
Bukan Salahku, Indahnya Reuni Bagian 40
Oleh Sept
Tari terus-menerus menggeleng kepalanya dengan tatapan memohon. Baru kali ini dia merasa Dewa begitu jahat padanya. Laki-laki yang pernah bilang cinta padanya itu kini menghancurkan hidupnya. Laki-laki yang pernah jadi yang pertama dan satu-satunya itu kini membuat Tari putus asa. Laki-laki yang merupakan ayah dari putrinya itu ternyata kejam dan tidak berperasaan.
"Kau lihat ini! Kamu berani main-main dengan pria itu. Kalian bekerja sama menghancurkan aku. Sekarang, kamu akan mendapatkan akibatnya!" kata Dewa sambil mengarahkan camera ponselnya ke arah ranjang. Di mana Tari sudah tidak pakai apa-apa.
Tari memejamkan mata, air matanya sudah habis menangisi laki-laki durjana itu. Dia memalingkan muka, tidak mau melihat Dewa yang sudah duduk di atas tubuhnya sambil merekam Tari dengan jahatnya.
"Oke! Sekarang kita lihat. Aku pastikan Ibel akan malu punya ibu sepertimu."
Tari langsung menatap Dewa, dia begitu panik karena melihat sorot mata yang jahat tersebut. Dilihatnya Dewa yang sedang sibuk dengan ponselnya, kemudian sesaat setelah itu mencengkram erat kedua bahu Tari.
"Kau sudah hancur sekarang," bisik Dewa kemudian langsung menarik diri dan pergi dari sana. Membiarkan Tari yang terikat tanpa memakai apapun.
Tari menjerit keras, tapi tidak ada suara yang keluar, hatinya sakit, mendapatkan perlakuan kejam dari Dewa yang sekarang sedang dalam proses perceraian.
__ADS_1
***
KLEK
Rio baru tiba, tapi semuanya sudah terlambat. Ruangan apartemen sudah sangat berantakan, terutama ranjang. Yang tersisa hanya tali yang sudah terlepas.
Kaki Rio lemas, tapi ia tetap berjalan ke depan. Kemudian memeriksa semua ruangan. Tidak ada Tari di manapun.
"Tari ... Tari!"
Rio berteriak seperti orang gilaa. Matanya menatap ke mana-mana. Kemudian tangannya mulai mengepal. Dia tahu siapa dalangnya.
Buru-buru dia merogoh ponselnya. Dan melihat apa yang terjadi setengah jam lalu. Kalau tidak macet, mungkin dia bisa cepat tiba.
Wajahnya kini gelisah saat menunggu videonya berputar. Yang ada di layar, masih momen-momen romantisnya sebelum berangkat ke kantor. Hingga saat dia pergi dan tiba-tiba Tari membuka pintu.
Wajah Rio mulai geram, dia bisa melihat betapa ketakutan Tari saat itu. Dan matanya menyalak marah, tatkala melihat adegan seperti reka ulang di depannya.
__ADS_1
BRUAKKK
Rio menendang meja di sampingnya, tidak bisa melanjutkan video rekaman, tapi dia penasaran Tari di mana. Akhirnya, dia tidak bisa menahan amarahnya yang membuncah. Tangannya mengepal dan memukul meja kaca di depannya.
"Brengsekkk!"
Rasanya Rio ingin memusnahkan Dewa dengan tangannya sendiri. Dan dalam rekaman yang terus berjalan itu, Dewa bisa melihat Tari berusaha keras melepaskan ikatan tangannya.
Miris menatap kondisi Tari saat itu, tidak ada luka yang terlihat jelas, hanya saja pasti dengan peristiwa ini Tari sangat terpukul dan trauma berat.
***
Setelah terlihat Tari sudah pakai pakaian dan keluar dari apartemen lewat rekaman CCTV. Rio lantas menghubungi kaki tangannya. Menyuruh semuanya mencari Tari, kemanapun harus dicari sampai ketemu.
Rio juga menghubungi ibunya Tari, tapi katanya Tari tidak ada di sana. Rio tidak percaya, dia datang ke sana langsung. Tapi hasilnya nihil. Tari bagai hilang ditelan bumi. Wanita itu tiba-tiba menghilangkan tanpa jejak.
***
__ADS_1
Tari, kamu di mana? Dicari Rio sama para reader. Hehehe.