
Keesokan Harinya, Setelah acara resepsi pernikahan kini Rey dan Alin berada dirumah Rey, Orang tua Rey menyuruh kami untuk Honeymoon, Alin dan Rey berpikir-pikir kembali,mana mungkin akan honeymoon toh nikah aja karena menjadi pengantin pengganti.
"Kalian harus pergi honeymoon, Agar bisa segera kasih kami cucu ya kan ma" Kata Papa Hari
Rey hanya diam tidak menjawabnya, Alin ia hampir saja tersedak karena mendengar honeymoon dan cucu, untungnya Rey dengan sigap memberikan Air minum untuk Alin walaupun dengan Wajah Datarnya, Semenjak Itu memang sifat Rey berubah Drastis.
"Mama dan papa sudah membelikan Tiket untuk kalian Honeymoon" Kata Mama Yuliana
"Kita gak perlu honeymoon" Kata Reynaldi
Alin hanya diam ia tau Rey tidak menginginkannya karena bukan dengan Bella melainkan dengannya, Alin Menginginkan untuk honeymoon bersama suaminya nanti, tapi sekarang suaminya adalah Rey, Tidak pernah Alin bayangkan bahwa dirinya akan menikah dengan Rey, pria yang terkenal cuek dan dingin itu sekarang menjadi suaminya.
"Harus Kalian honeymoon" Kata Papa Hari
"Pa kita gak perlu honeymoon, toh ngapain juga" Kata Reynaldi
"Bukannya kamu dulu mendambakannya Rey, kamu mendambakan honeymoon bersama istri kamu, sekarang kamu sudah menikah kenapa tidak" Kata Mama Yuliana
"Itu dulu ma" Kata Reynaldi
"Jangan cuma gara-gara Bella kamu tidak mau Rey, papa gak habis pikir sama kamu, Toh sekarang istri kamu Alin, kenapa masih saja memikirkan Bella, Bella saja tidak menghargai kamu apalagi memikirkan kamu" Kata Papa Hari
"Oke ma pa kalau mau kalian Rey honeymoon, oke Rey akan honeymoon bersama Alin" Kata Reynaldi
Reynaldi segera meninggalkan Mama papa dan juga istrinya,ia lebih memilih ke kamar daripada perdebatan semakin panjang, Alin yang menatap Rey melewatinya tanpa sepatah katapun ia hanya diam, toh dia juga sadar akan posisinya.
"Nak maafin Rey, Rey gak seperti itu kok " Kata Papa Hari
"Gpp kok pa" kata Alin
"Yaudah nak, sana packing baju-bajunya besok kan berangkat " Kata Mama Yuliana
"Alin tinggal ke kamar dulu ya ma pa" Kata Alin
__ADS_1
Setelah berpamitan kepada Mertuanya, dirinya pun langsung menuju ke kamar Rey, Tak lupa ia menutup kembali pintunya,ia melihat Rey yang tengah duduk di balkon,Alin menghampirinya.
"Pak " kata Alin
Rey menoleh kearah Alin, Lalu ia mengalihkan pandangannya.
"Ada apa "Tanya Reynaldi
"Kita gak perlu berangkat untuk honeymoon, sebaiknya kita dirumah aja" Kata Alin
"Menurut kamu, Mama dan papa mengizinkannya, Toh seharusnya kamu senang bisa honeymoon sama saya, Sejujurnya saya gak mau honeymoon sama kamu, karena impian saya honeymoon bersama Bella ketika dia sudah Menjadi istri saya, saya tau kamu pilihan mama jadi kamu bisa menang segalanya dibandingkan saya, bagus kamu mendapatkan posisi sekarang menjadi istri saya tanpa saya minta, Kamu merebut posisi Bella, dan jangan harap kamu bisa saya cintai karena saya hanya mencintai Bella bukan kamu, Jikalau memang tidak betah dengan saya silahkan mengajukan perceraian, saya bisa bebas tanpa kamu saya bisa mencari Bella dan menikahinya" Kata Reynaldi
Alin Mencoba untuk tetap baik-baik saja, walaupun ia sakit karena perkataan Rey, Mana ada istri yang senang namun suaminya selalu seperti itu.
