
Pagi hari yang sunyi dan dingin, namun tidak mampu memadamkan hangatnya perhatian Zhu Chun padaku. Sebelum latihan dimulai, dia datang ke pavilliumku untuk memberikan sebuah pedang biru dengan ukiran bunga mawar yang indah. Tak lupa sebelum pergi, dia menyematkan hiasan rambut berbentuk bulan sabit dirambutku. Perhatian dan kelembutan yang dia berikan padaku mampu mancairkan hatiku yang membeku.
"Lie berlatihlah bersama mereka, aku akan melatih Morokey karena dia masih lemah" ujarku pada Lie.
"dia masih terlalu kecil untuk ikut bertarung Nefertari" jawanya.
"aku percaya bahwa dia bisa Lie" ujarku dan berlalu pergi.
Perkataan Lie memang benar, tapi aku tetap ingin melatih Morokey agar dia bisa menjadi hebat dan kuat bahkan melebihi ibunya. Karena aku telah berjanji akan mengajarinya hingga menjadi yang terkuat.
"Morokey kau sudah cukup hebat, tapi jika kau sudah kuat dan hebat kau tidak boleh sombong dan jahat ya" nasihatku pada Morokey dan mengakhiri latihan.
__ADS_1
"baik bu aku akan mengingat selalu nasihatmu, aku akan selalu menurut pada ibu" ujarnya sambil mendekat padaku.
Seharian ini digunakan untuk berlatih, dan urusan istana sementara dipegang oleh ayah dan ibunda. Mereka mekatakan pada semua mentri dan orang istana bahwa kami sedang melakukan perjalanan tanpa pengawal dan pelayan. Hal itu dilakukan karena kami sadar, ada mata- mata dan penghianat di istana ini. Kami hanya mengantisipasi semua hal buruk yang mungkin terjadi.
"Tuan putri Nefertari, hamba undur diri "ujar Liang Pi.
"Panggil saja Nefertari, kita adalah teman jadi tidak perlu terlalu formal" ujarku.
Zhu Chun, Lie, dan Riuyu datang bersamaan. Aku meminta mereka untuk tidak masuk keruangan karena hawa dingin yang ditimbulkan akan membunuh mereka yang tidak kuat menahannya. Pingping membangun benteng untuk melindungi bunga itu, penjagaan ketat kulakukan.
Dugaanku benar, hal itu terjadi tepat dibulan biru muncul ditahun ini. Seorang gadis cantik berambut coklat, bermata biru dan memiliki senyum yang hangat. Dia lahir dari bunga mawar tersebut sama sepertiku dulu, dan dia menghampiriku.
__ADS_1
"ibu, kenapa kau diam saja melihatku" ujar gadis kecil itu.
"siapa kau, aku tidak mengenalmu kenapa kau memanggilku ibu ?"tanyaku.
Tiba- tiba suara asing berbicara menggema di ruangan, dia menjelaskan semua yang terjadi. Dan gadis ini adalah anakku, dia lahir karena kehangatan Zhu Chun dan dinginnya diriku. Setelah semua terjadi keadaan berubah seperti semula, aku pun memperkenalkan gadis itu kepada semua orang.
"Nefertari, akan kau beri nama siapa anak ini" tanya ayah.
"tuan paman, yang mulia, dan tuan putri , sebaiknya kita mengadakan sebuah pesta untuk kelahiran anak ini, sekaligus memikirkan namanya."ujar Lie.
Aku menyetujui usul Lie, malam ini diadakan pesta penyambutan untuk Ling Yuin. Dan tanpa disadari oleh semua orang, anakku memiliki energi yang cukup kuat tapi bukan energi burung phoniex. Walau dalam keadaan bahagia, namun semua orang yang tau akan rencana ini masih cemas sekaligus marah. Cemas akan nasib anak kecil ini dan sedih belum bisa meningkatkan kekuatan dengan cepat untuk membalas dendam.
__ADS_1