Bukan pilihanku

Bukan pilihanku
Dua status


__ADS_3

Keesokan Harinya, Alin dan Rey bersiap-siap untuk pergi ke kampus, Mereka berangkat bersama, toh mau berangkat sendiri juga gak enak jadi ya berangkat bareng, Alin bangun terlebih dahulu ia akan membantu mama mertua untuk memasak, Ternyata mama mertua lagi belanja sayur di depan Alin pun menyusulnya.


"Mama belanja apa" tanya Alin


"Kamu mau masak apa, sini " kata Mama Yuliana


Mama Yuliana pun memperkenalkan Alin sebagai menantunya kepada ibu-ibu komplek, Memang yang ibu-ibu tau bukan Alin calon istri Rey.


"Cantik banget sih, padahal bangun tidur tetap cantik ya nak" kata Bu Lisa


"Makasih Bu" Kata Alin


"Rahasianya apa ibu mau" kata Bu Hotim


"Iya nih menantunya Bu Yuli cantik banget" Kata Bu Lia


"Istri idaman,Nak Rey pasti betah" Kata Bu Sisi


"Iya dong Menantu aku gitu" Kata Mama Yuliana


Banyak yang kagum atas kecantikan Alin, padahal dirinya bangun tidur, hanya cuci muka saja, Niatnya ingin memasak malah tidak jadi gara-gara Mama mertua masih asik mengobrol dengan ibu-ibu.


Tapi tidak butuh waktu lama untuknya masak, 30 menit masakan sudah jadi dan tertata dimeja makan.


"Baunya enak banget" Kata Mama Yuliana


"Alin cuma masak ini aja ma, gpp kan" Kata Alin


"Gpp nak, udah kamu tinggal aja, bangunin Rey ya" Kata Mama Yuliana


"Makasih ma, Alin pamit ke atas dulu ya ma" Kata Alin


Alin segera menaiki tangga, ia memasuki kamarnya, Sebelum suaminya bangun, ia mandi terlebih dahulu,dan setelah selesai mandi dan bersiap-siap ia membangunkan suaminya.


"Mas bangun" Kata Alin


"Ada apa" tanya Reynaldi


"Bangun, mandi terus sarapan berangkat ke kampus" Kata Alin


"Gak ah kamu aja" Kata Reynaldi


"Mas ayo ih mandi, jangan males" Kata Alin

__ADS_1


Rey menatap istrinya yang baru saja mandi, Terlihat rambutnya masih basah, Ia pun segera bangun daripada pagi-pagi terkena Omelan istrinya, terkadang mamanya yang mengomel saat dirinya tidak bangun, Rey pun segera mandi, Dan Alin segera mengeringkan rambutnya, Selesai mandi Rey bersiap-siap, selesai bersiap-siap ia mendekati istrinya yang tengah mengeringkan rambutnya itu .


"Sini saya bantu" kata Reynaldi


"Emang bisa" kata Alin


Rey mengambil Hairdryer yang dipegang Alin, ia pun segera mengeringkan rambut istrinya,dan berhasil tentunya, Ia suka dengan bau wangi rambut istrinya, Tak lupa selesai mengeringkannya, Alin segera mencatok rambutnya, Alin Memang berdandan, Rey yang duduk di sofa hanya menatap Alin yang tengah Berdandan itu.


"Mas bajunya pakai setelan jas warna biru tua ya, Kemejanya warna putih" Kata Alin


"iya saya ganti dulu" Kata Reynaldi


Rey sudah siap dengan setelan jas warna biru tua yang dikenakannya, Sangat Berdamage sekali Rey, Kemungkinan kalau dirinya belum menikah mungkin banyak wanita yang mendekati Rey.


Alin yang selesai make up pun segera memakai sepatunya dan membawa tasnya, Alin menatap Rey yang kurang rapi, ia merapikan rambut suaminya itu.


"Gini kan keren mas" Kata Alin


"Dari dulu juga saya keren" Kata Reynaldi


"Pede banget" Kata Alin


Mereka turun bersama, Karena hari ini Alin ada kelas pagi, begitupun Rey yang akan mengajar di kelas Alin,jadi mereka akan berangkat bersama.


"Sudah rapi aja kalian" Kata Papa Hari


"Cocok deh kalian" Kata Mama Yuliana


Alin menatap suaminya itu, kini dua status yang ia jalani, statusnya sebagai mahasiswi, dan statusnya sebagai istrinya Reynaldi, di kampus memang mereka sebagai mahasiswi dan Dosen,dirumah sebagai pasangan suami-istri, selesai sarapan mereka berpamitan untuk berangkat bersama,di perjalanan Rey banyak bertanya tentang Alin, mungkin agar tidak canggung antara mereka, dan Alin meminta izin nanti dirinya akan pergi bersama Alia setelah pulang kuliah dan Rey mengizinkannya, Sesampainya di kampus mereka turun, banyak mahasiswi yang menatap Alin karena turun dari mobil Reynaldi.


Alin pun segera berjalan terlebih dahulu meninggalkan Rey, ia segera memasuki kelasnya, dikelas teman-temannya menyambutnya dengan penuh suasana senang, karena lama tidak bertemu.


