Jangan menggunakan sepatu hak tinggi, kamu lagi hamil, saya gak mau kamu kenapa-kenapa" Kata Reynaldi


"Mas tapi kan" kata Alin


"Dengerin mas ngomong Alin, demi kamu Dan anak kita mas mohon" Kata Reynaldi


Rey makin hari makin posesif, Dia selalu mengamati apa yang Alin lakukan, bahkan apapun tidak bisa Alin lakukan karena Rey tidak mengizinkannya, dengan kesal Alin mengenakan sepatu yang tidak terlalu tinggi, daripada Rey marah bukan.


"Nah gitu dong" Kata Reynaldi


Sesampainya Dirumah Alia mereka langsung masuk, dan di sambut oleh Mama Vina, Alin langsung memeluknya, Mama Vina tersenyum menatap putrinya itu, Mama Vina sudah menganggap Alin putrinya sendiri, walaupun Alin adalah putri mantan pacar suaminya,tapi Mama Vina tidak mempersoalkan itu.


"Mama Vina, Alin kangen" Kata Alin


"Alin cantik banget,lama gak kesini" Kata Mama Vina


"Mama Alin kan udah nikah, jadi mau kesini ya gimana dong, tapi tenang ma Alin bakalan sering kesini" Kata Alin


Rey menatap istrinya itu, Istrinya sangat akrab dengan mama Vina alias mamanya Alia, Rey akui Alin gampang akrab dengan siapapun, walaupun mungkin umurnya muda tapi dia selalu bisa menempatkan dirinya.


"Mama kenalin ini suami Alin, mas Rey kenalin ini mama" Kata Alin


"ganteng ya, cocok sama Alin" Kata Mama Vina


Ternyata Sepupu Alia teman Rey, mereka pun bertemu dirumah ini, dio dan Rey pun mengobrol karena istrinya sedang sibuk bersama Alia.


"Papa apa kabar" Kata Alin


"Alin, papa baik nak" kata papa Yuda


"Anak kita udah besar ya, bahkan udah mendahului Alia menikah,semoga saja selamanya bisa seperti ini" Kata Mama vina


"Mama selamanya lah kita bisa selalu bersama " Kata Alin


Alin segera menghampiri Alia, Alia tengah dirias, Alin Memeluknya,mereka sahabatan sudah lama, bahkan Alia seperti kakak Alin sendiri.


"Kado dari mama dan papa " Kata Alin


"Dari Mama Lusi sama papa, kenapa repot-repot " Kata Alia


"Dan ini kado dari aku sama Rey beb" kata Alin


"Makasih loh, repot-repot,dimana pak Rey sekarang " Kata Alia


"Ngobrol sama sepupu kamu, Dio" kata Alin


"Doain ya lancar, Aku pengen cepet-cepet menikah deh Lin" Kata Alia


"semoga lancar beb, Ya ajak dong Nikah Geri" kata Alin


"Gak semudah itu beb" Kata Alia


"Toh masak nunggu tahun depan " Kata Alin


"Mau gimana lagi, kemauan Geri" Kata Alin

__ADS_1


Lamaran Alia dan Geri berjalan lancar,mereka juga menentukan kapan akan melaksanakan akad nikah, ternyata Tahun depan mereka akan melangsungkan pernikahan, Alia menginginkan secepatnya,namun Geri menginginkannya tahun depan,Alia bisa apa dirinya hanya mengiyakannya saja.


__ADS_2