"Apa kira bapak saya senang, menikah dengan bapak, Toh kalau juga karena mama Yuliana saya gak mau pak, saya menyukai seseorang saya mengorbankan kebahagiaan saya demi menikah dengan bapak, tapi ternyata bapak seperti ini, dan satu hal yang perlu bapak tahu, saya tidak pernah ada niatan menggantikan posisi Bella di hidup bapak mau di hati bapak, toh saya sadar diri saya cuma pengantin pengganti,bukan perempuan yang bapak harapkan, kalau memang saya tidak ada artinya untuk bapak tidak apa-apa, Saya tau kok pak tidak mungkin bapak akan menerima saya dan melupakan bella" Kata Alin
"saya gak pernah menyuruh kamu untuk menerimanya, Kenapa kamu mau ketika mama saya memintanya, kenapa kamu harus mengorbankan kebahagiaan kamu sendiri hah, Disini kamu sama saya hanya akan tersakiti Alin" Kata Reynaldi
Alin tidak bisa membendung lagi air matanya, Tiba-tiba saja air matanya menetes,Alin segera mengusapnya,Mengapa serumit ini andaikan Bella tidak kabur, ia tidak mungkin berada di posisi ini, Rey yang melihat Alin menangis pun hanya tersenyum licik karena ia menganggap bahwa itu hanyalah air mata palsu, Tapi dalam hatinya ia tidak tega melihatnya.
Alin segera Meninggalkan Rey, ia masih berada di balkon,Alin segera ke kamar mandi untuk cuci muka, Tiba-tiba saja handphonenya berbunyi, Tertera Lion, Alin segera mengakat Telfonnya, dan ternyata Lion ingin mengajak Alin untuk pergi,tentu saja Alin mengiyakannya, Alin pun segera bersiap-siap untuk pergi bersama Lion toh ia tidak mempedulikan Rey, Rey dari tadi menatap tajam ke arah Alin yang tengah berdandan.
"Mau kemana " tanya Reynaldi
"Mau jalan sama pacar saya" kata Alin
"Pacar, kamu Bisa-bisanya punya pacar hei sadar kamu sudah menikah" Kata Reynaldi
"Toh saya sudah menikah,bapak aja gak menganggap bahwa saya istri bapak, wajar dong kalau saya mau jalan sama pacar saya" Kata Alin
"Apa kata orang tua saya jikalau melihat kamu keluar tanpa saya" Kata Reynaldi
"Ya saya tinggal bilang,saya ada arisan keluarga diajak mama " Kata Alin
__ADS_1
"Saya gak mengizinkan kamu untuk keluar" kata Reynaldi
"Suka-suka saya mau keluar" Kata Alin
"Berani melawan suami ternyata,tidak takut Dosa alin" Kata Reynaldi
Reynaldi tersenyum licik,ia akan membuat berita bahwa dirinya telah menikah dengan Alin, maka dari itu semua mengenal Alin sebagai istrinya, Sebagai Nyonya Reynaldi Bratadikara, Rey segera mengunci pintu kamar dan mengambil kuncinya,ia mendekat ke arah Alin membuat Alin mundur satu langkah hingga ia berada di tembok.
"Silahkan keluar" Kata Reynaldi
"Mana bisa keluar, Orang pintunya bapak kunci, kembalikan dulu kuncinya " Kata Alin
"Kalau kamu keluar, malam ini saya minta hak saya sebagai suami" kata Reynaldi
Reynaldi mendekat Wajahnya ke wajah Alin, Dirinya mengecup dan mencium bibir Alin,tubuh Alin pun memengang dan membuat Alin melotot ketika tiba-tiba ada serangan, hingga selama mungkin sampai Alin susah untuk bernafas baru Rey melepaskannya
"first kiss ternyata saya beruntung banget ya" kata Reynaldi
"Ih bapak apa-apaan sih" Kata Alin
"Bapak lagi, saya bukan bapak kamu" Kata Reynaldi
"Mas rey, lepas" kata Alin
"Gitu dong biar lebih romantis" Kata Reynaldi
Reynaldi Lalu pergi ke arah ranjang, Ia berniat untuk tidur agar Alin tidak keluar, iya dia pura-pura tertidur membuat Alin kesal melihatnya, Akhirnya Alin memutuskan untuk tidak pergi namun Alin malah asik vc dengan Lion, Rey yang pura-pura tertidur pun mendekati Alin dan memeluknya dari belakang, membuat Lion bertanya-tanya siapa yang bersama Alin, Alin segera mematikan Telfonnya itu.
"Mau mas Rey apa sih, ganggu aja" Kata Alin
"Jangan berisik dong, suaminya lagi tidur loh" Kata Reynaldi
Alin heran dengan tingkah laku suaminya itu, tadi marah-marah sekarang tiba-tiba gini maunya apa, Akhirnya Alin juga ikut tertidur di samping Rey, daripada ia Terus-terusan diganggu oleh Rey.
__ADS_1