Bukan pilihanku

Bukan pilihanku
hari H


__ADS_3

Hari H Pernikahan Alin dan Rey telah tiba, dirumah Alin dirinya sedang dirias secantik mungkin,jujur saja tidak pernah ia bayangkan harus menikah di usia yang masih sangat muda, Apalagi menikah dengan Pak Rey yang notabennya adalah dosen muda di kampus.


Dirinya dekat dengan Lion tapi menikah dengan pak Rey, Sungguh Tidak pernah disangka akan hal itu.


Di lain tempat Rey sedang Sibuk memakai Jasnya, Hari ini harusnya menjadi hari yang paling bahagia karena dia akan mempersunting Bella, Namun malah hari ini dirinya akan mempersunting Alin, Rey sudah pasrah akan kedepannya toh dia juga imam Alin sebentar lagi, Mau tidak mau juga harus menerimanya.


Keluarga Rey telah siap mereka menuju rumah keluarga Alin, Sungguh tidak ada senang Ataupun apa dihati Rey, Beda dengan keluarganya sangat bahagia atas pernikahannya dengan Alin.


Acara akad nikah akan segera dimulai karena mempelai pria sudah datang, Mereka disambut oleh seluruh keluarga besar mempelai wanita.


Rey Duduk berhadapan dengan Pak penghulu dan Calon Mertuanya,ia menjabat Tangan Calon mertuanya, Sungguh Berasa gemetar ketika akan Akad Nikah dimulai.


Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Reynaldi Neandro Xander Bratadikara bin Hari Adistro dengan Putri kandung saya yang bernama Aerilyn Aretha Chaterine Tsabita Hendrawan dengan maskawinnya berupa Uang Tunai Senilai 39, 5 Juta Dan Perhiasan sebesar 27 gram dan Sebuah Rumah Seisinya Dibayar Tunai.” Kata Hendrawan Agung


Reynaldi Dengan sigap Menjabat Tangan Calon mertuanya lalu mengatakan.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Aerilyn Aretha Chaterine Tsabita Hendrawan binti Hendrawan Agung dengan maskawin tersebut, tunai.” Kata Reynaldi.


"Bagaimana Para Saksi " Tanya Pak Penghulu


"Sah" Kata Para Tamu dan Keluarga yang hadir


Dengan hitungan menit Kemudian statusnya kini berubah menjadi beristri, Dan Alin kini telah sah menjadi istrinya, Alin Hanya terdiam Ketika ia mendengar Bahwa Akad nikah telah selesai, Artinya ia resmi menjadi istri Reynaldi.


Alin turun bersama kedua sahabatnya, Kedua sahabatnya mengantarkan Alin Untuk duduk di di samping suaminya, Alin sangat Merasa Takut ketika berada di samping Rey, Rey hanya meliriknya, Bahkan tidak berkedip, Kebaya yang seharusnya dikenakan Bella sekarang dikenakan oleh Alin, Bahkan terlihat pas dan sangat cantik, Tak pernah Rey sangka bahwa dirinya akan menikahi Alin, Gadis yang awal dirinya melihat sudah terkesima sekarang menjadi istrinya.


Alin segera bersalaman dan Mencium tangan suaminya, Dibalas dengan satu kecupan di keningnya, Rey segera memasangkan Cincin dijari manis Alin, Rey tau bahwa Alin takut dan gemetar saat tangannya ia pegang, Berganti dengan Alin memasangkan cincin dijari Rey, Cincin yang seharusnya ia pakai bersama bella sekarang ia pakai bersama Alin, Yang menandakan mereka sudah sah menjadi suami-istri, Untungnya ukuran cincin sama jadi tidak kebesaran.


Mereka menandatangani Buku Nikah, Dan setelah itu foto bersama dengan memegang buku nikah itu, Alin Tersenyum Manis ke arah tamu karena mana mungkin ia cemberut, setelah itu mereka sungkem kepada kedua orangtuanya, selesai sungkem baru foto bersama keluarga besar, Banyaknya foto berdua membuat mereka kewalahan, Rey tersenyum mengeluarkan Aura Ketampanannya,toh mana mungkin saat hari pernikahannya dia ingin bersedih terus-menerus, Rey Memegang Tangan Alin lalu menciumnya, membuat Alin terkejut diperlakukan seperti itu, Bagaimana tidak tiba-tiba saja tangannya dicium.

__ADS_1


Sedangkan di Rumah Aditya, Bella sedang menatap Layar Handphonenya, Ia menatap Foto itu, Foto Rey yang tengah tersenyum bahagia bersama istrinya, Tanpa disadari air matanya menetes, Sungguh berat hati meninggalkan rey, disisi lain ia ingin menikah dengan Rey, tapi ia tidak ingin menyakiti Aditya dan tidak ingin kehilangannya.


