Bulan Biru

Bulan Biru
Kekuasaan


__ADS_3

Hari penyambutan dan penobatanku sebagai permaisuri berlangsung meriah, namun tak sedikitpun senyum ku berikan. Hati ini masih sakit akan apa yang diterima, dan bibir ini tidak tahu lagi bagaimana caranya tersenyum. Dulu diriku dikenal sebagai putri yang ceria dan baik hati, namun kini aku dikenal sebagai seorang putri cantik berhati dingin dan kejam. Kecerian sirna berganti tatapan sinis, para selir tak pernah berani membicarakanku.


Sebagai seorang permaisuri, seharusnya aku tetap duduk manis di istana dan dilayani para dayang. Namun tidak untukku, aku memilih berlatih dan pergi ke hutan bersama Lie dan Liang Pi. Hari- hariku kuhabiskan dengan menjelajah hutan dan berlatih, aku tidak ingin berurusan dengan para selir maupun urusan kerajaan.


Hingga suatu saat ada selir Yui yang tidak sengaja bertengkar dengan selir Zang di depan kamarku, aku tidak paling tidak suka diganggu. Dan pada saat itu, aku sedang berlatih ilmu peningkatan summon. Dan dengan ilmu yang kumiliki, ku dorong pintu yang begitu besar dan berat. Selir Zang mati seketika sedangkan selir Yui selamat, dia memiliki ilmu kekebalan dari ayahnya.


"permaisuri, kau terlalu terbawa emosi. Redamlah emosimu sedikit permaisuriku" ujar yang mulia Zhu Chun.

__ADS_1


"aku memang permaisurimu, tapi kau tidak berhak mengatur diriku" tegasku dan berlalu.


"putriku Nefertari, kembalilah seperti dulu nak. Kembalilah sebagai putri yang ceria dan penuh kasih sayang dan suka membantu, dulu kau rela di marahi ayah demi menolong Liang Pi bukan" ujar ayah padaku yang hampir meninggalkan tempat itu.


"apakah dengan aku kembali seperti dulu semua yang ku inginkan akan aku dapatkan ? Tidak ayah, aku tidak bisa" tegasku sekali lagi.


Rasa kecewa pada hatiku semakin dalam, dan amarah ku semakin tidak terkendali. Aku pergi ke gunung es, aku merasa kelahiranku kembali menjadi sia- sia. Lie yang tidak bisa iku kepuncak menunggu dibawah, sedangkan aku tiba- tiba kehilangan kesadaran dan terjatuh.

__ADS_1


"kau tidak apa putri cantik"tanya seorang pria setelah aku sadar.


"aku tidak apa, terima kasih telah menolongku. Sebenarnya siapa tuan ini" tanyaku.


"saya Tyan zhang, saya pemuda biasa disini tuan ratu" ucapnya.


Setelah bercakap- cakap begitu lama, aku mengajaknya ke istana untuk memberinya sesuatu sebagai tanda terima kasihku. Dia setuju, dan sesampai dikerajaan Lie menghampiriku dan mengatakan bahwa yang mulia Zhu Chun sedang khawatir. Sedangkan aku mengumumkan secara pribadi tentang pengangkatan penasihat utama kerajaan dipegang oleh Tyan Zhang. Zhu Chun sebenarnya ingin marah, namun ia mengurungkan niatnya dan memilih diam. Karena dia tahu bahwa aku sangat tidak suka jika keputusanku ditentang, dan Tyan Zhang setuju atas keputusanku.

__ADS_1


Setiap hari aku berlatih dengan dia, dan seiring berjalanya waktu aku memiliki perasaan pada penasehat kerajaan itu. Ayah dan ibu tahu akan hal itu, namun mereka dia karena hal itulah yang membuatku bisa tersenyum kembali. Tyan Zhang bukanlah pria dengan kemampuan murni, tapi dia selalu berlatih hingga pencapaian yang luar biasa. Pria dengan mata biru dan rambut hitam yang menyejukkan setiap mata yang memandang.


__ADS_2