
Suara besi beratbrakan, para pengawal pilihan saling menyerang. Pelatihan kali ini sungguh menakjubkan, mereka bertarung seperti dalam pertempuran. Suara teriakan para penonton semakin menjadi setelah sepasang petarung memasuki arena. Permaisuri yang anggun, kini menggunakan pakaian perang dan pedang kesayangannya melawan penasihat kerajaan yang agung.
"permasuri ..... Kenapa kau ikut dalam pertempuran ini .... Kembalilah Nefertari, aku tidak ingin kehilanganmu lagi" teriak Zhu Chun.
"benar kata suamimu putriku, kembalilah ke singgasanamu" kata ayahku.
Namun aku tidak mendengarkan kata- kata mereka, dan apa yang aku lakukan hari ini akan tercatat dalam sejarah.
"Seorang permaisuri yang cantik nan anggun mengikuti pertempuran dikerajaannya sendiri".
Niatku memancing agar Zhu Chun ikut dalam pertandingan berhasil, namun yang membuat semua orang terkejut adalah Tyan Zhang. Dia menyerang secara membabi buta, bahkan bukan seperti dirinya setiap hari. Aku merasa ada yang mengendalikannya, sama seperti ayah waktu itu. Zhu Chun membantuku menghadapi serangan Tyan Zhang, kami menjadi pasangan serasi waktu itu. Benih cinta muncul kembali, hatiku berdetak kencang saat dekat dengannya. Hati yang dulu sempat terluka kini mencoba mengobati, melihat kegigihannya menyelamatkanku agar tidak mati untuk kedua kalinya.
__ADS_1
"Tyan Zhang, apa yang kau lakukan ? Sadarlah Tyan Zhang, dia permaisuri yang telah menjadi temanmu. Apakah kau akan melukai orang yang percaya padamu" ujar Zhu Chun.
"kau lah yang melukainya terlebih dahulu, dan aku akan memperjelas semuanya. Aku bukanlah Tyan Zhang yang asli, ini adalah wajah buatanku yang menyerupai Tyan Zhang" jelasnya dengan terus menyerangku.
"Aku tidak peduli siapa kau, aku hanya ingin kau kembalikan dia padaku dengan selamat atau kau akan mati ditanganku" tegasku.
"hai gadis kecil, jangan membuang tenagamu dengan marah- marah. Aku tau kau keturunan phoniex murni, namun dengan umurmu yang masih muda kau tidak akan mengalahkanku yang bukan keturunan phoniek" ucapnya sambil menertawaiku.
Namun orang dibalik topeng ini benar- benar licik, dia memanggil semua anggotanya yang sudah ada di antara penonton. Lie dan Liang Pi segera mengatasinya dan dibantu dengan ibu, ayah ikut turun ke medan arena.
Amarahku benar- benar diujung batas, dia menghina Zhu Chun dan ayahandaku. Aku memanggil Phoniex dan Pingping, namun orang itu sama sekali tidak terkejut.
__ADS_1
"putri Nefertari, jangan kau sia- siakan kekuatanmu kau itu masih terlalu muda untuk bertarung denganku" ujarnya.
"jangan banyak omong kau biadab" teriakku dengan langkah penyerangan.
Pertarungan sengit terjadi antara aku dan orang bertopeng itu, aku membuat perisai diantara ayah dan Zhu Chun agar mereka tidak terluka. Aku tidak ingin kehilangan orang- orang yang aku sayangi. Tekadku untuk menemukan Tyan Zhang dan berkumpul bersama orang yanh aku sayangilah yang membuatku tidak menyerah, aku tidak akan mati untuk kedua kalinya. Aku berhasil menyerangnya dengan talak, dia terkejut dengan kemampuan yang aku miliki.
" aku telah berlatih denganmu berhari- hari, namun kau tidak pernah menggunakan jurus itu" ujarnya.
"karena tidak semua orang yang berlatih padaku akan aku perlihatkan jurus rahasia ini" kataku.
"tuan putri ..... Tangkap pedang kesayanganmu dan segera kalahkan dia " teriak Lie dari atas.
__ADS_1