"Hei kenapa kok sedih" tanya Aditya


"Gpp Mas, Terharu aja akhirnya Mas Rey bisa tanpa aku, dia bahagia menikah dengan pilihannya" Kata Bella


Bella sendiri yang meninggalkan Rey, Demi Aditya,kini Rey telah menjadi suami wanita lain, Bahkan dirinya lah yang memberikan kesempatan kepada wanita lain untuk memiliki Rey.


"Kalau belum ikhlas kenapa kabur, seharusnya kamu sekarang menjadi istri dia kan" kata Aditya


"Bella ikhlas kok mas, cuma Bella gak ikhlas kalau seandainya mas Rey pindah ke lain hati" kata Bella


"Bella kamu gak bisa kayak gitu, kamu jangan egois kalau kamu punya dua hati, kasihan istrinya tidak bisa memiliki Suaminya sepenuhnya" Kata Aditya


"Bella sayang sama mas Rey, Bella cinta dan sayang sama mas Aditya,tapi Bella gak rela mas" Kata Bella


"Semua sudah ada yang ngatur sayang, kemungkinan jodoh kamu mas bukan dia" Kata Aditya


Rey menyusul Alin ke kamar, Alin sedang membersihkan Make up yang di kenakan tadi, Alin menyadari bahwa Suaminya telah memasuki kamar.


"Kalau bapak gak nyaman saya bisa pergi ke kamar tamu, bapak tidur aja di kamar saya" Kata Alin


Make up Alin telah berhasil dihapus, Ya sekarang Menjadi Alin yang natural tanpa make up sangat cantik sekali walaupun natural.


"Diluar ada mama dan papa, mana mungkin saya membiarkan kamu tidur terpisah,toh sekarang malam pengantin kita" Kata Reynaldi


Alin terdiam,malam pengantin, apa artinya Rey akan meminta Haknya, Rey tersenyum licik kearah Alin yang membuat Alin ketakutan dan mundur satu langkah, hingga tiba-tiba ia terjatuh di ranjangnya, membuat Rey juga ikut jatuh.


"Mau langsung gak apa gak capek" Kata Reynaldi menggoda Alin.

__ADS_1


"Eh lepasin pak, Saya mau mandi" Kata Alin


"Lucu juga ya kayak kepiting rebus merah gitu wajahnya " Kata Reynaldi


"Eh apaan sih" kata Alin


Alin mencoba untuk membuka resleting Gaunnya,tapi resletingnya ada di punggungnya bagaimana ia bisa, Mau minta tolong juga tidak mungkin, Rey menatap istrinya yang tengah kesulitan membuka resletingnya itu, memang gaun itu sangat ketat di badannya, entah Bella menyukai baju ketat apa gimana, Rey segera menghampirinya, Ia membukakan resleting gaun istrinya itu.


"Kalau kesulitan ngomong " Kata Reynaldi


"Makasih pak" kata Alin


Alin segera memasuki kamar mandi tak lupa ia membawa baju ganti,tak butuh waktu lama untuk mandi dirinya pun keluar dengan mengenakan piyama yang biasa buat tidur.


"Bapak kalau mau mandi silahkan " Kata Alin


"Oke saya mandi dulu, tunggu saya disana ya" kata Reynaldi


Gemas sekali menggoda istrinya itu, Rey segera memasuki kamar mandi agar segera mandi dan menggoda istrinya lagi.


Selesai mandi ia langsung menyusul istrinya yang tengah duduk di ranjang itu, Alin yang beberapa jam lalu menjadi istrinya.


"Kita gpp kan tidur seranjang " Tanya Reynaldi


"Gpp pak, kalau bapak gak keberatan " Kata Alin


"Yaudah tidur gih, besok masih acara lagi" Kata Reynaldi


Untuk sekarang Rey bersikap manis, mungkin hari-hari nantinya Rey akan bersikap cuek dan dingin.

__ADS_1


Alin pamit tidur, tidak butuh waktu lama akhirnya Alin tidur dengan nyenyak, Rey melirik istrinya yang tengah tertidur itu, Menurut Rey sangat cantik walaupun tidak mengunakan makeup, Bahkan Alin lebih cantik dari Bella, Rey memakaikan selimut ke istrinya itu, Rey lalu berbaring disampingnya dan akhirnya terlelap bersama.


Alin dan Rey, Cocok bukan? ketika Rey akan menikah dengan Bella namun pernikahan itu tidak terjadi bahkan sekarang Alin yang menggantikan bella, bukan Alin yang merebutnya tapi Bella sendiri yang pergi dari Rey.


__ADS_2