"Alin ya ampun gue kangen" kata Sisilia


"Cantik banget Alin" Kata Unia


"Alin gak sih cantik Banget" kata Diana


"Istri orang cantik banget" Kata Tomi


"Kalian apa kabar" Kata Alin


Tiba-tiba saat mereka asik mengobrol, Reynaldi memasuki kelas tersebut, membuat seluruh mahasiswa diam seketika, Dan Alin hari ini ia memilih untuk duduk di depan tepatnya Depan meja Rey.

__ADS_1


Seketika Anggie teman sekelas Alin heboh, karena Rey mengajar dikelasnya, memang Anggie ini menyukai Rey sejak awal Rey mengajar dikelas ini, dulu Rey kan bujangan sekarang menjadi suami orang lagi.


"Pak Aku bawain sarapan ini untuk bapak" Kata Anggie


Anggie mendekat ke arah Reynaldi, Rey tidak meresponnya dia malah melirik ke arah istrinya, jujur saja Rey risih apabila ada yang seperti ini.


"Beno sini" Kata Reynaldi


Beno pun segera bergegas menuju Rey, Dan Rey menyuruh Anggie untuk memberikan kotak makanan kepada Beno, Anggie kesal tapi ini perintah dari Rey ya bagaimana lagi, Rey menyuruh Anggie menemani Beno makan, hingga Beno selesai makan, materi baru diberikan oleh Reynaldi, Mahasiswi banyak fokus oleh ketampanan Rey, Namun Rey tidak menggubrisnya,toh untuk apa meladeninya dirinya juga udah beristri.


"Sampai sini paham, ada yang ditanyakan" Kata Reynaldi


Anggita Melambaikan tangannya, dirinya akan bertanya, Anggita dan Anggie itu kembar ya, mereka sama-sama suka ke Rey.


"Pak Rey bisa ikut saya pulang gak" Kata Anggita


"Ikut pulang, kenapa" Tanya Reynaldi


"Mau saya kenalkan kepada orang tua, kalau bapak calon suami saya, soalnya gantengnya kelewatan sih" Kata Anggita


"Anggita masih banyak cowok yang lebih tampan, contohnya seperti Yuda, tampan kan, dia saja yang menjadi calon suami kamu, kalau saya sudah menikah mana mungkin saya Menikahi kamu, dan Yuda atau josi kalian mau, silahkan diantar pulang " Kata Reynaldi


"Tapi saya maunya bapak" Kata Anggita


"Apa-apaan sih Lo, mau merebut pak Rey dari gue" Kata Anggie


Reynaldi heran dengan tingkah laku mereka berdua,kenapa terus-terusan merebutkan dirinya, padahal masih banyak bukan yang lebih tampan darinya.


"Oh ya gimana kalau besok malam Minggu kita makan-makan, sekalian kan bisa kencan,yang punya pasangan bisa dibawa oke, untuk dimana lokasinya saya beritahu nanti di grup wa oke, terimakasih sekian dari saya" Kata Reynaldi


setelah kepergian Rey, kelas menjadi ribut, karena mereka memikirkan Dress code yang akan mereka pakai saat dinner bersama Rey, tidak mau ambil pusing Alin segera pergi ke ruangan rey, entah ada apa dirinya disuruh kesana.


"Ada apa mas" Tanya Alin


"Jadi pergi bukan, ini uang bulanan,dan disini ada kartu yang bisa kamu gunakan buat keperluan kamu, ingat jangan pulang terlalu malam, kabari saya kamu lagi dimana" Kata Reynaldi


"Tapi saya punya uang mas" Kata Alin


"Tapi ini nafkah dari suami untuk istrinya Alin, dan sekarang kamu menjadi tanggung jawab saya, otomatis saya ya memberikan nafkah ke kamu, dan orang tua kamu gak mungkin menjatah kamu setiap bulan,karena kamu sekarang menjadi tanggung jawab suami bukan papa kamu lagi, jadi saya mohon terima, kalau mau beli apapun beli aja, jangan banyak mikir,toh kamu belanja apa juga gak menghabiskan uang saya, Jangan lupa makan siang juga oke" Kata Reynaldi


Alin terdiam,ia masih menatap Amplop Coklat dan 3 kartu yang Rey berikan,mau tidak mau ia harus menerimanya,karena bagaimanapun suaminya yang memberikannya, Rey tersenyum ketika Alin menerimanya.


"Mas aku pamit ya, mas jangan lupa makan, hati-hati ke kantornya " Kata Alin

__ADS_1


Alin tidak lupa mencium Tangan suaminya, dan Rey mencium kening istrinya, ia Mengusap rambut istrinya itu, Alin pun segera meninggalkan ruangan rey, tenyata Alia sudah menunggunya di parkiran, mereka pun langsung menuju ke mall.


Sesampainya di mall mereka turun, dan jalan-jalan bersama, sahabat dari SMP hingga Alin Menikah terlebih dahulu, tidak pernah Alin bayangkan sebelumnya ia akan menikah terlebih dahulu daripada Alia.


__ADS_2